
Tak terasa sudah satu bulan Nadine bekerja di perusahaan Sam bahkan memiliki banyak teman disana. Malam ini Nadine dan beberapa anggota timnya akan datang ke pesta pernikahan Aqila dan Levin atasan mereka.
Dan disinilah mereka sekarang, ballroom hotel bintang lima. Nadine dan tiga temannya datang bersama sama, begitu datang mata mereka berbinar binar menatap takjub ke segala penjuru ruangan yg disulap dengan begitu indahnya.
"Wah.. Orang kaya memang beda yah, apalah daya kita yg hanya kentang." Ujar Rian mendramatisir keadaan.
"Baru nyadar ya?". Sindir Fani.
"Kalau kamu mau aku bisa bikin yg kayak gini buatmu Fan." Sahut Doni sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Idih amit amit." Jawab Fani bergidik ngeri.
"Teman teman aku ke toilet dulu ya, jangan kemana mana." Pamit Nadine lalu meninggalkan ketiga temannya.
Beberapa menit kemudian setelah menyelesaikan hajatnya ditoilet, Nadine tak sengaja melihat seorang pria yg dikenalnya tengah duduk sendirian di pojokan, pria itu terlihat murung dan sesekali mengusap wajahnya kasar, karena penasaran Nadine memutuskan untuk mendekat dan menyapa pria itu.
__ADS_1
"Malam pak." Sapa Nadine dengan formal.
Mendengar suara seseorang pria itu langsung mendongakkan kepalanya dan menghentikan aktifitasnya sejenak.
"Eh.. Kamu Nad?". Ucap Sam sedikit terkejut sambil menatap Nadine penuh selidik.
"Iya pak, mempelai wanita yg mengundangku." Jawab Nadine spontan, mengerti arti tatapan Sam yg sepertinya penasaran dengan kedatangannya.
"Lalu bapak kenapa bisa disini?". Sambungnya lagi.
"Baiklah pak, saya kesana dulu ya, mau ngasih ucapan selamat sama mereka." Pamit Nadine lalu bergegas kembali ke tengah pesta.
"Lain kali saat berdua jangan memanggilku pak, kau bisa memanggilku seperti biasanya." Tutur Sam setengah berteriak yg mendapat anggukan dan senyuman dari Nadine.
*****
__ADS_1
Setelah malam pesta itu, Nadine sudah tidak pernah melihat Sam lagi dikantor. Dan entah sejak kapan posisi ceo kembali dijalankan oleh tuan Reinand ayah Sam.
Banyak yg mengatakan jika pria muda itu pergi ke luar negeri melanjutkan S3nya, namun ada juga desas desus yg mengatakan bahwa Sam pergi karena sakit hati, patah hati karena ditinggal nikah oleh Aqila dan Levin.
Kehidupan orang orang kaya ini memang membingungkan, Nadine menjadi semakin tidak ingin memiliki hubungan dengan tuan muda kaya. Bagi Nadine, ia lebih baik memiliki suami dari kalangan biasa, yg bisa mencintai dan menerima segala kurangnya, dan yg lebih penting, keluarga prianya nanti bisa menerima latar belakang Nadine.
*****
Beberapa hari setelahnya Nadine mendapatkan keberuntungan yg luar biasa, ia diangkat menjadi kepala tim desain setelah Aqila dan Levin resign dari perusahaan itu.
Nadine tentu saja sangat bersyukur dengan pencapaian ini, namun disatu sisi ia juga sedih karena kehilangan satu temannya yaitu Qila. Wanita itulah yg selalu sabar mengajari Nadine di hari hari pertamanya bekerja, juga sering membantu Nadine saat ia menemukan kesulitan.
Semangat Nad, kamu pasti bisa. Lupakan masa lalu, masa depan yg cerah sedang menantimu.. Fighting!!.
Itulah kata penyemangat yg selalu Nadine ucapkan setiap memulai pekerjaannya. Mulai hari ini ia harus menata kembali hidupnya, merencanakan masa depan yg jauh lebih indah.
__ADS_1
Terpaku pada masa lalu hanya akan membuatnya kembali terluka, biarlah semua berlalu dan berjalan dengan semestinya. Meskipun cinta pertamanya gagal, Nadine percaya suatu saat nanti ia pun akan menemukan cinta sejati seperti yg ia impikan.