Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep.39


__ADS_3

Pagi hari di rumah besar Zayn,


"Penyakit sialan.. Lagi lagi seperti ini, Arrgghh.."


Zayn meremas rambutnya kasar saat ia terbangun dalam keadaan tanpa busana. Bukan tanpa sebab, ini sudah yg kesekian kalinya ia menyentuh Selly karena penyakit halusinasi yg dideritanya. Dan setiap kali itu terjadi Zayn pasti akan memaksa Selly untuk minum pil kontrasepsi di pagi hari. Meskipun hubungan mereka sah dimata hukum namun Zayn enggan memiliki bayi dari wanita itu. Karena baginya, hanya Nadine yg pantas, dan hanya Nadine yg boleh jadi ibu dari anak anaknya kelak.


"Hey kau bangun!!". Perintah Zayn dengan nada tegas, lalu menarik lengan Selly yg masih nampak nyaman meringkuk di ranjang kingsize nya.


"Ambil ini dan minum!!". Sambungnya lagi sambil melempar botol yg berisi obat.


"Tapi Zayn, aku.."


"Cepat minum!!".


"Ba baiklah."


Dengan terpaksa Selly menuruti perintah Zayn dan berpura pura meminumnya.


Selama ini ia memang selalu pasrah dan mematuhi perkataan Zayn. Tapi untuk kali ini Selly ingin mencoba melawan, dan tidak meminum pil itu jika nanti mereka melakukannya lagi.


Maaf Zayn, aku harus melakukan ini. Aku sangat ingin memiliki anak denganmu, dan aku harap dengan adanya anak itu nanti pernikahan kita bisa selamat. Bisa membuatmu melupakan dia dan mulai menerimaku.


*****

__ADS_1


"Selamat pagi pak." Sapa Nadine yg berusaha menyesuaikan diri dengan pekerjaan barunya.


"Pagi juga tunangan." Jawab Sam sambil tersenyum manis menggoda Nadine.


Setelah saling sapa Sam segera masuk ke ruangannya, di ikuti Nadine dari belakang.


"Pagi ini jam 9 anda ada pertemuan dengan perwakilan X grup untuk membahas perpanjangan kontrak, pukul 12 siang ada kunjungan ke proyek baru di kota B. Dan setelah itu anda tinggal menandatangani beberapa berkas yg sudah saya urutkan sesuai permintaan anda kemarin." Jelas Nadine. Menyampaikan jadwal pekerjaan Sam untuk hari ini.


"Baiklah, lanjutkan pekerjaanmu."


"Dan ya satu lagi, selesaikan segera pekerjaanmu yg lain, karena nanti kamu yg akan ikut denganku ke kota B. Asistenku ada pekerjaan yg lebih penting, jadi kamu yg akan menggantikannya."


"Baik pak, kalau begitu saya permisi."


Begitu keluar dari ruangan, Nadine langsung mendengus kesal dan memaki Sam dalam hati. Ia yakin jika pria itu memang sengaja melakukannya, memintanya ikut ke kota B dengan alasan yg cukup masuk akal, agar bisa berduaan dan berbuat semaunya seperti kemarin yg ia lakukan.


*****


Tepat pukul dua siang Sam dan Nadine sampai di kota B. Dimana pabrik baru Sam sedang dalam proses pembangunan. Dan tentunya Nadine harus mengikuti kemana pun Sam pergi, mulai dari memeriksa bangunan yg hampir jadi, memeriksa beberapa peralatan dan mesin, juga sekedar menyapa para pekerja yg sedang sibuk disana.


"Selamat siang pak." Sapa para pekerja itu setelah melihat Sam mendekat.


"Siang juga, Kalian semua sudah makan siang?". Jawab Sam ramah lalu duduk di antara mereka.

__ADS_1


"Sudah pak, terima kasih makanannya. Kami jadi tidak enak hampir setiap hari mendapat bingkisan makanan mewah dari anda." Ucap salah satu pekerja.


"Jangan sungkan. Lagi pula kalian sudah bekerja sangat keras setiap hari, makanan itu harusnya tak sebanding dengan kerja keras kalian, terlebih lagi cuaca saat ini benar benar panas. Kalian pasti sangat lelah dan kesulitan." Tutur Sam.


"Haha.. Anda terlalu memuji. Kami semua merasa beruntung bisa bekerja pada anda, selain baik, anda juga sangat dermawan dan begitu perhatian pada kami."


"Oh ya pak, siapa nona cantik ini? Apa dia istri anda?". Sahut pekerja yg lain.


"Bukan, saya adalah.."


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Sam sudah meraih pinggang Nadine dan mengumumkan bahwa mereka memang suami istri.


"Benar sekali, wanita cantik ini adalah istriku." Ucap Sam bangga mempererat pelukannya.


"Wahh selamat ya pak, kalian terlihat cocok. Kami doakan semoga hubungan kalian langgeng, awet sampai maut memisahkan, dan segera diberi momongan."


Sam dibuat tersipu malu mendengar ucapan dan doa dari para pekerjanya, berbeda dengan Nadine. Gadis itu terlihat sekali menahan kekesalannya dan berusaha melepas dekapan Sam.


"Singkirkan tangan anda, atau aku akan.."


"Iya sayang kita pulang sekarang."


"Maaf ya bapak bapak sepertinya saya harus segera pulang, istri saya kurang enak badan. Selamat bekerja ya, kami pulang dulu."

__ADS_1


"Yuk sayang."



__ADS_2