Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep 9


__ADS_3

Aku sangat merindukanmu Nad, apa kamu juga merindukanku? Aku rindu senyummu, tawamu, perhatianmu. Andai aku punya sayap, aku pasti akan terbang dan segera menemuimu. Kamu baik baik kan disana? sudah makan? Aku harap kamu bisa menjaga dirimu dengan baik, tunggu aku ya!! Aku akan berjuang sekeras mungkin, setelah posisiku sudah lebih kuat, aku akan menjemputmu, kita bisa menikah, memiliki banyak anak, dan menua bersama. Ku mohon tunggulah aku!! Aku sangat mencintaimu.



Untuk kesekian kali air mata Zayn mengalir tanpa permisi, kecintaannya pada Nadine membuat hatinya lemah. Takdir memang sungguh kejam, mungkinkah dikehidupan yg lalu ia pernah berbuat dosa, sehingga Tuhan menghukumnya seperti ini.


Sudah tiga hari sejak mereka berpisah, sejak itu pula nafsu makannya hilang. Ia menolak makan apapun yg diberikan oleh pelayan, bahkan sang kakek yg turun tangan pun tak sanggup membujuknya makan. Zayn terus mengurung diri dikamar, membiarkan dirinya dalam kegelapan, bahkan ia mengkonsumsi obat tidur untuk memaksa matanya agar mau tertutup dan beristirahat.


Seorang gadis sederhana seperti Nadine ternyata mampu mempengaruhi hidup tuan muda kaya seperti Zayn. Entah apa yg dilihatnya dari gadis itu, yg pasti dalam kehidupan ini Zayn sudah memutuskan hanya akan memberikan hati dan cintanya untuk Nadine seorang.


*****

__ADS_1


Waktu berlalu begitu cepat, Nadine terus memikirkan perkataan pamannya kemarin, apa hari ini ia akan datang menagih hutangnya. Tapi sampai saat ini Nadine belum memiliki uang sepeser pun. Gaji bulanannya hanya tersisa beberapa ratus ribu saja, kemana lagi ia harus mencari uang sebanyak itu. Teman? Tapi siapa? Teman teman Nadine juga hidup sederhana sama spertinya, jadi tidaklah mungkin mereka memiliki uang dalam jumlah banyak.


Nadine terus berkutat dalam pikirannya itu, hingga tanpa sadar orang yg paling enggan ia temui hadir disana. Ya, siapa lagi kalau bukan sang paman.


"Bagaimana ponakanku? apa kau sudah menyiapkan uangnya?". Ucap pria baya itu dengan senyum smirknya.


"Bolehkah aku meminta waktu lagi paman? Aku sama sekali belum ada uang." Jawab Nadine mengiba.


"Dua tahun sudah dua tahun, tidak ada lagi perpanjangan. Aku mau uangku sekarang!". Bentak pria itu tanpa mempedulikan kondisi Nadine yg sebatang kara.


"Karena kau tidak punya uang, maka kau harus ikut denganku dan bekerja untukku." Ujar pria itu.

__ADS_1


Pekerjaan? Mungkinkah sang paman berbaik hati sehingga memberinya pekerjaan. Nadine menanggapi permintaan pamannya dengan pikiran positif. Ia pun langsung menyetujui hal itu tanpa curiga dan bertanya apapun.


Setelah mendapat persetujuan keponakannya, pria baya itu langsung memboyong Nadine ke kota. Ia sudah merencanakan banyak hal untuk ponakan cantiknya itu. Ia tak menyangka Nadine akan setuju dengan cepat tanpa berpikir panjang. Andai saja gadis itu tau jika paman kandungnya berniat menjual dirinya, mungkin ia akan kabur dan melarikan diri sekarang juga.


Perjalanan mereka cukup panjang, memakan waktu hampir dua jam lamanya.


Dan disinilah mereka sekarang, rumah kontrakan kecil yg berada di tengah kota. Karena mereka sampai disana tepat tengah malam, sang paman pun memutuskan untuk membiarkan Nadine beristirahat sejenak. Dan akan menjalankan niat jahatnya itu besok pagi.


"Masuk dan istirahatlah, kau akan mulai bekerja besok." Perintah sang paman yg mendapat anggukan dari Nadine.


Gadis itu langsung pergi ke salah satu kamar disana, merapikan semua barang bawaannya, lalu menutup mata dan tidur.

__ADS_1


Semoga saja pekerjaanku kali ini lebih baik dari kemarin, maaf ya teman teman aku tak sempat berpamitan dengan kalian, aku harap kalian tidak akan melupakanku. Doa Nadine, lalu segera kembali ke alam mimpinya.


Tbc.


__ADS_2