
"Zayn, akhirnya kamu bangun." Ucap Selly gembira sambil memeluk erat tubuh suaminya.
Setelah beberapa hari dalam keadaan koma, pria itu akhirnya bisa menggerakkan jari jarinya, membuka matanya pelan sambil menatap linglung sekitarnya yg terlihat asing.
"Maaf, kau siapa nona?". Gumam Zayn yg masih bisa terdengar oleh Selly.
"Maksud kamu apa Zayn? Apa kamu begitu membenciku?." Tanya Selly heran, menatap sendu pada pria di depannya.
"Zayn? Siapa Zayn? Apa itu namaku?".
"Sebentar ya, aku panggilkan dokter."
Selly pun pergi memanggil dokter, ia ingin memastikan kondisi Zayn. Ia takut pria itu memiliki luka yg parah di kepalanya, luka yg bisa membuatnya sampai lupa ingatan seperti ini.
"Bagaimana kondisi suami saya dok?". Tanya Selly begitu dokter selesai memeriksa.
"Syukurlah, kondisinya sudah jauh lebih baik. Namun sayang suami anda mengalami amnesia akibat benturan keras di kepalanya. Dan saya sarankan untuk sementara ini jangan memaksa dia memulihkan ingatannya. Karena hal itu bisa saja memicu rasa sakit di kepala yg amat sangat."
"Baiklah dokter terima kasih."
__ADS_1
Selly hanya bisa mendengus pasrah. Lalu menghampiri Zayn yg masih nampak bingung dengan apa yg sudah terjadi pada dirinya.
"Bagaimana kondisimu? Apa masih ada yg sakit?".
"Sudah lebih baik, jadi aku ini siapa? Dan kenapa aku bisa ada disini?".
Selly terdiam sejenak, menghela nafasnya dalam, lalu mulai bercerita.
"Namamu Zayn, kamu suamiku. Dan kenapa kamu ada disini aku juga tidak tau. Yang jelas kamu mengalami kecelakaan mobil tiga hari yg lalu." Jelas Selly.
"Benarkah? Apa ada bukti jika kita memang suami istri?".
"Baiklah aku percaya, tapi maaf aku belum bisa mengingatmu sekarang."
"Ya, tak masalah. Yg penting kamu sehat."
*****
Sudah beberapa hari Sam, Levin, juga beberapa rekannya berkeliling mencari keberadaan Nadine. Semua usaha yg sudah mereka lakukan tak membawa hasil, mereka tidak mampu melacak dimana dan dengan siapa gadis itu sekarang.
__ADS_1
"Nad.. Kamu dimana sayang? Apa kamu baik baik saja? Kamu sehat kan? Aku mohon kembalilah." Gumam Sam sambil menatap jalanan ramai di depannya.
Entah harus dengan cara apa lagi dia mencari, semua usaha dan kerja kerasnya seakan sia sia.
"Kakk.. Kakak.. Huh huh huh..." Teriak Levin yg berlarian berusaha menghampiri Sam dengan cepat.
"Ada apa?". Tanya Sam mengernyit heran.
"Aku menemukannya. Orangku mengatakan bahwa ia tak sengaja berpapasan dengan seorang pasien yg sangat mirip kak Nadine. Pasien itu dibawa ke ruang VVIP rumah sakit A setelah menjalani operasi."
"Benarkah? Ayo kita kesana." Ujar Sam antusias.
"Tunggu, sepertinya kita akan sulit menemuinya. Orangku bilang, ruang VVIP itu dijaga ketat oleh beberapa bodyguard yg terlihat sangat kuat, bahkan untuk mencari informasi tentang pria itu pun sulit." Jelas Levin sedikit kecewa.
"Tak masalah, tentang itu akan ku pikirkan nanti. Yg penting kita sudah menemukan lokasinya."
Dengan tangan kosong dan tanpa rencana Sam pergi ke rumah sakit A, di temani Levin juga beberapa orang kepercayaan. Rasanya kini Sam sudah tak mampu memikirkan hal lain lagi, ia hanya ingin melihat Nadine, mengetahui kondisi gadis itu, lalu segera membawanya pulang kembali ke negara asal mereka.
**tbc.
__ADS_1
😘😘😘**