Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep.40


__ADS_3

"Bisakah bapak menghentikan itu?". Protes Nadine saat mereka berdua dalam perjalanan pulang.


"Maksud kamu?". Tanya Sam tak mengerti.


"Berhenti bicara yg tidak tidak seperti tadi, apalagi menyebarkan gosip bahwa kita sudah menikah." Jelas Nadine.


"Bagiku itu bukan sekedar gosip Nad, aku memang berencana menikahimu."


"Tapi saya menolak, saya sama sekali tidak ingin menikah, juga tak berniat berkeluarga. Jadi saya mohon berhentilah pak, saya ingin sendirian dan hidup tenang. Namun jika bapak masih bersikeras seperti itu, maaf aku akan segera membayar hutangku kemudian pergi dari sini."


Perkataan terakhir Nadine sukses membungkam mulut Sam. Pria itu mencoba mencerna kata kata Nadine yg amat menusuk itu. Apa dirinya begitu buruk hingga Nadine menolaknya, bahkan mengancam akan pergi? Apa dia tak cukup pantas untuk mendapatkan cinta wanita itu?.


Setelah memikirkan kembali ucapan Nadine, Sam kini merasa marah, juga kecewa. Tanpa banyak bicara ia langsung melampiaskan kekesalan itu. Melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh dan tidak mengikuti aturan.


Nadine yg berada disisinya tentu tak tinggal diam, ia bahkan sudah menangis karena takut. Mencoba membujuk dan menasehati Sam agar berhenti.

__ADS_1


"Kak.. To tolong berhentilah. Apa kamu berniat membunuh kita berdua disini? Ku mohon hentikan!!." Bujuk Nadine untuk kesekian kalinya.


"Idemu tidak buruk. Setidaknya jika kita mati bersama, tidak akan ada lagi yg bisa memisahkan kita."


Bukannya berhenti Sam malah semakin mempercepat laju mobilnya, beberapa polisi pun sudah siap sedia dibelakang berusaha menghentikan Sam. Tidak tau apa yg akan terjadi selanjutnya. Yg jelas saat ini Sam tengah dikuasai amarahnya, dan tidak bersedia mendengarkan nasehat siapapun termasuk Nadine yg sudah menangis histeris disampingnya.


"Aku mohon hentikan kak! Kamu masih memiliki keluarga, saudara, orang tua yg sangat menyayangimu. Apa kamu tidak kasihan pada mereka jika kamu melakukan ini? Kamu tidak mengerti bagaimana rasanya kehilangan orang yg paling kamu cintai, itu sakit, sangat sakit sampai rasanya ingin mati."


"Jadi ku mohon berhentilah demi mereka.. Hikss..Hiksss.."


"Menikahlah denganku, lalu aku akan berhenti."


Permintaan Sam kali ini berhasil membuat Nadine kebingungan. Sekarang Sam sudah sangat memojokkannya, jika ia berkata tidak, kemungkinan besar akan terjadi sesuatu yg mengerikan pada mereka. Namun jika Nadine mengiyakan, itu artinya mereka akan benar benar menikah. Kedua pilihan itu sama sama Nadine benci, dan ingin sekali untuk tidak memilih salah satunya.


"Jawab aku!!". Bentak Sam kemudian.

__ADS_1


Mobil mereka masih dalam kecepatan penuh, menyalip kanan kiri bak pembalap profesional, bahkan sudah berkali kali hampir menabrak pengendara lain.


"A aku tidak bisa memilih, sungguh."


Mendengar jawaban yg tidak diinginkan membuat Sam justru semakin meliuk liukkan mobilnya, berlari kencang ditengah jalan raya yg sore ini nampak cukup ramai.


"Bagaimana? Sudah ada pilihan?". Tanya Sam lagi tanpa menatap Nadine.


"Arghh... Ya ya baiklah aku setuju."


Tukas Nadine yg akhirnya terpaksa mengiyakan. Dirinya sudah tidak tahan dengan situasi itu, untuk saat ini tidak ada jalan lain selain menuruti kemauan Sam, masalah menikah atau tidaknya bisa dipikirkan lagi nanti setelah mereka berdua selamat.


"Maafkan aku ya, ini tidak akan terjadi lagi. Aku akan lebih pelan."


__ADS_1


Seutas senyum akhirnya terbit diwajah tampan Sam, akhirnya ia berhasil membuat Nadine berkata iya. Meskipun cara yg ditempuhnya cukup ekstrim, setidaknya itu sebanding dengan hasil yg ia dapat. Yakni bisa menikah dengan gadis yg ia cintai.


Dan sekarang yg harus ia lakukan adalah menghindar dari kejaran polisi. Bagaimana pun juga ia sudah membuat masalah besar dijalanan. Tapi untung saja, perbuatannya itu tidak sampai membuat orang lain celaka.


__ADS_2