Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep.33


__ADS_3

"Ya Tuhan, apa yg terjadi denganmu Zayn?". Selly terkejut melihat suaminya pulang dengan kondisi yg sangat berantakan, dasi dan beberapa kancing bajunya lepas, juga tercium bau alkohol yg amat menyengat disekujur tubuhnya.


"Hey kau! Cepat bantu aku!!". Perintah Zayn sambil menyandarkan lengannya ke pundak Selly.


Selly menurut, segera memapah Zayn dan membantunya untuk pergi kekamar.


"Sayang, apa itu kamu?". Ujar Zayn tiba tiba saat tubuhnya sudah terhempas diranjang. Ia memicingkan matanya sambil menarik lengan Selly, menariknya sedikit kuat hingga tubuh gadis itu ikut terbaring disisinya.


"Kenapa kamu keras kepala sekali? Apa kamu sudah tidak mencintaiku?." Rengek Zayn masih belum sadar.


"Terserahmu saja, masih cinta atau tidak kita akan tetap menikah." Sambungnya lagi kemudian mendekap erat tubuh Selly.


"Kau salah, justru aku yg paling mencintaimu, hanya aku." Gumam Selly membalas pelukan itu.


"Maaf Zayn maaf aku egois, terus menahanmu untuk tetap disisiku. Aku tau kau sangat mencintainya, masih mengharapkannya, tapi sekali lagi maaf, selama ada aku, aku tak akan pernah membiarkan itu terjadi."


Entah sudah keberapa kali Zayn memperlakukannya seperti itu. Selly paham sepenuhnya jika pria itu telah menganggap dirinya sebagai orang lain. Namun bukannya marah, ia justru merasa senang, setidaknya Zayn pernah memeluk dan bersikap lembut padanya meski takkan berlangsung lama.


*****

__ADS_1


Cuaca tak begitu bersahabat pagi ini. Nadine yg bersiap untuk pergi bekerja terpaksa harus menghentikan langkahnya karena hujan yg tiba tiba datang dan mengguyur cukup deras.


Ia hanya bisa mendengus kesal, duduk manis di kursi terasnya sambil menatap jam kecilnya berkali kali takut akan terlambat. Maksud hati ingin pergi menggunakan payung, namun melihat hujan yg semakin deras ditambah lagi dengan angin, Nadine pun akhirnya pasrah, dan lebih memilih untuk menunggu.


Hingga beberapa menit kemudian telinga Nadine menangkap bunyi klakson mobil seseorang, mobil yg entah sejak kapan sudah berada dipekarangan rumah kecilnya.


"Kak Sam." Gumam Nadine begitu melihat sosok pria yg keluar dari mobil mewah itu.


"Hosh..Hosh..Hosh.. Syukurlah aku belum terlambat." Ujar Sam sambil menghirup udara banyak banyak karena berlari dari mobil untuk menghampiri Nadine.


"Kenapa kakak kemari?."


"Maksudnya? Memangnya siapa tunangan kakak?". Tanya Nadine tak mengerti.


"Apa kamu lupa dengan ini? Kamu menurutiku dan tidak melepaskannya, itu artinya kamu telah setuju dan menerima lamaranku." Tutur Sam, seraya memegang cincin yg melingkar di jari manis Nadine, lalu mengecup singkat tangan itu.


"Eh itu.. Jangan salah paham, aku hanya.."


"Apa kamu tega membiarkanku terus berdiri disini dan kedinginan?". Sahut Sam kemudian.

__ADS_1


"Emm ya baiklah mari masuk."


Mereka berdua pun masuk, Sam segera duduk di salah satu sofa disana, sedangkan Nadine beranjak kedapur untuk membuatkannya segelas teh hangat, juga memberinya handuk untuk mengeringkan tubuhnya yg sedikit basah.


"Apa kamu masih mencintainya Nad?". Ucap Sam tiba tiba, membuat Nadine yg tengah menyajikan teh terkejut dan menumpahkannya sedikit ke paha Sam.


"Ah, maaf maafkan aku." Merasa bersalah, Nadine reflek mengambil tissu dan mengelap celana itu.


Usapan Nadine itu tanpa sengaja membuat inti Sam bereaksi, membuat pria itu menyambar tangan Nadine agar gadis itu peka dan menghentikan kegiatannya.


"Maaf sungguh aku tidak sengaja." Ucap Nadine sekali lagi. Mengira jika Sam kesal dan marah padanya.


Sreet..Bugh..


Namun tiba tiba saja Sam menarik lengan Nadine kuat, membuat tubuh gadis itu berdiri tak seimbang hingga akhirnya jatuh di pangkuannya.



"Jangan lakukan lagi, atau aku tidak bisa menahan diri dan memakanmu."

__ADS_1


__ADS_2