
Flashback on
Setelah menikah dengan Zayn, Selly sudah seperti tahanan rumah. Ia di kurung, tak diijinkan keluar tanpa seijin Zayn, juga tanpa pengawalan.
Namun pagi itu ia merasa tidak enak badan, perutnya mual, kepalanya pusing, badannya lemas hingga akhirnya tak sadarkan diri di kamar mandi miliknya.
Dan saat ia sadar, Selly sudah mendapati dirinya di rumah sakit, di temani dua pelayan, juga beberapa bodyguard di kanan kirinya. Ia bertanya apa yg sudah terjadi, bagaimana dia bisa tiba tiba berbaring disini, dengan infus yg menancap di tangan kirinya. Lalu salah satu dari mereka menjelaskan. Bahwa Selly pingsan, dan setelah melakukan pemeriksaan, dokter memberi kabar bahwa Selly tengah hamil. Karena itu lah dirinya kerap kali merasa pusing dan mual, yg berakhir dengan tidak sadarkan diri.
Mendengar kabar baik itu Selly sungguh merasa bahagia, harapannya selama ini akhirnya terwujud. Selly yakin, dengan adanya bayi ini Zayn pelan pelan akan bisa menerima dirinya, bisa segera melupakan wanita itu, wanita yg sudah menjadi cinta pertama sekaligus cinta mati Zayn. Wanita yg berhasil membuat Zayn hampir gila, juga hampir mati karena menggunakan obat obatan terlarang.
Namun siapa sangka, harapan tak seindah kenyataan.
Sore itu Selly merasakan kantuk yg amat sangat, ia berbaring di tempat tidurnya, dan beberapa menit kemudian sudah terlelap. Hingga keributan besar itu pun terjadi.
"Selly!! Dimana kau?". Teriak Zayn menggema memenuhi rumah besar itu.
Brakk..
Brakk..
__ADS_1
Brakk..
Selain berteriak, Zayn juga membuka pintu hampir setiap ruangan dengan kasar, bahkan membanting vas vas bunga yg berdiri dengan cantik disana.
Karena suara keras dan keributan itu, Selly terbangun. Ia langsung berlari mencari sumber suara, hatinya mulai gelisah. Ada perasaan takut yg tiba tiba hadir dan menahan langkah kakinya begitu mendapati sang suami tengah memporak porandakan seisi rumah dengan brutal.
"Rupanya kau disini". Gumam pria itu lalu berjalan mendekati Selly.
"Apa kau tau apa kesalahanmu?". Tanya Zayn, mengunci pergerakan Selly sambil menodongkan pistol padanya.
"A apa? A aku ti tidak tau Zayn." Jawab Selly ketakutan. Jantungnya serasa ingin keluar, merasakan dinginnya ujung pistol yg berjalan naik turun di leher jenjangnya.
Plak...
Satu tamparan mendarat di pipi mulus Selly, membuat tubuhnya yg tak seimbang jatuh terduduk di lantai.
"Katakan!! Katakan apa salahmu!!". Bentak Zayn lagi. Kemudian menarik rambut Selly kuat, dan membenturkannya ke dinding.
__ADS_1
"Su sungguh.. Sungguh aku ti tidak tau Zayn. Ta tapi apapun itu, aku minta maaf. Ampun, aku mohon ampuni aku."
Bukannya menjawab, Zayn justru kembali melayangkan pukulannya. Menamparnya berkali kali, juga menarik rambutnya begitu kuat.
Sedangkan para pelayan dan bodyguard yg melihat itu hanya bisa diam membisu, mereka semua tidak punya kemampuan untuk melawan, atau sekedar membantu Selly yg tengah disiksa. Semua pemandangan itu sudah kerap kali mereka saksikan, tuan mudanya adalah seorang pria yg kejam, bahkan bisa disebut sebagai psycopat. Namun sekali lagi, mereka hanya bisa melihat hal hal buruk itu dari kejauhan, sembari bergumam dan memanjatkan doa semoga nyonya mudanya akan baik baik saja.
"Din, semoga kali ini nyonya bisa selamat ya. Kasian, apalagi dia lagi hamil." Bisik seorang pelayan pada pelayan lainnya, sambil menatap iba Selly dari jauh.
"Iya La, andai aku jadi nyonya. Aku pasti sudah dari lama menceraikannya. Buat apa punya suami kaya, jika hampir tiap hati disiksa."
"Sssttt!! Sudah, diam kalian!! Lebih baik kembalilah bekerja, sebelum tuan muda memergoki kalian!". Sahut salah satu bodyguard yg ikut berdiri disana.
"Dasar botak, kau juga sedang mengintip mereka tau!!".
"Udah yuk La, kita ke dapur aja. Nggak tahan aku lihat nyonya kayak gitu."
"Iya ayo."
__ADS_1
Tuan muda memang sudah kelewatan, istri cantik kayak gitu bisa bisanya ia siksa hampir mati. Semoga Tuhan selalu melindungimu nyonya. Batin si bodyguard, lalu ikut pergi bersama dua pelayan tadi.
Flashback off