Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep.29


__ADS_3

Cahaya mentari pagi menerobos masuk melalui celah kecil di jendela kamar itu, membuat gadis cantik yg masih lelap disana perlahan membuka matanya. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali, menelisik dan menatap seisi ruangan yg nampak asing baginya.


Sejenak pikirannya mengingat kembali kejadian tadi malam, ya dia ingat ketika ia pulang ia merasakan pusing yg teramat sangat, dan setelah itu dia tak sadarkan diri.


"Sudah bangun nak?". Sapa seseorang yg tiba tiba masuk ke ruangan itu.


"Eh..." Nadine sedikit terperanjat lalu menyapa wanita itu dengan formal.


"Nyonya, maaf saya tidak bermaksud.."


"Nggak papa tante ngerti kok. Gimana kondisimu, sudah lebih baik?". Tanya wanita itu sambil menggiring Nadine untuk duduk bersamanya.


"Sudah sangat baik nyonya, maaf sudah merepotkan anda." Jawab Nadine tak enak hati.


Dia tak menyangka bisa bisanya ia pingsan di kantor dan dibawa ke rumah presdirnya sendiri. Canggung, gugup, juga malu, tentu saja Nadine rasakan, ia takut nyonya besar itu akan memakinya atau bahkan menindasnya karena telah berani menginap di rumah mewahnya ini.


"Kalau begitu saya permisi dulu ya nyonya, saya lupa ada pekerjaan penting hari ini. Terima kasih sudah berkenan menolong dan membawa saya kemari, dan maaf jika selama disini saya sangat merepotkan anda." Tukas Nadine yg sudah sangat tidak nyaman.

__ADS_1


"Jangan sungkan nak, lagipula kamu karyawan anak saya. Semalam dia sangat mengkhawatirkanmu, dan pagi tadi dia juga berpesan untuk menahanmu disini sampai dia pulang, masalah pekerjaan dia yg akan mengurusnya." Tutur wanita itu lembut sembari menggenggam tangan Nadine, mencoba membuat gadis itu nyaman dan merasa lebih santai.


Nadine sedikit terhenyak diperlakukan seperti itu, sangat jauh berbeda dengan eskpestasinya. Dia mengira nyonya Reinand akan memaki dan menindasnya seperti orang kaya kebanyakan, tapi tidak. Nyonya itu bahkan memperlakukannya dengan sangat lembut dan ramah.


"Tapi nyonya saya.."


"Ssttt.. Sudah nggak papa. Oh ya.. Ini sudah hampir jam makan siang, ikut tante yuk ke bawah, tante mau masak. Mau kan bantu tante?". Sahut nyonya Reinand berusaha lebih dekat dengan Nadine.


"Ah i iya baiklah."


"Kayaknya anak tante suka deh sama kamu." Ucap nyonya Reinand tiba tiba sambil menyelesaikan acara masaknya.


"Ah i.. itu, mana mungkin nyonya? Tidak mungkin baginya untuk menyukai gadis seperti saya." Jawab Nadine merendah, berusaha menutupi rasa gugup dan canggung didepan mama Sam.


"Memangnya seperti apa? Menurut tante kamu gadis yg baik kok, sepertinya kalian akan cocok." Sahut nyonya itu lagi sambil tersenyum dan menggoda Nadine.


Nadine tak habis pikir dengan perkataan aneh dari nyonya besar ini, citranya sangat berbeda dengan orang kaya kebanyakan. Selain cantik, ia juga sangat baik dan lembut. Tidak membedakan kasta dan memandang rendah dirinya.

__ADS_1


"Omaaa...."


Teriak seorang gadis kecil yg tiba tiba datang dan langsung mendekap erat kaki nyonya Reinand.


"Ehh.. Ada tante cantik juga disini." Sahutnya lagi begitu melihat Nadine.


"Wahh.. Cucu kesayangan oma datang, sebentar ya sayang, oma masih belum selesai masak, Cia main dulu ya sama opa." Tutur nyonya Reinand sambil mengelus puncak kepala cucunya.


"Biar aku sama Nadine aja ma, mama main aja sama Cia, udah dari kemarin dia minta main kesini." Tukas Qila sembari merebut alat penggorengan dan apron dari mamanya.


"Iya nyonya biar kami saja." Sahut Nadine.


"Baiklah, kalau gitu mama main dulu ya sama Cia. Yuk sayang."


"Dah mommy, dah tante cantik, Cia main dulu ya.."


__ADS_1


__ADS_2