Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep.30


__ADS_3

"Aku pulang.." Teriak Sam begitu tiba di rumahnya.


"Tumben semangat sekali?". Ledek Reinand papa Sam.


"Jelas dong pa, kan ada menantu disini". Sahut nyonya Reinand, yg merasa senang sekali bisa menggoda putra sulungnya itu.


"Nadine mana ma?".


"Hm.. Baru pulang udah nyariin, dia dikamar."


Tanpa basa basi lagi Sam pun segera menghampiri Nadine di kamarnya.


Namun ketika ia akan masuk, Sam mendengar Nadine tengah menerima telpon dari seseorang, jadi dia memutuskan untuk menunggu saja diluar sambil sesekali mencuri dengar percakapan itu.


"Sebenarnya apa maumu? Tolong berhentilah menggangguku, sampai kapan pun kita tidak akan bisa sama sama lagi." Suara Nadine dengan nada serak khas orang menangis.


"Kamu berani mengancamku??". Sahutnya lagi.


"Dengar tuan Zayn yg terhormat! Berani kamu menyentuh mereka, maka aku sendiri yg akan menghancurkanmu."

__ADS_1


Setelah mengakhiri panggilan itu, Nadine menangis terisak sambil memeluk lututnya ditempat tidur, Sam yg sudah sangat penasaran dan khawatir pun akhirnya memberanikan diri untuk masuk karena ingin segera memeriksa keadaannya.


"Mengapa disaat seperti ini kau datang lagi? Aku sudah bersusah payah melupakanmu, melepaskan cintamu, kali ini apa lagi? Hiks.. Hikss.."


"Nad.. Kamu nggak papa?". Tanya Sam khawatir sambil berjalan menghampiri Nadine.


Nadine hanya diam, sama sekali tak mau menjawab atau sekedar mengangkat kepalanya melihat Sam.


"Jika ada masalah, kamu bisa menceritakannya padaku, aku siap mendengarnya, juga siap membantumu." Tutur Sam.


"Ah kak Sam, jangan khawatir, aku hanya sedang rindu pada orang tuaku." Bohong Nadine, berusaha tersenyum lalu menyeka air matanya.


"Tinggal disini saja ya, aku senang kamu disini, juga bisa sering menemuimu." Tawar Sam sambil menunjukkan senyum termanisnya.


"Apa kakak sedang bercanda? Mana mungkin? Kita tidak sedang dalam hubungan yg bisa membenarkanku untuk terus disini." Tolak Nadine spontan. Bagaimana mungkin ia bisa mengiyakan permintaan tidak masuk akal dari bosnya ini. Orang orang pun juga akan berpikiran buruk tentangnya jika mengetahui dia tinggal bersama dengan presdir dan keluarganya tanpa ada hubungan.


"Bagaimana jika kita menikah?". Sahut Sam kemudian, yg berhasil membuat Nadine membulatkan matanya tak percaya.


"Apaa?? Apa aku tidak salah dengar?". Jawab Nadine. Mana mungkin ada orang yg mengajak menikah dengan santainya seperti ini. Dengan lugas dan bahkan tidak ada persiapan khusus

__ADS_1


"Sini tanganmu!". Sam langsung menarik tangan Nadine tanpa persetujuannya, lalu beberapa detik kemudian cincin yg sangat indah dan cantik sudah melingkar dijari manis Nadine.


"Mulai sekarang kamu tunanganku." Ucap Sam kemudian sambil tersenyum penuh kemenangan


Nadine terperangah dan hanya diam dengan apa yg dilakukan Sam. Pria ini pasti tengah mengerjainya, ya Nadine yakin, Sam pasti sedang menggodanya saja.


"Hahaha.. Candaanmu sama sekali tidak lucu kak." Ledek Nadine, mencoba melepas cincin yg sudah ada dijarinya.


Namun sebelum terlepas penuh, Sam sudah menghentikannya, lalu menggenggam erat tangan itu.


"Jangan dilepas! Aku sedang tidak bercanda Nad. Aku serius, aku menyukaimu. Entah sejak kapan, tapi aku yakin dengan perasaanku." Tutur Sam. Ia berusaha meyakinkan Nadine dan membuat gadis itu percaya akan keseriusannya.


"Maaf kak, aku tidak bisa menerima ini. Aku.."


"Sudah tidak apa apa, jangan buru buru menjawabku, kamu bisa memikirkannya lebih dulu." Tukas Sam, sambil tersenyum lembut ia menghentikan Nadine yg lagi lagi ingin melepas cincinnya.


"Baiklah, aku mandi dulu ya. Setelah itu kita makan."


__ADS_1


__ADS_2