Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep.47


__ADS_3

Nadine melangkah santai setelah menyelesaikan hajatnya di kamar mandi. Saat akan tiba di meja kerjanya, ia mengernyit heran karena mendapati bosnya itu kini tengah duduk gelisah di kursi miliknya, apa yg pria itu lakukan? Mungkinkah dia sudah ingat dengan janji makan siang yg ia ucapkan tadi pagi? Ataukah sekarang ia ingin mencoba untuk minta maaf?


Huh.. Jangan harap aku memafkanmu. Batin Nadine.


"Pak Sam, anda sedang apa?". Tegur Nadine berdiri dihadapan pria itu.


"Kamu dari mana? Apa perutmu sakit? Kamu sudah makan kan?". Tanya Sam tanpa jeda sembari memeriksa tubuh Nadine.


"Saya tidak apa apa, tak usah pedulikan saya." Jawab Nadine ketus.


"Maaf ya sayang, tadi banyak sekali berkas yg harus segera ku tanda tangani, maaf aku lupa jika kamu masih menungguku." Sesal Sam, berusaha meraih tangan Nadine, lalu menggenggamnya erat.


"Stop memanggilku sayang, aku bukan sayangmu. Makan saja sana sama gadis lain, jangan mengajakku, apalagi memintaku menunggu lama seperti orang bodoh." Karena kesal Nadine pun menghindar, berusaha melepas tangannya dari genggaman Sam, lalu berbalik membelakanginya.


"Emm.. Ya sekarang aku paham. Sayangku ini cemburu kan? Iya kan? Bilang saja jangan malu. Aku senang kalau memang kamu cemburu."


"Narsis sekali anda, saya hanya kesal. Hampir saja saya pingsan karena terlalu lama menunggu, sedangkan yg di tunggu, malah asik bermesraan dengan gadis lain diruangannya." Cercah Nadine yg semakin merasa kesal.

__ADS_1



"Nggak mau ngaku juga nggak papa kok. Aku cuma mau minta maaf, maaf ya sayang, aku janji tidak ada lain kali. Sudah ya jangan marah."


Akhirnya sikap manis Sam berhasil meluluhkan amarah Nadine. Membuat gadis itu diam dan menikmati dekapan Sam yg terasa hangat dan nyaman baginya.


Beberapa menit kemudian,


"Ehem.. Bi bisakah lepaskan aku dulu, malu kalau nanti ada yg lihat." Ucap Nadine begitu sadar bahwa saat ini mereka masih berada dikantor.


"Ini di kantor kak, malu dilihat karyawan lain." Protes Nadine.


"Ya ya baiklah, tapi kamu harus janji, saat kita sedang berdua jangan pernah bersikap formal lagi. Mengerti?".


"Iya baiklah, sesuai permintaanmu."


"Bagus, kalau gitu aku masuk dulu ya, pekerjaanku masih banyak. Kamu juga semangat kerjanya."

__ADS_1


"Iya iyaa.. Sudah sana."


*****


Hari ini berjalan dengan menyenangkan bagi Sam. Setelah berbicara dengan Nadine ia menjadi tidak fokus dengan pekerjaannya. Membayangkan ekspresi Nadine saat marah tadi membuatnya gemas, bahkan sesekali ia senyum senyum sendiri seperti orang gila.


Sam bodoh!! Sudah hampir tiga puluh tahun kelakuan masih aja kayak abg. Maki Sam pada dirinya sendiri.


Tak pernah Sam bayangkan jika jatuh cinta bisa membuatnya segila ini, rasanya berbeda saat ia dulu merasa jatuh cinta pada Aqila. Saat bersama Nadine ia merasa jauh lebih nyaman dan senang. Berada jauh darinya membuatnya rindu. Saat melihatnya dengan pria lain rasanya seperti terbakar api, ingin sekali segera menghabisi pira itu agar tidak dekat dekat dengan Nadine lagi.


Selain itu, hasrat dihatinya untuk memiliki Nadine juga jauh lebih besar. Seakan akan ia sendiri tidak bisa membedakan mana cinta, mana obsesi. Yg jelas bagaimana pun caranya Sam ingin selalu bersama Nadine, melalui sisa hidup bersamanya, membentuk keluarga yg bahagia, sampai akhirnya nanti maut yg akan membuat mereka berpisah.


**TBC.


Jangan lupa like, komen, vote juga ya man teman.


Author butuh penyemangat biar makin rajin upnya**.

__ADS_1


__ADS_2