Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep.68


__ADS_3

Dua hari setelah pertemuan yg dramatis itu Sam memboyong Nadine kembali ke kota kelahirannya. Meski ada beberapa halangan dan hambatan sebelum pergi, Sam tetap bersikeras. Ia takut Nadine akan hilang lagi dari pandangannya jika tak segera membawanya pulang.


"Mommy, nanti kita tinggal sama paman jelek ini?". Ucap seorang gadis kecil sambil menatap malas ke arah Sam yg terus saja menempel pada Nadine.


"Ehh.. Enak aja, ganteng gini di bilang jelek." Jawab Sam mendengus kesal tak terima.


"Masih gantengan deddynya Zee, wlee..."


"Sudah sudah, lebih baik kalian tidur sekarang. Perjalanan kita masih panjang." Sahut Nadine menengahi mereka.


Akhirnya mereka berdua pun diam, dan tak lama kemudian tertidur di kursi masing masing. Dengan posisi Nadine berada di tengah, di peluk erat oleh mereka berdua dari kanan dan kirinya.


******


Perjalanan yg cukup panjang dan melelahkan. Setelah hampir tujuh jam berada di pesawat, kini Nadine, Sam dan seorang gadis kecil sampai di tujuan. Mereka bertiga berjalan layaknya keluarga kecil bahagia. Dimana satu tangan Sam menggenggam erat jemari Nadine, dan satu tangannya lagi Sam gunakan untuk menggendong Zee yg masih tertidur pulas.


Dan di tengah perjalanan,


"Bukannya rumah kamu cuma setengah jam dari bandara ya? Kenapa belum sampai?". Tanya Nadine heran, karena menurutnya ini sudah lebih dari satu jam sejak mereka meninggalkan bandara, sedangkan yg ia tau jarak antara rumah Sam dan bandara hanya setengah jam saja.

__ADS_1


"Sudah nanti kamu juga tau." Jawab Sam singkat sambil menyunggingkan senyuman penuh arti.


"Emm baiklah, tapi bisakah lepaskan tanganmu dulu? Tanganku berkeringat."


"No."


"Haish.. Dasar kekanakan."


Beberapa menit kemudian, mobil yg membawa mereka sampai di suatu tempat. Gedung yg memiliki dua lantai dengan cat berwarna hijau muda, yg mana banyak lalu lalang kesibukan di dalam sana.


"Ayo turun kita sampai." Ujar Sam menyadarkan Nadine dari keterkejutannya.


"Sudah, kamu turun dulu. Biar bocah ini aku tidurkan disini, pak supir yg akan menjaganya sebentar selama kita pergi"


Nadine menurut, ia turun lebih dulu sementara Sam sedang menidurkan Zee dalam mobilnya, karena sejak tadi Sam lah yg memangku gadis kecil itu selama ia tertidur.


"Sudah, yuk kita masuk." Ucap Sam yg langsung menarik Nadine memasuki tempat itu.


"Tunggu tunggu.. Maksud kamu apa ngajakin aku kesini? Apa saudara kamu ada yg mau nikah?". Cegah Nadine berusaha menahan langkah kakinya. Merasa penasaran dengan apa yg akan dilakukan Sam di tempat ini.

__ADS_1


"Bukan, tapi kita."


"Ehh.. Jangan aneh aneh deh, ayo pulang."


Sam terus saja menarik Nadine hingga masuk ke dalam, tak memperdulikan ocehan gadis itu yg masih berusaha melepaskan genggamannya.


"Eh tuan Sam, mari silahkan penghulu dan para saksi sudah menunggu di dalam." Sambut seorang pria begitu melihat Sam datang. Ia menggiring Sam dan Nadine ke ruangan yg sudah mereka siapkan sebelumnya.


"Kak, kamu apa apaan sih? Jangan bilang kamu mau nikahin aku sekarang?". Protes Nadine yg sudah cukup memahami situasi. Dia tak habis pikir dengan apa yg dilakukan Sam, yg benar saja, mereka bahkan belum bertunangan, dan sekarang begitu kembali ke negara ini ia langsung di ajak ke kantor urusan agama, tanpa persiapan juga tanpa pemberitahuan.


"Betul sekali, istriku memang pintar." Jawab Sam sambil mencubit gemas pipi Nadine.


"Baiklah, bisakah kita mulai sekarang?". Ujar si penghulu yg sudah siap akan melakukan tugasnya.


"Kak, pliss ini terlalu cepat, aku belum siap." Protes Nadine lagi dengan suara pelan.


"Mari pak kita mulai."


Bukannya menjawab Nadine, Sam justru mempercepat prosesi itu. Ia merasa akan lebih baik ini di percepat, ia takut jika ia menundanya lagi akan ada pria pria lain yg berusaha merebut Nadine. Karena setelah mengetahui tentang Zayn dan Michele, Sam semakin yakin, jika hubungannya dan Nadine harus secepatnya di resmikan. Dengan begitu tidak akan ada lagi yg bisa membawa Nadine dari sisinya.

__ADS_1


__ADS_2