Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep.64


__ADS_3

Flashback on


Begitu sampai di tujuan, Sam langsung mencari tempat tinggal pria yg di duga telah membawa Nadine pergi. Karena hal itu bukanlah hal yg mudah, Sam pun meminta bantuan. Ia menyewa seorang peretas ahli, seorang mata mata, juga beberapa bodyguard milik Levin.


Bukan tanpa sebab, hal itu dilakukannya karena ia tau musuhnya kali ini tidak mudah. Pria itu memiliki kekuasaan, bukan orang sembarangan yg bisa di urus dengan cara sederhana.


Dan untuk para pihak berwajib itu, Sam sudah memutuskan untuk tidak meminta bantuan dari mereka lagi. Entahlah, rasanya ia sama sekali tidak bisa mempercayai mereka, bisa saja karena kekuasaan yg pria itu miliki, pihak berwajib akan menutupi semua informasi yg mereka ketahui, dan menyesatkan Sam dalam pencarian ini.


"Tuan, dari informasi yg berhasil saya curi, saya yakin ini adalah tempat tinggal pria itu."


"Baiklah, kau dan dia stay disini saja. Dan jika memungkinkan, tolong retas beberapa cctv di area jalan ini, aku yakin suatu saat aku akan membutuhkannya."


"Baik tuan."


Sam pun segera turun dari mobilnya di temani dua pria bertubuh kekar berseragam pengawal. Rasanya sudah tidak sabar lagi ingin segera memasuki rumah itu, bagaimana pun juga ini adalah kesempatan terakhirnya, harapan terakhir untuk bisa menemukan Nadine.


"Where is your boss? I want to meet him." Ucap Sam pada salah seorang penjaga gerbang disana, karena ia tidak bisa menggunakan bahasa negara itu, jadi ia memutuskan untuk menggunakan bahasa inggris saja.

__ADS_1


"Who are you? What business did you have with him?".


"We're business partner, he called me here."


"Well, let me take you there."


Sam tak menyangka akan semudah ini, hanya dengan beberapa kalimat karangannya, penjaga itu langsung mengantarnya masuk. Karena yg ia kira pebisnis hebat seperti pria itu akan memiliki penjagaan yg sangat ketat, tapi ternyata hanya sebatas ini.


"All right, take your seats. I will call him now."


Tak berselang lama, datanglah seorang pria tinggi tegap dengan wajah datarnya. Tanpa basa basi pria itu langsung duduk dan menanyakan maksud kedatangan Sam.


"What do you want?". Ucap pria itu menatap Sam dingin.


"Where is Nadine?". Jawab Sam to the point.


"Nadine? Who is she?"

__ADS_1


Pria itu mengerutkan dahinya, nampak berpikir, seolah olah tidak mengenali gadis itu.


"Permisi tuan, saya hanya mengingatkan satu jam lagi kita ada jamuan penting dengan ceo Park, harap anda segera bersiap setelah ini." Sahut salah seorang pria yg sepertinya bekerja pada tuan rumah itu.


"Aku tau, pergilah"


"Oh, nampaknya kau bisa menggunakan bahasa negaraku, aku jadi semakin yakin jika kaulah yg membawanya." Ucap Sam sarkas, sambil menatap tajam pria tampan di depannya.


"Tentu saja aku bisa, istriku berasal dari negaramu. Selain itu aku juga pernah menetap beberapa tahun disana. Dan untuk tuduhanmu itu, kau salah besar, aku tidak mengenal gadis bernama Nadine. Bahkan tidak pernah bertemu dengannya." Jawab pria itu.


"Hahahah.. Kau pikir aku bodoh? Sudah lama aku menyelidiki tentang hal ini, dan memang kau lah pria yg sudah membawa kekasihku pergi dari rumah sakit beberapa waktu lalu. Jadi katakan dimana dia!! Dimana Nadine?".


"Huh.. Dasar keras kepala. Jika memang aku yg melakukannya, tunjukkan aku bukti. Bukti yg benar benar menunjukkan bahwa aku telah membawa gadis itu pergi."


Sam sudah berada di ujung kesabarannya, pria itu tetap saja tidak mau mengaku, terus mengelak setiap tuduhan yg Sam katakan. Dan tentang bukti itu, Sam tak sengaja meninggalkannya di kantor, karena terlalu buru buru ingin segera datang ke negara ini untuk mencari Nadine.


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2