
Nadine terpaksa melayangkan tamparan pertamanya ke wajah tampan Sam. Ia menganggap pria itu telah kurang ajar dan bersikap tidak sopan karena berani mencuri ciumannya. Padahal seingat Nadine lima tahun lalu Sam adalah pria yg baik, bertanggung jawab, juga sopan. Tapi entah mengapa setelah mereka bertemu lagi Sam berubah menjadi seperti itu, tiba tiba menyatakan perasaannya, bahkan tanpa ragu mencium dirinya tanpa ijin.
Sore itu karena kesal Nadine pulang lebih dulu daripada Sam. Begitu jam kerja selesai ia segera merapikan barang barangnya dan bergegas pulang tanpa pamit. Karena jika diingat ingat lagi rasanya sedikit memalukan menjadi Nadine, hanya dalam dua hari ia sudah dicium paksa oleh dua pria berbeda, yg bahkan sama sekali tak pernah ia bayangkan.
"Ya Tuhan apa lagi rencanamu sekarang? Bagaimana mungkin aku bisa terjebak diantara pria pria itu. Aku hanya ingin bebas, menikmati hidupku dengan penuh suka cita, sedangkan pria pria itu hanya bisa membuatku marah dan kesal saja." Gerutu Nadine di sepanjang perjalanan pulangnya.
Tinn..Tinn..
Tiba tiba bunyi klakson yg cukup keras menghentikan langkah kaki Nadine, membuat si empunya penasaran dan segera mencari tau siapa dalang dibaliknya.
"Nad." Panggil pria itu dari dalam mobil.
Setelah dilihat beberapa kali akhirnya Nadine menyadari pria itu adalah Zayn.
"Haish.. Baru juga lepas dari yg satu, sekarang muncul lagi satunya." Gumam Nadine memutar bola matanya malas.
"Ngapain lagi kamu?". Tanya Nadine dengan nada ketus.
__ADS_1
"Ayo ikut aku." Pinta Zayn, turun dari mobilnya lalu menghampiri Nadine.
"Aku lelah, dan aku sibuk. Jadi tolong jangan menggangguku."
"Banyak alasan, sudah ayo ikut."
Tanpa basa basi Zayn langsung menarik tangan Nadine ke mobilnya.
"Kamu apa apaan sih?". Bentak Nadine berusaha melepas genggaman Zayn.
Ancaman Zayn yg terdengar tegas membuat nyali Nadine menciut, membuat gadis itu mau tidak mau ikut masuk ke dalam mobil dan pergi menjauh dari lokasi Nadine sebelumnya.
Setelah beberapa menit perjalanan, mereka berdua akhirnya sampai di tujuan, Zayn membawa Nadine ke danau buatan di pinggiran kota. Tempat dimana mereka berdua berkencan untuk pertama kalinya beberapa tahun yg lalu.
"Kenapa membawaku kemari?". Tanya Nadine to the point tanpa basa basi.
"Aku hanya ingin mengenang sekaligus mengulang kisah kita Nad. Kamu pasti masih ingat kan? Hari dimana aku menyatakan perasaanku padamu, dan saat itu juga aku baru tau jika selama itu kamu pun memiliki perasaan yg sama denganku." Tutur Zayn dengan ekspresi sendunya. Menatap lekat ke arah Nadine yg bahkan tidak sudi memandangnya lagi.
__ADS_1
"Aku mohon Nad, beri aku satu kesempatan lagi. Aku ingin memperbaiki semuanya, kita bisa kembali seperti dulu. Bukankah kita pernah berjanji akan selalu bersama? Bukankah kamu juga pernah berjanji hanya akan menikah denganku saja? Aku yakin kamu pasti masih mengingat semua itu". Sambung Zayn.
Pria itu berusaha meraih hati Nadine lagi, memohon dan mengiba dengan segenap perasaannya. Hanya Nadine yg ia mau, hanya Nadine seorang.
Nadine hanya bisa mendengus kesal, menghela nafasnya dalam dalam lalu mencoba membuat pria itu mengerti.
"Semua itu sudah tidak berlaku lagi semenjak lima tahun lalu. Mau dipaksa sekalipun aku masih akan tetap dengan pendirianku. Kita sudah berpisah Zayn, jalan kita sudah jauh berbeda. Sayangi dan bahagiakan saja istrimu, dan segera lupakan aku." Tutur Nadine.
"Tapi Nad.."
"Zayn dengarkan aku! Mencintai bukan berarti harus memilikinya. Akan lebih baik jika kamu bisa menghargai apa yg sudah menjadi milikmu. Dan jangan sia siakan sebelum nanti kamu menyesal."
"Mengapa Tuhan tega melakukan ini padaku Nad? Mengapa? Aku masih mencintaimu, masih sangat mencintaimu."
"Aku yakin kamu pasti bisa menjalani ini semua Zayn. Aku janji akan selalu disisimu, menjadi temanmu. Jadi aku harap kamu bisa mendengarkan perkataanku, dan segera menghilangkan perasaan yg tidak seharusnya ada diantara kita."
__ADS_1