
Kamar itu gelap gulita, seorang wanita di dalam sana tengah meringkuk terikat di atas tempat tidur, dengan mulut yg juga di tutup dengan sehelai kain. Ia menangis, ketakutan, tak bisa berbuat apapun. Awalnya ia mengira akan bersenang senang malam ini, akan mendapatkan raga dan hati pria yg beberapa tahun ini ia cintai. Namun sayang, Tuhan berkehendak lain. Rencana licik yg sudah ia siapkan matang matang, tiba tiba di hancurkan oleh seseorang. Semua berbalik padanya, bukan ia yg akan menghancurkan hubungan orang lain. Tapi dia yg mungkin akan hancur setelah malam ini.
"Hahahah.. Ternyata calon istriku ini licik sekali." Ucap seorang pria yg tengah duduk di sisi ranjang, membelai lembut kepala wanita itu namun sedetik kemudian menarik rambutnya dengan kasar.
"Emh.. Mmm...mmp.." Lenguh gadis itu sambil menahan sakit di kepalanya.
"Sudah lama aku mencarimu sayang, ternyata kau sembunyi disini. Haha.. Sudah ku katakan berulang kali bukan? Kemana pun kau melarikan diri, cepat atau lambat aku pasti akan menemukanmu." Ucap pria itu lagi dengan seringai jahatnya. Tatapannya begitu tajam, auranya juga terasa kuat dan mendominasi, bagai serigala yg bersiap untuk menerkam mangsa di depannya.
"Ingat! Setelah malam itu, kau sudah menjadi milikku. Jadi jangan harap untuk bisa dekat apalagi menikah dengan orang lain. Atau dia akan mati." Ancam pria itu, lalu mencengkeram erat dagu gadis di depannya dengan satu tangan.
"Baiklah, kita sudahi hari ini. Baik baik disini dan patuhlah, atau kau akan menyesal."
__ADS_1
Gadis itu hanya bisa menangis, menatap pilu pada pria yg telah menghilang di balik pintu. Ia sama sekali tak menyangka akan mengalami hal konyol ini. Ia yg tadinya akan mengejutkan seseorang, namun justru dirinya sendiri yg mendapat kejutan. Sungguh ironis bukan? kini ia hanya bisa pasrah, tidak bisa berbuat banyak. Kaki tangan di ikat, mulutnya pun masih tertutup rapat. Bisakah ia tetap bertahan dalam kondisi ini? Entahlah, mungkin ini memang karma yg ia terima setelah hal hal licik yg pernah ia lakukan.
Siapapun tolong aku, hiks.. hikss.. tolong.. Batin gadis itu sambil menangis dalam diam.
*****
Sementara itu kini Sam sedang mati matian membujuk Nadine. Istri cantiknya itu masih saja marah, bahkan mengunci kamarnya dari dalam. Membuat Sam, orang tuanya, juga penghuni rumah yg lain kebingungan.
"Sebenarnya ada apa sih Sam? Kenapa tadi Nadine nangis? Kamu apain dia hmm?." Tanya mama Sam penasaran, ketika melihat Nadine tiba tiba mengunci Sam di luar kamar.
"Salah paham gimana? Nadine nggak pernah loh marah sampai kayak gini, pasti kamu yg udah keterlaluan." Ucap mama Sam yg curiga pada ulah anak lelakinya itu.
__ADS_1
"Jadi gini ma.."
Sam menceritakan semua yg telah ia alami hari ini, mulai dari masalah gosip, masalah Jessica, juga tentang Nadine yg salah paham terhadap hubungannya dengan Jessica.
"Ini jelas kamu yg salah. Harusnya kamu percaya sama istrimu, feeling seorang istri itu kuat Sam, jangan mau kamu dibodohi apalagi sampai tertipu sama yg namanya wanita. Jelas jelas dia tau kalau kamu sudah milik Nadine, harusnya dia jauhi kamu. Bukan malah memanggilmu untuk datang ke hotel..Apa kamu tidak takut gosipmu itu makin memanas? Apa kamu rela rumah tanggamu berantakan karena ini? Mama juga sependapat dengan Nadine, wanita itu pasti punya niat jahat, makanya ia memanggil kamu dan Nadine bersaman." Tutur mama Sam panjang lebar.
Wanita baya itu tak habis pikir, mengapa anak sulungnya yg sangat pintar dan hebat itu bisa sangat mudah tertipu. Bahkan lebih memilih untuk pergi melihat wanita lain, daripada mengejar istrinya sendiri.
"Hmm.. Ya sudah, semua sudah terlanjur terjadi. Mama doakan semoga Nadine bisa segera memaafkanmu, kalau gitu mama tinggal dulu, mau nyusul papa sama Zee main di taman belakang."
Setelah mendengar penuturan mamanya, Sam semakin merasa bersalah. Harusnya tadi ia mengejar Nadine, bukan malah mengkhawatirkan wanita lain.
__ADS_1
"Sayang, buka pintunya. Aku minta maaf, aku tau aku salah. Harusnya tadi aku dengerin kamu, ngejar kamu, bukan malah pergi cari Jessica. Sayang, aku mohon maafin aku, kamu boleh marah, pukul aku, tampar aku. Tapi pliss jangan kayak gini. Jangan diemin aku."
Sudah hampir setengah jam Sam berdiri di depan pintu kamarnya, mengetuk pintu sambil terus memohon ampunan Nadine. Terus mengiba dan berharap bisa dimaafkan. Tapi tidak, Nadine sepertinya terlanjur kecewa, dulu ketika mereka belum menikah, Sam berjuang sangat keras dan mati matian untuk mendapatkan cinta Nadine. Namun sekarang, saat hati dan tubuh Nadine telah menjadi milik Sam, pria itu justru memperlihatkan rasa kepeduliannya pada wanita lain. Dan hal itu lah yg berhasil membuat Nadine marah dan sangat kecewa. Entah berapa lama, yg pasti dia masih enggan memaafkan Sam.