Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep.41


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yg cukup menguji adrenalin, Sam memutuskan untuk mengantar Nadine pulang. Gadis itu nampak pucat dan masih gemetaran, duduk terdiam disamping Sam tanpa mengatakan apapun.


"Sayang kita sudah sampai." Tegur Sam yg melihat Nadine masih duduk diam.


"Nad, are you okay?". Tegurnya lagi.


"Ah i iya sudah sampai ya, a aku masuk dulu kalau gitu."


Baru saja hendak turun, Sam sudah menarik Nadine duluan. Mendekap lembut tubuh mungil itu mencoba menenangkannya.


"Maaf, maafkan aku sudah membuatmu ketakutan. Maaf jika caraku melamarmu ini cukup aneh dan esktrim, tapi aku janji Nad, aku akan membuatmu bahagia. Kamu bisa memiliki keluarga baru, orang tua dan saudara yg juga akan menyayangimu sama sepertiku. Jadi aku mohon, terima aku ya, aku tidak akan pernah menyusahkan bahkan menyakitimu, aku akan selalu mencintaimu dan menjadikanmu wanita paling bahagia didunia."


Penuturan Sam yg panjang lebar itu cukup mampu menggerakkan hati Nadine, meski saat ini ia sama sekali belum mencintai Sam, namun ia akan berusaha, selama ini ia sudah cukup keras kepala dan menolak pria pria baik yg pernah melamarnya. Dan saat ini, mungkin ia bisa mencoba, menerima Sam terlebih dulu, dan belajar mencintainya.


*****


Cahaya hangat mentari sudah kian meninggi di langit, sejuknya pagi pun sudah mulai hilang, embun embun di daunan juga sudah mulai menguap dan mengering.


Seperti biasa Nadine berangkat kerja dengan jalan kaki, berjalan di sepanjang trotoar sambil menikmati pemandangan di pagi hari. Banyak lalu lalang kendaraan, anak kecil berseragam dan berlarian, juga beberapa orang yg sibuk dengan aktifitas masing masing.


"Hai Nadine." Sapa seseorang sambil merangkul pundak Nadine.


Nadine menghentikan langkahnya, menjauhkan tangan itu lalu menatap pemiliknya.


"Zayn, ngapain kamu disini?". Tanya Nadine heran, mendapati bos besar perusahaan sedang berada didepannya, bukan malah pergi bekerja.


"Mau ketemu kamu." Jawabnya sambil cengengesan.


"Aku merindukanmu Nad." Ucap pria itu lagi lalu menarik Nadine ke pelukannya.

__ADS_1


"Kamu apaan sih? Lepas!!". Berontak Nadine.


"Sebentar aja lima menit."


Pria itu semakin mengeratkan pelukannya, mengunci tubuh Nadine dan tidak membiarkannya pergi.


"Zayn lepas!!".


"Aku tidak mau ada yg salah paham, dan mengira aku simpananmu."


"Huhh.. Iya iya baiklah. Sepuluh detik lagi."


Namun tiba tiba,


Sreettt..


Bugh..


Bugh..


Bughh..


Bughh..


Perkelahian pun tak terhindarkan, para lelaki itu sangat kuat, dan cukup seimbang. Tidak ada yg mau mengalah juga berhenti melayangkan pukulan.


"Cukup!! Kalian berhenti!!". Teriak Nadine mencoba melerai.


"Jangan harap aku akan merelakan Nadine, Nadine hanya boleh jadi istriku."

__ADS_1


"Hahahah.. Cih.. Dasar pria sampah, satu wanita tidakkah cukup untukmu. Lagi pula Nadine sudah mengiyakan lamaranku, dan kita akan menikah."


"Kau yg sampah, selama aku hidup aku tidak akan membiarkan orang lain menikahi Nadine."


Bughh..Bughh..


Nadine yg sudah sangat cemas melihat kondisi mereka, memberanikan diri untuk mendekat, mencoba berdiri ditengah dan memisahkan mereka.


"Ku bilang cu.."


Bugh...


Mata Sam dan Zayn membulat sempurna begitu menyadari apa yg telah mereka lakukan. Nadine terluka, ia terkena pukulan saat mencoba melerai, bahkan hidungnya sudah mengeluarkan darah.


"Apa kalian puas? Apa kalian bisa berhenti sekarang?". Ujar Nadine membiarkan darahnya terus menetes.


"Ma maaf, maafkan aku Nad. Ayo kita kerumah sakit." Ucap Sam membantu Nadine berdiri.


"Tidak, Nadine akan pergi denganku, ayo Nad." Sahut Zayn merebut tubuh Nadine.


"Dia karyawanku, juga calon istriku, jadi aku lebih berhak daripada kau."


"Ku bilang cukup!! Aku tidak butuh kalian berdua. Lebih baik aku pergi sendiri."


Karena kesal, Nadine pun meninggalkan mereka berdua, mencegat taksi, dan segera pergi menjauh dari mereka.


Ya Tuhan, mereka benar benar menjengkelkan.


__ADS_1


__ADS_2