
Setelah makan malam Sam mengantar Nadine pulang kerumahnya, sebenarnya ia ingin sekali Nadine bisa terus tinggal bersamanya, namun karena gadis itu belum mengiyakan lamarannya tadi, mau tidak mau Sam pun menuruti permintaan Nadine dan mengantarnya pulang.
"Dari mana?".
Suara berat seseorang tiba tiba mengejutkan Nadine yg baru saja akan memasuki rumah.
Nadine menoleh, mata mereka bertemu, dan sukses membuat Nadine kelabakan. Nadine bingung bagaimana bisa pria ini tau alamat rumahnya, bahkan datang selarut ini, mungkinkah dia sedang merencanakan sesuatu? Apalagi melihat dari ekspresinya saat ini pria itu sedang menatapnya tajam, seakan bersiap untuk menelannya hidup hidup.
"Zayn, ka kamu? Kenapa bisa disini?". Tanya Nadine gugup tak berani menatap mata elangnya.
"Bagus.. Dari mana kamu hah?? Bermalam dengan pria itu? Dibayar berapa kamu?". Tuduh Zayn kemudian, lalu mencengkram kuat pundak Nadine.
"Kamu? Maksud kamu apa??". Ujar Nadine tak percaya.
__ADS_1
Mendengar jawaban itu membuat Zayn semakin marah, semakin meremas lengan Nadine dengan kasar.
"Aku sudah memperingatkanmu, jangan pernah berdekatan dengan pria manapun!!". Bentak Zayn.
"Sudah cukup!! Kita sudah tidak ada hubungan lagi, mau aku dekat atau menikah dengan pria manapun, itu terserah aku. Kamu tidak berhak melarang juga mengaturku." Jawab Nadine tak mau kalah.
"Selama aku tak mengijinkan, kamu tidak akan bisa sayang. Tapi jika kamu masih berani menikah, maka pria yg menikahimu itu akan ku kirim ke neraka." Ancam Zayn dengan seringai liciknya.
Nadine merasa sudah kehabisan kata kata, tak tau lagi bagaimana caranya menghadapi pria keras kepala ini, Zayn yg dulu dan sekarang sudah sangat jauh berbeda. Nadine sudah tak mengenalinya lagi, pria hangat dan lembut itu sudah lenyap, tinggal pria dingin, licik, dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya.
"Apa kau tuli sekarang? Cepat pergi!!". Bentak Nadine lagi.
Karena marah dan kesal Zayn berjalan mendekati Nadine, memojokkannya dan menghimpit tubuhnya ke dinding. Lalu..
__ADS_1
Ya, dia memaksakan ciumannya pada Nadine, ciuman yg semakin lama semakin menuntut dan kasar.
"Huh.. Ini hukumanmu karena berani melawanku." Ujar Zayn sambil mengusap bibirnya yg basah.
Plak...
Karena sudah tak tahan lagi, Nadine pun melayangkan tamparannya tepat ke pipi kanan Zayn. Pria itu sudah benar benar kelewat batas, bahkan berani memaksanya.
"Dan ini hukuman dariku, jangan kamu pikir aku akan takut dengan ancamanmu. Aku bukan Nadine yg dulu, Nadine yg mudah ditindas dan dibully bahkan olehmu. Sekarang pergi!!! Pergi atau aku akan berteriak memanggil warga disini." Ancam Nadine menatap nyalang Zayn sambil meremas kerah baju pria itu.
"Baiklah aku pergi, setelah kasus perceraianku selesai, aku akan datang lagi dan menikahimu. Selamat malam sayang, aku pulang dulu."
__ADS_1