
Sam terus merengek pada mamanya juga Nadine untuk ikut berbelanja. Namun sang mama justru sengaja tidak mengijinkan Sam ikut, wanita baya itu hanya ingin berusaha lebih dekat dengan Nadine, membuat gadis cantik itu nyaman dan tidak merasa canggung lagi saat bersamanya.
"Ma, Sam ikut ya, ayolahh pliss." Rengek Sam yg sepertinya sudah ke seratus kali.
"Big no!! Mama pengen belanja sama mantu mama. Udah sana temenenin papa aja, jangan ganggu mama sama Nadine."
"Maa.."
"Yuk sayang kita pergi, biarin aja bayi besar ini nangis."
*****
Nadine dan mama Sam pergi ke pusat perbelanjaan terbesar di kota. Selain membeli bahan bahan makanan, mama Sam juga berencana membelikan Nadine pakaian, tas, sepatu, dan pernak pernik cantik lainnya. Ia cukup mengerti bahwa selama ini hidup Nadine kurang beruntung, hidup tanpa orang tua, juga harus berjuang mencari nafkah sendiri untuk dirinya. Karena itu lah, selain menjadi seorang mertua, mama Sam juga berniat untuk mengambil peran sebagai ibu bagi Nadine nantinya.
"Maaf tante tapi ini kebanyakan, baju Nadine masih banyak di rumah. Di kembaliin aja ya." Protes Nadine setelah mencoba hampir 10 pasang baju pilihan mama Sam.
"Sudah sayang nggak papa, nanti setengahnya taruh di rumah tante aja, buat ganti kamu kalau mau nginep."
"Sudah yuk, kita cari lagi yg lain."
Setelah dari toko baju, kini mama Sam menarik tangan Nadine menuju toko sepatu. Memilih dan memilah yg kiranya cocok untuk dipakai Nadine. Bukan hanya model modelnya saja yg bagus, namun harganya pun sangat fantastis. Seharga satu bulan gaji Nadine per pasangnya.
__ADS_1
"Sayang kamu coba ini, kayaknya pas deh dikaki kamu." Pinta mama Sam sambil menyerahkan sepasang flat shoes pada Nadine.
"I iya tan, bagus." Jawab Nadine jujur, sembari melihat penampilannya sendiri dari cermin.
"Setelah itu coba yg ini sama ini ya.."
"Emm.. Iya tante baiklah."
Sebenarnya Nadine merasa tidak enak terlalu dimanjakan seperti ini, dibelikan ini itu, barang mahal, branded, ada juga yg limited editon. Dia hanya gadis biasa yg sama sekali tak pernah bermimpi akan jadi cinderella, namun sepertinya Tuhan berkata lain, Tuhan mempertemukannya dengan Sam, orang tua Sam, bahkan sebentar lagi akan menjadi bagian dari keluarga kaya itu.
Nadine dan mama Sam berbelanja cukup lama, setelah jam menunjukkan pukul tiga sore, mereka berdua pun memutuskan untuk kembali pulang, pulang ke kediaman keluarga besar Sam tentunya.
"Kapan lagi pa bisa belanja sama anak perempuan mama. Qila sama Rena sudah sibuk sendiri, jarang bisa main kesini." Jawab mama Sam langsung ikut duduk disebelah suaminya.
"Oh ya Nad, kalau mau nyari Sam dia ada dikamar. Mungkin dia ketiduran dari tadi nungguin kalian nggak pulang pulang." Sahut papa Sam mengerti maksud Nadine yg sedari diam sambil celingukan.
"Eh i iya, yaudah Nadine bangunin kak Sam dulu ya om tan."
"Iya pergilah "
Sesuai arahan mertuanya, Nadine pun bergegas menuju kamar Sam, mencari pria yg mungkin saja masih merajuk karena tak diijinkan ikut berbelanja tadi.
__ADS_1
Tok..tokk..tokk..
Tokk..tokk..tokk..
"Kak, apa kamu didalam?".
Ceklek..
"Akhirnya kamu pulang, kemana aja sih hmm??".
"Kan udah dibilang tadi mau belanja."
"Tapi nggak ngajak aku."
"Kan mama yg minta."
"Lain kali aku harus ikut, aku nggak mau istriku yg cantik ini dilirik orang lain. Mereka harus tau kamu itu punyaku."
"Hmm.. Iya iya terserahmu saja. "
__ADS_1