Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep.48


__ADS_3

"Maaf tuan, nyonya besar mengundang anda dan nona muda untuk makan malam bersama di mansion, kalian berdua diharuskan datang, sekalian untuk membahas rencana ulang tahun nyonya yg akan dirayakan besar besaran." Tutur Bram setelah mendapat panggilan dari ibu Zayn.


"Cih.. Wanita itu selalu saja menggangguku. Baiklah, setelah ini kita langsung kesana, untuk gadis itu suruh supir lain saja menjemputnya."


"Baik tuan."


Sudah menjadi tradisi dari beberapa tahun belakangan ini, setiap ulang tahun ibu Zayn pasti akan mengadakan pesta besar, mengundang banyak tamu, terutama para pejabat dan kalangan sosialita. Dan pada saat itu juga dia pasti akan mengundang wartawan, sengaja ingin menjadi buah bibir, dan pusat perhatian satu kota.


Dalam pandangan publik, ibu Zayn adalah seorang pejabat yg baik, dermawan, murah hati dan selalu membantu masyarakat miskin. Tapi dalam kenyataannya, ia selalu bisa mengambil keuntungan dalam setiap kegiatan amal yg dilakukan oleh pemerintah. Entah dengan cara apa, yg pasti dia selalu saja lolos dalam sidak, dan selalu bisa berdalih disetiap pemeriksaan yg dilakukan oleh kantor pajak di kediamannya.


Tepat jam 7 malam, Zayn dan istrinya tiba bersamaan di mansion mewah itu. Mereka segera masuk tanpa saling bertegur sapa terlebih dulu. Seperti orang asing yg hanya saling tau nama tanpa saling mengenal.


"Kalian sudah datang, ayo ayo duduk, hari ini ibu sudah memasak makanan kesukaan kalian." Ucap Ratna antusias menyambut kedatangan Zayn dan Selly.


"Terima kasih ibu." Jawab Selly lalu duduk di samping mertuanya.


Sedangkan Zayn, ia langsung duduk, segera mengambil makanan lalu memakannya dengan cepat.

__ADS_1


"Kamu apa kabar nak? Apa Zayn masih menyakitimu?". Tanya Ratna sambil membelai lembut kepala Selly.


"Ah tentu saja tidak, ibu tidak usah cemas, Zayn sangat baik dan selalu perhatian padaku." Bohong Selly memaksakan senyumnya.


"Syukurlah kalau begitu, lalu kapan kalian akan memberiku cucu? Pernikahan kalian sudah lama kan?". Tanya Ratna lagi penuh harap.


"Aku sudah selesai, aku capek, mau tidur dulu." Sahut Zayn yg langsung pergi begitu saja.


"Itu anak masih saja tidak sopan."


"Iya, Selly ngerti kok bu. Tidak apa apa."


"Hmm.. Ibu merasa beruntung bisa menikahkan Zayn denganmu. Kalau ada apa apa jangan sungkan memberitahu ibu ya, ibu pasti akan membantumu."


"Tentu ibu, terima kasih."


Ratna memang lebih menyayangi Selly daripada Zayn putra kandungnya sendiri. Bukan tanpa sebab, semua itu karena Selly adalah gadis penurut, selain itu keluarga Selly juga berperan penting dalam mendukung Ratna di dunia politik, sehingga ia mampu menambah periode lagi kepemimpinannya di pemerintahan, seperti apa yg ia inginkan.

__ADS_1


*****


Sementara itu Zayn sudah berada di kamarnya, berbaring di atas ranjang empuk sambil menatap langit kamar yg ia biarkan gelap gulita. Andai saja pertanyaan ibunya tadi ditujukan untuknya dan Nadine, mungkin Zayn akan sangat antusias menjawabnya.


"Ibu doakan saja ya, kami sedang berusaha."


Kira kira jawaban itu lah yg akan Zayn ucapkan.


Aku merindukanmu Nad.. Tidak bisakah jika kamu saja yg menjadi istriku? Aku cuma mau kamu, cuma kamu.



Menangis dalam diam, terkadang itu lah yg akan Zayn lakukan saat teringat masa lalunya. Minuman keras, obat terlarang, semua itu hanya mampu membuatnya lupa sejenak saja, setelah pengaruhnya hilang, secara otomatis otaknya akan kembali memikirkan Nadine. Lebih parahnya, bukannya lupa, pil pil itu justru perlahan merusak tubuh Zayn, membuatnya kecanduan, bahkan hampir gila.


*****


Ya, terkadang patah hati memang bisa semenyakitkan itu. Dan jika sudah tak mampu menahannya lagi, kemungkinan besar mereka akan mencari cara instan untuk melupakan semuanya. Termasuk merusak dan membunuh dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2