
Pria bernama Sam itu benar benar menepati janjinya. Siang ini setelah Nadine diijinkan pulang, dia langsung mengajak Nadine ke rumah yg beberapa waktu lalu ia beli. Rumah mungil sederhana namun terlihat bersih dan nyaman untuk ditinggali Nadine seorang diri.
"Ini rumah barumu, masuk dan lihatlah." Ucap Sam menyadarkan Nadine yg masih diam terpaku melihat rumah barunya.
"Eh.. I iya kak.." Jawab Nadine gugup lalu mengikuti Sam masuk.
Wajah Nadine kini nampak lebih cerah dari biasanya. Namun dari ekspresinya ia seperti tidak percaya dengan apa yg ia lihat.
Dengan cekatan, Sam menuntunnya masuk ke dalam rumah itu, membawanya berkeliling dan menunjukkan letak kamarnya.
Selain rumah dan perabotan, ternyata Sam juga menyiapkan beberapa pasang pakaian di lemari kamar Nadine, bahkan pria itu juga membelikan bahan makanan lumayan banyak untuk Nadine memasak nanti.
"Hiks.. Hiks.. Aku sangat bersyukur dipertemukan denganmu kak. Sangat sangat bersyukur.". Gumam Nadine sambil menangis terisak didepan Sam.
"Jika kamu bersyukur maka senyumlah, jangan membuang buang lagi air matamu seperti ini." Hibur Sam lalu mengusap lembut kepala Nadine berusaha menenangkannya.
__ADS_1
"Dan ya, mulai besok kau bisa bekerja di perusahaanku. Datanglah jm 8 ke RHD grup, aku sudah memilihkan posisi untukmu." Sambung Sam.
"Tentu, aku akan bekerja sekeras mungkin dan mengembalikan semua uangmu. Aku janji." Ucap Nadine penuh semangat.
*****
Sementara itu, dibagian bumi yg lain. Nampak seorang pria tengah melampiaskan amarahnya. Ia mengamuk didalam kamar sambil melempar apapun yg ada didepannya, bahkan saking marahnya pria itu melayangkan tinjunya ke kaca rias di kamar itu. Tangannya terluka, buku buku jarinya mengelupas terkena pecahan kaca yg juga ikut menancap disana.
"Wanita jahat!! Apa lagi yg kau lakukan hah!! Apa kau benar benar ingin aku mati? Katakan!! Katakan!! Argghhh.."
Ia terus melempar, membanting, bahkan menyakiti dirinya sendiri. Ia sudah sangat sangat kecewa dengan kelakuan ibu kandungnya. Setelah berhasil memisahkannya dengan gadis yg amat ia cintai, kini lagi lagi sang ibu kembali membuat ulah, wanita baya itu membuat pengumuman tentang pertunangannya dengan gadis lain di berbagai media.
Sang kakek yg tiba disana pun sontak terkejut, ia tak menyangka cucunya yg lembut itu bisa murka dan semarah ini. Ia langsung berlari ke arah pria muda itu mencoba membuatnya tenang.
"Zayn, cukup nak, sudah cukup. Lihatlah jari jarimu terluka. Sudah ya nak." Bujuk kakek berusaha menggapai tangan Zayn.
__ADS_1
"Wanita itu sudah sangat keterlaluan kek, cukup sudah aku bersabar dengan tindakannya, memisahkanku dari Nadine, lalu sekarang apa? Dia justru ingin aku menikah dengan gadis lain. Apa dia sungguh tak memiliki hati? Apa dia reinkarnasi iblis kek? Katakan!!".
Plak...
Satu tamparan keras tiba tiba saja mendarat dipipi kiri Zayn, membungkam mulut pria itu yg terus mengatakan hal hal buruk tentang ibunya.
"Cukup Zayn!! Ku bilang cukup!! Aku tau kau sangat membenci putriku, tapi tetap saja dia wanita yg sudah melahirkanmu. Tidak sepantasnya kau mengatakan hal hal buruk seperti itu pada ibumu sendiri." Bentak William, ia sudah sangat geram dengan cucu satu satunya ini.
"Hahahaha.. Ibu? Kau bilang dia ibuku?? Cih.. Dengar tuan William yg terhormat! Sejak wanita jahat itu mengirimku kemari, ibuku sudah mati. Kau dengar?? Ibuku sudah mati".
Brakkk..
Zayn pergi begitu saja setelah berteriak pada kakeknya. Dirinya sudah benar benar dibutakan oleh amarah, logikanya sudah tidak bekerja lagi, dalam pikirannya hanya ada wajah Nadine yg mungkin saja marah saat ini, gadisnya itu pasti merasa sakit hati mendengar kabar pertunangan itu. Dan lebih buruknya lagi, Nadine pasti akan segera melupakannya dan pergi dengan pria lain.
__ADS_1
Zayn si sadboy
Jangan lupa like, komen n votenya ya man teman. Thank you 😘😘😘😘🤗