
Setelah perdebatan yg panjang dan melelahkan akhirnya Nadine berhasil meninggalkan apartemen Zayn. Dilihatnya jam yg sudah menunjukkan pukul 7 malam, Nadine pun memutuskan untuk langsung pulang, masalah pekerjaan dan kepulangannya yg tiba tiba, akan dijelaskannya besok pada Nando atasannya.
Entah apa lagi yg akan direncanakan Zayn setelah ini, namun apapun itu sebisa mungkin Nadine akan berusaha menghindarinya. Bertemu dan bicara setiap saat dengannya bukanlah hal baik, meski tak bisa dipungkiri bahwa Nadine juga rindu dengan pria itu.
Sesampainya dirumah Nadine kembali merebahkan tubuhnya diranjang kesayangan, menatap langit langit kamar sambil mengingat lagi kejadian hari ini.
Jika nanti pria itu mencoba mengusik dan masuk kembali dalam hidupnya, pilihan terakhir Nadine adalah melarikan diri, pergi jauh sejauh jauhnya hingga Zayn tak akan bisa menemukannya lagi.
*****
"Baru pulang Zayn?". Sambut Selly begitu melihat suaminya memasuki rumah.
"Hmm.." Jawab Zayn singkat.
"Kenapa tidak pulang kemarin? Apa kau lembur?". Tanya Selly sambil membantu Zayn melepas sepatunya.
"Ya."
"Baiklah, aku sudah membuatkanmu sarapan. Ayo kita sarapan dulu." Ajak Selly lalu menggandeng Zayn ke meja makan.
"Bisakah mulutmu itu berhenti bicara? Aku muak mendengar suara jelekmu" Bentak Zayn sambil menghempaskan tangan Selly.
"Ma maf, aku hanya.."
__ADS_1
"DIAM!! Apa kau ingin aku membuatmu tidak bisa bicara selamanya hmm?".
"Pergi!! Jangan muncul didepanku sebelum aku memanggil."
Dengan berat hati Selly pun menuruti perintah Zayn, segera pergi dan mengurung dirinya dikamar.
Bukan pertama kali Zayn memperlakukannya seperti ini, bahkan ini bisa dibilang lebih baik karena Zayn hanya memakinya. Dulu saat ia tanpa sengaja menyentuh barang berharga milik pria itu, Selly hampir mati, ia dipukul dan dikurung tanpa diberi makan berhari hari.
Kejam memang, namun Selly selalu memaafkan. Rasa cintanya pada Zayn jauh lebih besar daripada rasa sakit yg ia terima.
*****
"Pagi bos." Sapa Nadine yg melihat Nando berjalan ke arahnya.
"Tenang saja, semuanya aman. Dan maaf bos saya kemarin langsung pulang tanpa pamit, magh saya tiba tiba kambuh." Jelas Nadine sedikit berbohong.
"Baiklah ku maafkan, lanjutkan pekerjaanmu."
Nadine menghela nafasnya panjang setelah Nando pergi. Ia terpaksa memakai alasan itu pada Nando, karena tidak mungkin baginya untuk bercerita jika ia pingsan kemarin karena bertemu dengan mantan pacar. Ya rasanya sedikit memalukan.
Hari ini tak banyak pekerjaan yg bisa Nadine lakukan, semua pekerjaan dan deadlinenya sudah ia selesaikan kemarin. Jadi ia memutuskan untuk beranjak dari mejanya dan pergi menyapa beberapa teman lamanya di tim desain.
"Halo man teman.. Yuhu.. Si cantik datang lagi nih.." Sapa Nadine dengan gaya narsisnya.
__ADS_1
"Tumben kesini? Nggak berduaan lagi sama pak Nando?". Ejek Fani dengan wajah pokernya.
"Haisssh.. Jangan bilang kamu cemburu?". Balas Nadine sambil tersenyum menggoda.
"No!! Fani milikku, mana mungkin dia cemburu." Sahut Rian.
"Woy jan ngaku ngaku!!". Sahut Doni.
"Ya ya.. Aku memang cantik, tapi sorry kalian berdua bukan levelku." Tukas Fani dengan nada sombongnya.
Mereka bertiga memang menyenangkan, selalu bisa meramaikan suasana, dan yg paling penting, Nadine bisa tersenyum melupakan sejenak beban dihatinya berkat candaan candaan mereka.
"Sudah sudah.. Bekerjalah dengan baik, nanti siang ku traktir makan bapao, haha.." Ujar Nadine menahan tawanya.
"Yaelah bapao, kirain apaan." Seru mereka bertiga bersamaan.
"Sudah ya aku kembali dulu, sampai jumpa nanti siang." Pamit Nadine lalu bergegas kembali ke meja kerjanya.
**Maaf rada garing, authornya lagi ga bisa mikir 😁
Jangan lupa like, komen, n vote nya ya.
Author usahain up lebih banyak nanti**.
__ADS_1