
"Selamat siang tuan, anda sudah di tunggu tuan Aldo di ruangan." Sapa sekertaris Aldo sambil berjalan mengikuti Sam dari belakang.
"Baiklah." Jawab Sam lalu mempercepat langkahnya menemui Aldo.
Ya, selama Sam tidak di kantor, Aldo lah yg menangani semua urusan disana. Bisa dibilang posisi Aldo saat ini adalah wakil direktur.
Selain untuk memeriksa pekerjaan, tujuan utama Sam masuk hari ini adalah untuk menyelidiki lebih lanjut masalah gosip tentang dirinya, dan ia berencana untuk meminta bantuan Aldo agar masalah cepat di selesaikan.
"Kak akhirnya kau datang juga." Sapa Aldo begitu melihat Sam.
"Bagaimana perkembangan gosip itu? Berhasil di hilangkan?". Tanya Sam yg kini duduk tepat di depan Aldo, menatapnya dengan serius.
"Sudah berhasil di tekan sedikit, kita perlu berita yg lebih heboh lagi untuk menutupi gosipmu itu. Karena bagaimana pun gosipnya sudah beredar luas, kita tidak bisa membungkam semuanya. Dan untuk siapa pelakunya, belum berhasil ditemukan, mereka memakai alamat ip palsu, kantor gosip itu juga menolak memberitahu identitas si pengirim berita. Jadi kemungkinan ini akan sulit ." Terang Aldo sambil menatap fokus ponselnya, memeriksa perkembangan gosip Sam di media sosial.
"Huuhh.. Aku juga sudah menghubungi pihak Jessica, namun mereka bilang tidak tahu menahu tentang hal ini. Mereka juga belum mengambil tindakan apapun." Tukas Sam kecewa.
__ADS_1
"Sudah lah kak, jangan terlalu dipikirkan. Yang penting sekarang kau harus meyakinkan kakak ipar, jangan sampai ia salah paham dengan hal ini." Tutur Aldo, menepuk pundak Sam.
"Ya, kau benar. Kalau begitu aku pulang dulu. Aku harus membicarakan ini dan jujur pada Nadine. Terima kasih ya Al, kakak minta maaf selalu merepotkanmu."
"Hahah.. Jangan sungkan, kita saudara. Pergilah, dan hati hati dijalan."
*****
Hari ini Nadine mengajak Zee keponakan satu satunya untuk pergi ke taman kanak kanak, ya untuk apalagi kalau bukan mendaftar sekolah. Zee merasa senang dan betah tinggal bersama Nadine dan keluarga Sam, bahkan ia sendirilah yg merengek dan meminta agar bisa bersekolah disini.
Dan ketika mereka sedang beristirahat sejenak di foodcourt, tiba tiba ada seorang wanita memakai masker menghampiri, lalu ikut duduk bersama mereka.
"Maaf, anda siapa ya?". Tanya Nadine heran, menatap wanita itu dari kaki hingga kepala.
"Kau melupakanku nona Nadine?". Jawab wanita itu lalu membuka maskernya.
__ADS_1
"Nona Kyle? Ada perlu apa? Apa ada yg bisa saya bantu?". Ucap Nadine setelah mengenali wanita itu.
"Tidak ada apa apa, hanya kebetulan lewat dan ingin menyapa kalian. Apakah dia anakmu?". Ucap wanita itu sambil menunjuk Zee yg tengah asik dengan es krimnya.
"Dia keponakanku." Jawab Nadine.
"Emm.. Ku kira anakmu. Baiklah aku pergi dulu ya, jangan lupa menonton tv, ada banyak berita menarik hari ini. Bye, semoga kita ketemu lagi." Ujar wanita itu lalu pergi begitu saja.
Meski hanya basa basi, Nadine tetap merasa aneh dengan pertemuan yg tiba tiba ini. Apa memang hanya sekedar menyapa? Atau ada niatan lain? Dari raut dan senyum wanita itu saja sudah terlihat sangat palsu.
Hmm.. Sudahlah mungkin perasaanku saja.
"Mommy Zee capek, kita pulang aja yuk."
"Baiklah, Let's go!!".
__ADS_1