
Nadine merasa sangat buruk begitu kembali ke kantor, sudah dimaki maki, harus bertemu Zayn, ditambah lagi ia harus membuat ulang proposal itu sesuai perintah Nando. Dan akhirnya dengan sisa sisa tenaga yg ia miliki Nadine terpaksa lembur dan menyelesaikan semuanya.
"Ternyata sudah jam 7, Ya Tuhan lelahnya." Gumam Nadine sambil membereskan meja kerjanya.
Setelah beres dan rapi Nadine bergegas meninggalkan ruang kerjanya, berjalan sendirian dari lantai lima ke lantai dasar gedung itu. Dan bisa dilihat beberapa ruangan disana nampak sepi dan gelap, karena semua karyawan sudah pulang dari 4 jam yg lalu.
Rasa lelah, letih, juga lapar, akhirnya berhasil menyerang kesadaran Nadine. Kepalanya semakin lama semakin berdenyut, perutnya juga sudah mulai kram karena lupa makan sejak tadi siang.
"Sadar Nad!! Tinggal sedikit lagi." Ucap Nadine berusaha kuat, berjalan sambil memegang tembok disekelilingnya karena lemas.
Hingga saat ia tiba di lantai paling dasar, Nadine sudah tak mampu menahan beban tubuhnya, dan..
Bruk..
__ADS_1
Ia jatuh tersungkur dan tak sadarkan diri.
*****
"Bagaimana keadaannya dok? Apa dia baik baik saja?". Tanya seseorang dengan raut khawatirnya.
"Tenang tuan, nona baik baik saja, dia hanya lelah dan tidak makan dengan baik. Beberapa jam lagi dia juga akan sadar." Jelas si dokter sambil membereskan kembali peralatan medisnya.
"Baiklah, terimakasih. Kalau ada apa apa akan ku hubungi lagi."
"Sam, makanlah dulu. Biar mama yg menjaganya." Tutur seorang wanita baya yg entah sejak kapan sudah berada disana.
"Nggak ma, biar Sam sendiri. Makannya nanti saja setelah dia sadar." Tolak pria itu halus, laku kembali mengalihkan perhatiannya pada gadis yg terbaring itu.
__ADS_1
"Jangan keras kepala, kalau kamu sakit nanti yg jaga dia siapa?".
"Tapi ma..."
"Sudah jangan membantah!! sekarang kamu makan! Biar mama yg jaga dia."
"Yaya.. Baiklah."
Dengan berat hati Sam pun meninggalkan gadis itu bersama mamanya di kamar. Sejenak ia berpikir, memang benar apa yg dikatakan mamanya tadi, ia harus makan dan tetap sehat. Jika ia sakit maka tidak ada lagi yg akan menjaga gadis kesayangannya itu.
"Gadis yg malang, lekas sembuh ya nak." Ucap mama Sam sambil membelai lembut kepala gadis itu.
"Hiks.. Ibu ayah.. Nadine sangat merindukan kalian, Nadine kesepian disini, bawa Nadine bersama kalian." Racau gadis itu sembari menggenggam tangan mama Sam erat.
__ADS_1
"Ssttt.. Iya ibu disini. Nadine jangan sedih lagi ya." Tutur mama Sam mencoba menenangkan. Ia merasa iba dengan kondisi gadis didepannya ini, harus hidup dan mencari nafkah seorang diri.
Setelah menerima usapan dan tutur lembut itu, Nadine kembali tidur dengan tenang. Tangannya masih saja menggenggam erat tangan mama Sam, berharap akan bisa merasakan kasih sayang ini lebih lama lagi.