Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep.45


__ADS_3


"Pagi calon istri.." Sapa Sam lembut begitu melihat Nadine masuk ke ruangannya.


"Eh.. Pa pagi pak." Jawab Nadine gugup, merasa malu menerima perlakuan romantis Sam dipagi itu.


"Sudah sarapan? Kalau belum sarapan dulu yuk diluar."


"Emm.. Makasih pak, tapi saya sudah sarapan. Sebenarnya saya kesini mau.."


"Sini duduk dulu." Sam memotong ucapan Nadine lalu menggiringnya ke sofa, dan ikut duduk disampingnya.


"Nanti malam jam 7 aku jemput ya, aku mau kenalin kamu ke mama papa sebagai calon menantunya."


"Hah??".


"Tapi pak.."


"Kenapa? Bukankah kamu sudah janji mau menikah denganku?".


"Iya tapi.. itu.."

__ADS_1


"Tidak ada alasan. Kamu tau sendiri bagaimana aku, kalau kamu mau ngingkari janji kamu, aku bisa saja lebih nekat dari kemarin." Ancam Sam sembari menatap Nadine tajam, mencoba mengintimidasinya.


"Ba baiklah, iya terserahmu saja." Pasrah Nadine.


"Pinter, aku tinggal kerja dulu ya sayang biar nanti bisa pulang cepet. Kamu juga semangat kerjanya."


Cup..



Gagal total, semua persiapan yg dilakukan Nadine semalaman menjadi berantakan. Jauh dari ekspestasi dan perkiraannya. Harusnya pagi ini ia memberikan uang itu, mengembalikan cincin Sam lalu menyerahkan surat pengunduran diri. Namun siapa sangka belum sempat ia mulai, Sam sudah terlebih dulu memperingatkannya. Secara tidak langsung Sam mengingatkan bahwa Nadine sudah tidak bisa lepas darinya, dan tidak akan pernah.


Kenapa kamu nakal sekali sih kucing kecil? Mau kabur ya? Jangan harap.


*****


Nadine berjalan lesu ke meja kerjanya, segenap keberanian yg ia kumpulkan perlahan hilang karena perlakuan Sam. Ia bingung harus bagaimana sekarang? Apa pernikahan ini akan terjadi? Tapi sejujurnya Nadine masih merasa takut untuk memulai. Takut suatu hari Sam juga akan meninggalkannya sama seperti Zayn. Takut keluarga besar Sam akan menyulitkannya juga saat nanti tau latar belakang dan asal usulnya.


Meskipun jika di pikirkan lagi, sebenarnya tidak akan rugi bisa menikah dengan pria tampan dan baik seperti Sam. Justru itu merupakan sebuah keberuntungan.


"Pagi nona.." Sapa seorang office girl yg membawa satu kotak besar ditangannya.

__ADS_1


"Iya, ada apa ya mbak?". Tanya Nadine mengernyit heran.


"Ini ada paket untuk anda, tadi kurir yg mengantarnya kemari. Katanya untuk nona Nadine." Jelas gadis itu lalu menyerahkan kotaknya pada Nadine.


"Emm ya baiklah, makasih ya mbak."


Nadine mengerang frustasi begitu tau nama pengirim paket itu. Ya siapa lagi kalau bukan Zayn. Baru saja sehari tidak bertemu dan diganggu olehnya, kini dia malah kembali bahkan mengirimkan hadiah.


Buka?


Enggak?


Buka?


Enggak?


Emm.. Buka aja deh..


Dan tara..


Kotak itu berisi satu tiket liburan ke hawai, berisi baju casual yg manis, juga sepatu yg nampak elegan dan mahal.

__ADS_1


Nadine berpikir apa Zayn sebodoh itu hingga memberinya hadiah seperti ini? Mereka sudah tidak ada hubungan lagi, bahkan pria itu juga sudah menikah, harusnya ia tau akan sangat mengerikan jika nanti ibu dan istrinya tau akan hal ini. Bahkan mungkin mereka semua akan mencap Nadine buruk, dan menuduhnya sebagai pelakor.


Karena tak ingin hadiah itu sia sia, Nadine pun memutuskan untuk memberikannya pada orang lain. Dia tidak bodoh hingga harus menyimpannya, apalagi kalau Sam tau, pria itu pasti akan marah, lebih parahnya kejadian pertengkaran kemarin mungkin bisa saja terulang kembali.


__ADS_2