Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep.32


__ADS_3

Pagi hari berikutnya semua berjalan normal kembali, Nadine sudah mulai bekerja seperti biasanya. Dan untuk pekerjaan yg berhubungan dengan NZ grup, masalah itu sudah diambil alih oleh Sam sendiri, karena menurutnya NZ grup adalah salah satu perusahaan yg paling sulit untuk diajak kerja sama.


Sementara itu di NZ grup saat ini tengah terjadi negoisasi sengit antara Sam dan Zayn. Pekerjaan mereka tanpa sengaja tercampur aduk dengan masalah pribadi yg disebabkan oleh Nadine. Keduanya sama sama hebat dalam berbisnis, juga sama keras kepalanya.


"Tuan Abrisham, saya bisa menyetujui perjanjian kerja sama ini, tapi tentu saja saya punya syarat yg harus anda penuhi." Tutur Zayn dengan senyum liciknya, sambil memandang rendah calon rekan bisnisnya itu.


"Dan perlu anda tau tuan Zayn yg terhormat, meskipun kerja sama ini bernilai ratusan juta, saya masih tetap dengan pendirian saya. Saya tidak akan pernah menyerahkan Nadine pada pria mana pun terutama anda pria yg jelas jelas sudah beristri. Lagi pula tidak sulit bagi saya untuk mencari rekan bisnis yg lain. Jadi jangan harap bisa merebut Nadine dari tangan saya." Tutur Sam tak mau kalah.


Semakin lama tatapan mereka berdua semakin tajam bagai pedang, keduanya keras kepala dan tidak ada yg bersedia untuk mengalah demi satu wanita bernama Nadine.


"Baiklah, kita lihat saja nanti, siapa yg akan jadi pemenangnya. Kalau tidak ada apa apa lagi silahkan pergi dari kantor saya. Saya masih banyak pekerjaan."


Dengan perasaan kesal dan marah Sam bergegas pergi dari gedung NZ grup. Ia tak menyangka Zayn akan mengajukan syarat yg sangat tidak masuk akal itu. Meskipun ia harus kehilangan ratusan juta, ia rela asal Nadine bisa terus disisinya.


Sekarang yg harus Sam lakukan adalah menyelidiki kembali masalah ini. Menggali informasi sedalam mungkin mengenai hubungan Zayn dan Nadine. Karena tidak mungkin jika Zayn yg terkenal hebat itu bisa mengajukan syarat konyol seperti itu tanpa ada sebab musababnya.


*****


Kringgg....

__ADS_1


"Ya halo, dengan Nadine divisi pemasaran, ada yg bisa saya bantu?".


"Baik pak, segera."


Tuttt..


Nadine mengernyitkan dahinya heran, ada angin apa tiba tiba presdirnya itu memintanya datang keruangannya, dari nada bicaranya tadi Nadine bisa menangkap kekesalan yg sedang Sam alami.


Tokk tokk tokk..


"Masuk."


"Duduk!". Perintah Sam yg langsung dituruti Nadine tanpa banyak bertanya.


"Apa kamu mengenal ceo NZ grup Zayn Alvarendra?".


Satu pertanyaan yg tak pernah terpikirkan oleh Nadine tiba tiba keluar dari mulut presdirnya ini.


"Apa kamu mengenalnya Nad?". Tanya Sam sekali lagi, menghampiri Nadine lalu ikut duduk disampingnya.

__ADS_1


"Emm.. Ya kami pernah saling mengenal lima tahun yg lalu." Jawab Nadine seadanya.


"Apa dia menyukaimu? Atau kalian pernah berkencan?".


Degh..


Jantung Nadine berdegub cepat mendapat pertanyaan seperti itu. Sudah sedari lama ia ingin mengubur dalam dalam masalah hubungannya dengan Zayn, dan kali ini tiba tiba saja ada yg ingin mengorek kembali luka lama itu, haruskan ia jujur? Ataukah tetap diam dan menyembunyikan segalanya?.


"Jawab aku Nad!!". Bentak Sam kemudian, ia sudah sangat kesal dengan Nadine yg terus bungkam dari tadi.


"Apa saya harus menjawab pertanyaan ini? Apa ini akan mempengaruhi hasil kinerja saya? Apa ini penting bagi perusahaan?".


Bukannya menjawab, Nadine justru bertanya balik pada Sam. Menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


Sam hanya bisa mendengus kesal sambil memijit pangkal hidungnya. Disatu sisi ia sangat penasaran dengan masa lalu gadis itu, tapi disisi lain, ia juga tak berhak memaksa Nadine bicara. Takut jika gadis itu akan marah dan malah menghindarinya.


"Baiklah, jika kamu masih enggan bicara. Biarkan aku yg mencari tau sendiri. Sekarang pergilah."


"Baik pak, permisi."

__ADS_1


__ADS_2