Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep.60


__ADS_3

"Selamat pagi tuan."


"Ya, bagaimana dengan tugas yg ku berikan. Sudah beres?."


"Sudah tuan, setelah saya cek bekali kali. Nona Nadine memang tidak ada hubungan sama sekali dengan mendiang nyonya. Mungkin kemiripan mereka hanya kebetulan."


"Baiklah, kirim data lengkapnya ke emailku nanti. Sekarang persiapkan dulu semua yg diperlukan, karena kita akan meeting dengan para pemegang saham 10 menit lagi."


"Baik tuan, saya permisi."


Entah mengapa Michele masih saja yakin jika Nadine dan mendiang istrinya memiliki hubungan, mereka terlihat mirip, hanya warna bola matanya yg nampak sedikit berbeda.


*****


Sementara itu, di mansion keluarga Lee.


"Ya Tuhan, kenapa aku bisa lupa? Mereka semua pasti bingung mencariku."

__ADS_1


Karena teringat sesuatu Nadine bergegas memencet bel warna biru sesuai intruksi Mike. Sebenarnya ia ingin bisa keluar sendiri dan memeriksa setiap isi mansion itu, namun karena kondisinya yg masih lemah, ia memutuskan untuk tetap diam di tempat tidur dan meminta bantuan orang lain.


"Selamat siang nyonya, ada yg bisa saya bantu?". Ucap seorang wanita baya yg langsung masuk begitu bel di bunyikan.


"Maaf, ini dimana ya?". Tanya Nadine.


"Anda sedang di mansion utama tuan Michele Lee, lebih tepatnya di Seoul, Korea Selatan."


"Apaa??".


Mendengar jawaban itu sontak membuat Nadine berteriak kaget. Korea Selatan? Itu sangat sangatlah jauh dari tempat asalnya.


"Memang benar nyonya. Saya bisa karena saya adalah pelayan pribadi mendiang istri tuan Mike. Beliau juga berasal dari negara yg sama dengan anda. Jadi tuan Mike khusus mencari pelayan yg bisa menggunakan bahasa Indonesia seperti saya." Terang wanita itu.


Saat mereka tengah asik berbincang, tiba tiba ada seorang gadis kecil yg datang, berlarian dengan senang lalu menghampiri Nadine.


"Mommy..." Teriak gadis kecil itu dengan riangnya.

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi dulu nyonya, nona." Sahut si pelayan meninggalkan Nadine dan gadis kecil itu berdua.


"Mommy sudah bangun? Apa masih ada yg sakit? Sini biar Zee periksa."


Gadis kecil itu terus mengoceh sambil bersikap manja pada Nadine, ia terus tersenyum, tertawa, nampak sangat bahagia. Karena selama ini ia tidak pernah di perkenalkan dengan sosok seorang ibu, bahkan sejak ia lahir.


"Nak, kau siapa? Dan aku bukan mommy mu." Ucap Nadine lembut berusaha memahami situasi. Ia bingung mengapa ada seorang anak kecil yg tiba tiba datang dan memanggilnya mommy. Apa dia sedang berhalusinasi? Atau lupa ingatan?.


"Apa mommy nggak suka sama Zee? Apa mommy nggak mau sama Zee? Hikss.. Hikss.. Mommy jahat, mommy nggak sayang Zee lagi". Rengek gadis kecil itu sambil menangis keras. Membuat Nadine semakin kelabakan, tak tau harus berbuat apa.


"Eh.. Bukan begitu sayang. Tante suka kok sama Zee. Sudah yaa jangan nangis, nanti cantiknya ilang kalau Zee nangis." Bujuk Nadine, kemudian menarik gadis kecil itu ke pelukannya.


"Zee kangen sama mommy, kenapa mommy ninggalin Zee? Apa Zee nakal jadi mommy pergi? Zee janji bakal jadi anak baik, tapi mommy jangan pergi lagi, Zee pengen sama mommy terus."


Ucapan dan rengekan gadis kecil itu sungguh sangat menyayat hati Nadine. Ia jadi teringat dengan mendiang orang tuanya. Nadine merasa beruntung masih bisa merasakan kasih sayang ibunya sampai ia dewasa. Tapi gadis kecil ini, meski bergelimang harta ia tidak bisa merasakan kasih sayang ibunya. Sebenarnya apa yg terjadi?


"Sudah ya sayang, jangan nangis lagi, mommy nggak akan pergi, mommy bakal nemenin Zee terus disini." Tutur Nadine tanpa sadar.

__ADS_1


Ia terus berusaha menenangkan gadis itu, memeluknya hangat sambil mengusap kepalanya lembut, hingga akhirnya mereka berdua pun tertidur dalam posisi itu.


__ADS_2