
"Sial, berani juga dia mengotori kantorku dengan tanaman2 itu."
Wajah sumringah Sam berubah seketika saat mendengar gosip yg baru saja tersebar luas di gedung perusahaannya. Mereka mengatakan betapa beruntungnya Nadine bisa memiliki kekasih yg sangat romantis juga kaya, bahkan mengiriminya seribu tangkai bunga mawar merah ke tempat ia bekerja.
Sam kesal, marah, juga merasa tersaingi dengan hal itu. Pria seperti Zayn ternyata tidak bisa dipandang remeh, meskipun sudah memiliki istri pria itu masih saja berusaha mengejar Nadine, bahkan dengan terang terangan seperti hari ini.
"Permisi pak, ada perlu apa ya memanggil saya?". Tanya Nadine pada Sam yg tiba tiba memanggilnya lagi ke ruangannya.
"Apa kamu keberatan jika aku membuang semua hadiah konyolmu yg di loby itu? Sangat tidak masuk akal, dan mengotori perusahaanku." Dengus Sam menahan kesal.
"Maaf pak saya pastikan hal ini tidak akan terjadi lagi, tapi untuk bunga bunga itu tolong jangan dibuang, saya sudah memesan jasa pengantar barang untuk mengambil semuanya. Jadi anda tidak perlu khawatir kantor anda akan segera bersih beberapa menit lagi." Tutur Nadine mencoba bernegoisasi.
"Apa kamu sangat menyukainya?". Tanya Sam kemudian, lalu menghampiri Nadine dan berdiri tepat didepannya.
"Iya bisa dianggap begitu."
__ADS_1
"Lalu bagaimana denganku?". Ujar Sam menahan emosi.
"Maksud bapak apa ya?".
"Aku tidak suka berbagi. Gadisku hanya aku saja yg boleh memberinya hadiah, dan hanya hadiahku yg boleh dia simpan." Tutur Sam yg semakin membuat Nadine tak mengerti.
"Mungkinkah bapak sedang memperingatkan saya?". Tukas Nadine, memberanikan diri menatap Sam. Berusaha mencerna pernyataan ambigu yg keluar dari bibir seksi itu.
"Bagus jika kamu mengerti."
"Maaf pak tolong jangan salah paham. Akan saya perjelas saya tidak bisa menerima lamaran bapak kemarin. Saya sudah sangat bahagia hidup sendiri seperti ini, tidak berniat menikah, juga berkeluarga, terutama dengan pria kaya seperti anda. Jadi tolong berhentilah mencampur adukkan masalah pekerjaan dengan masalah pribadi. Meskipun anda sudah banyak menolong saya, tapi saya juga masih memiliki hak untuk menolak apa yg tidak saya sukai." Tutur Nadine panjang lebar.
"Cukup Nad! Berhentilah menyamakanku dengan pria itu. Aku dan dia berbeda. Apapun yg terjadi aku tidak akan pernah meninggalkanmu seperti yg dia lakukan, aku pasti akan terus memperjuangkan kamu. Lagi pula kamu juga sudah mengenal keluargaku, mereka baik, dan bisa menerimamu. Jadi tolong pikirkan sekali lagi, aku pasti akan membuatmu lebih bahagia dari sekarang."
"Maaf pak saya masih tetap dengan keputusan saya. Kalau tidak ada apa apa lagi saya pamit undur diri melanjutkan pekerjaan, permisi."
__ADS_1
"Terserahmu saja. Kamu boleh masih tetap dengan keputusanmu, tapi aku tidak akan menyerah, aku akan terus menyukaimu, sampai kamu bisa melihat dan berjalan ke arahku."
Sreeett..
Cup..
Entah kesal atau ingin, Sam yg memang berdiri tak jauh dari Nadine segera menghentikan langkah gadis itu. Menarik tangannya kuat, lalu mendekapnya erat dan menciumnya. Ciuman yg lembut dan penuh perasaan.
**Tbc.
Minta dukungannya ya man teman, jangan lupa like, komen, votenya juga.
Author usahain nanti up lebih banyak lagi.
__ADS_1
Makasih ya yg udah nyempetin baca.
See you**.