
Drrtt...Drrtt...
Getar ponsel cukup mengganggu konsentrasi Nadine yg tengah menyantap makan siangnya.
"Ya halo." Sapa Nadine sedikit kesal.
"Nadine....Apa kau melupakanku?". Jawab seseorang diseberang sana.
"Eh kamu Qi, ada apa?". Ujar Nadine langsung melembutkan nada bicaranya.
"Besok adikku akan menikah, kamu datang ya."
"Hmm.. Baiklah aku usahakan."
__ADS_1
"Yasudah aku cuma mau ngasih tau itu, bye. See you".
Meski jarang bertemu Nadine dan Qila tetap dekat dan berteman hampir lima tahun ini. Mereka sering belanja bersama, nongkrong bersama, kadang juga pergi piknik, bersama Felicia putri kecil Aqila.
*****
Disisi lain, nampak seorang pria tengah berdiri di balkon rumahnya. Menatap langit yg nampak cerah tanpa awan, burung burung berterbangan sambil berkicau riang menari nari diatas sana.
Dan tiba tiba, kepingan masa lalu kembali berputar dikepalanya, jika saja saat itu mereka tak dipaksa untuk berpisah, mungkin saat ini ia tengah menikmati hari bahagianya bersama istri dan anak anaknya yg lucu.
Entahlah mengapa Tuhan begitu kejam kepada pria lugu sepertinya.
"Siang bos." Tegur seseorang yg entah sejak kapan muncul dibelakangnya.
__ADS_1
"Ya.. Apa kau sudah mendapatkan semua informasi tentangnya?". Tanya pria itu sambil menghisap rokoknya.
"Sudah tuan, semua yg anda inginkan ada disini." Jawab lawan bicaranya sambil menyerahkan amplop coklat berukuran besar.
"Baiklah, kau bisa pergi."
Setelah menerima hasil dari informannya, pria itu langsung membuka amplop besarnya. meneliti satu persatu tanpa ada yg terlewat. Guratan bahagia samar samar nampak terlihat dari wajah tampannya. Ia sangat yakin usahanya kali ini pasti berhasil, apalagi gadis itu masih sendiri, besar kemungkinan mereka akan kembali mengulang masa lalu yg menurutnya indah itu.
Dan kini pria itu kembali menyusun rencana baru, lebih dari seribu cara ia siapkan untuk memancing perhatian gadis pujaannya. Sebenarnya ia pria baik, lembut dan tidak suka memaksa. Namun lima tahun itu sudah seperti siksaan baginya, segalanya telah berubah, menjadi baik hanya akan membuatnya kembali terpuruk seperti tahun tahun itu. Jadi jangan salahkan dia jika kini ia bersikap licik dan egois demi mendapatkan wanitanya kembali.
Kamu pasti juga masih mencintaiku, tunggu aku, setelah aku menyelesaikan masalah tumah tanggaku, kita akan menikah.
__ADS_1