
Begitu sudah yakin dengan hati dan perasaannya, Jessica langsung menyusul Sam kembali ke Indonesia. Sekaligus mengunjungi makam neneknya yg ada disana.
Awalnya semua berjalan lancar, sampai ketika Jessica tau jika Sam menyukai gadis lain, hal itu membuat hatinya hancur, lebih sakit dari apapun.
Hingga suatu pagi tiba tiba ada berita mengejutkan, yg mengatakan jika gadis yg Sam cintai menghilang secara misterius sebelum pesta pertunangan. Jessica merasa iba, namun tak bisa di pungkiri bahwa hal itu juga membuatnya merasa senang. Ia sangat berharap, sangat memohon pada Tuhan agar bisa merebut hati Sam, dan agar gadis itu tak pernah kembali lagi.
Namun sayang, Tuhan kali ini juga tak berpihak padanya. Hanya dalam beberapa hari, Sam berhasil menemukan gadis itu. Bahkan telah menikah dengannya.
Bagai luka tersiram garam, Jessica merasakan sakit yg amat sangat. Ia tak tau lagi harus bagaimana. Hidupnya, masa depannya, bahkan kini cintanya, semua itu hancur sudah.
Lambat laun perasaan sakit hati dan frustasi yg Jessica miliki membuatnya hilang akal. Ia merencanakan sesuatu yg tidak bermoral, berencana menjebak Sam agar bisa mendapatkan pria itu seutuhnya. Semua rencana itu awalnya berjalan sangat lancar, sudah ia siapkan dengan sangat matang dan sangat hati hati.
Namun tiba tiba, hal yg paling tak pernah Jessica pikirkan terjadi. Ternyata pria yg pernah menidurinya dulu muncul hari itu, membawanya pergi lalu mengurungnya di suatu tempat yg sangat gelap dan kotor.
Dan disitulah penderitaan Jessica dimulai. Hampir setiap hari ia selalu disiksa dan di setubuhi oleh pria asing itu. Jessica tak berdaya. Dunianya sudah benar benar hancur sekarang.
Tangis dan air matanya tak berguna lagi, tenaga dan emosi sudah terkuras habis. Tidak ada yg bisa menolongnya, bahkan dirinya sendiri.
*****
Sore hari di kediaman Sam.
__ADS_1
Semenjak hamil Nadine memiliki kebiasaan baru yg cukup unik, ia sering kali bersikap imut dan manja di depan Sam. Seringkali merengek dan menangis tanpa sebab. Membuat pria itu gemas dan tak tega jika ingin menolak permintaan Nadine.
"Kak Sammm!!". Teriak Nadine dari dalam kamar yg membuat Sam langsung berlari secepat kilat.
"Ya sayang, kenapa? Ada yg sakit? Mau ku panggilkan dokter? Atau kita ke rumah sakit aja sekarang?". Cerocos Sam tiada henti.
"Aku mau cheescake." Ucap Nadine bergaya imut.
"Hmm.. Kirain ada apa, yaudah kamu tunggu sini ya, aku beliin." Tutur Sam langsung mencari kunci mobilnya dalam laci.
"Nggak, aku maunya kamu yg bikin." Cegah Nadine masih dengan gaya imutnya.
"Istriku gemesin banget sihh, makan kamu boleh nggak? Hmm.."
"Kenapa gitu? Pengen di cium?".
"Nggak mau."
"Dikit aja ya, biar semangat aku masaknya." Rayu Sam, mencoba bergaya seimut mungkin.
__ADS_1
"Yaudah."
"Cup."
Kecupan singkat mendarat di pipi Sam.
"Nggak gitu sayang, sini aku ajarin."
Sam langsung menarik Nadine, merapatkan posisi mereka lalu menyambar bibir mungil Nadine dengan cepat.
"Emhh.. St..Stop!". Protes Nadine setelah merasa hampir kehabisan nafas.
"Hehe.. Makanya jangan imut imut gitu, akunya kan jadi nggak tahan pengen makan kamu." Canda Sam belum melepaskan dekapannya.
"Kenapa kakak jadi mesum gini ya?". Ucap Nadine heran, menatap Sam dengan mata polosnya.
"Sama istri sendiri kan nggak papa." Jawab Sam sambil cengengesan.
"Udah sana ih, katanya mau bikinin cheescake. Baby nya udah pengen. Kakak mau nanti dia jadi ileran? Nggak kan? Udah sana buruan". Sergah Nadine lalu mendorong Sam keluar kamar.
"Iya iya baiklah. Tunggu ya sayangku, papa masak dulu "
__ADS_1