Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep.49


__ADS_3

Malam ini Nadine berdandan dengan sangat cantik, tubuh mungil berbalut gaun biru, rambut dibiarkan terurai panjang, tak lupa riasannya yg nampak natural namun tetap menawan.


"Sudah siap tuan putri?". Tanya Sam sambil menyerahkan lengannya agar digandeng oleh Nadine.


"Bisakah ini dibatalkan saja? Aku takut."


"Jangan takut, kan ada aku. Aku yakin mereka pasti bisa nerima kamu. Udah yuk masuk."


Setelah menghela nafasnya berkali kali, Nadine pun memantapkan langkahnya dan berjalan masuk ke rumah besar Sam. Meskipun sudah pernah menginap disana, tetap saja ada perasaan takut dan gugup, Nadine takut orang tua Sam tidak bisa menerima latar belakangnya, terutama asal usulnya yg hanya orang biasa.


"Wah.. Kalian sudah datang." Sambut hangat mama Sam, memeluk Nadine sekilas, lalu menggiringnya untuk ikut duduk bersama.


"Apa kabar om, tante?". Sapa Nadine ramah, sambil berusaha setenang mungkin.


"Baik nak, kamu apa kabar? Kok nggak pernah main lagi kesini?".


"Emm.. Iya tante, beberapa hari ini memang sering lembur banyak kerjaan"


"Kita makan dulu yuk, nanti dilanjut lagi ngobrolnya." Sahut papa Sam.


Satu jam kemudian setelah makan malam, mereka duduk santai diruang keluarga sambil ngobrol ringan, menceritakan semua hal tentang Sam, juga Nadine yg akhirnya ikut bercerita tentang masa lalunya.

__ADS_1


"Ma, pa, aku mau acara pertunanganku sama Nadine dipercepat aja." Ucap Sam tiba tiba, memulai rencana yg sudah lama ia siapkan.


"Bagus dong, mama setuju."


"Iya, papa juga setuju. Gimana kalau minggu depan?".


"Eh.. Bukankah itu terlalu cepat om?".


"Aku setuju pa, lebih cepat lebih baik."


Merasa sudah tak bisa menolak lagi, akhirnya Nadine pun pasrah. Menerima semua keputusan final tentang acara pertunangannya yg akan diadakan minggu depan.


Apa lagi orang tua Sam nampak antusias, mereka bahkan langsung menerima dan mengakui Nadine sebagai menantunya. Berbeda jauh dari apa yg Nadine bayangkan dan takutkan selama ini.


"Ayolah jangan sungkan, kan bentar lagi juga udah jadi mantu tante. Nginep aja ya, sekalian besok temenin tante belanja." Bujuknya lagi.


"Eh.. Emm iya tante baiklah." Pasrah Nadine kemudian.


"Nah, gitu dong. Ayo tante antar ke kamar kamu, nanti tante pinjemin bajunya Qila buat kamu ganti."


Lagi lagi Nadine hanya bisa pasrah, tak kuasa menolak permintaan calon mertuanya. Ingin meminta pertolongan Sam juga percuma, justru pria itu merasa senang dan tersenyum penuh kemenangan melihat mamanya sibuk membujuk Nadine untuk tetap tinggal.

__ADS_1


*****



Sentuhan hangat nan lembut dipipi Nadine berhasil membangunkan tidur lelap gadis itu. Ia mengerjapkan matanya berkali kali berusaha untuk sadar sepenuhnya. Ketika matanya benar benar terbuka sempurna, Nadine terkejut mendapati Sam yg entah sejak kapan sudah berbaring diranjang yg sama dengannya.


"Kyaaa... Kamu ngapain disini?".


Teriak Nadine sambil mendorong tubuh Sam agar menjauh.


Bukannya menjauh, Sam justru semakin mendekatkan dirinya pada Nadine, mengunci pergerakan gadis itu lalu mengecup keningnya lama.


"Pagi istriku.." Ucap Sam kemudian, tanpa menjauhkan tubuhnya se centi pun dari Nadine.


"Kakak apaan sih? Pergi sana!! Kalau ada yg lihat gimana?". Protes Nadine sambil terus berontak dan berusaha mendorong Sam.


"Yaudah iya, kamu mandi gih, udah jam 8 ini."


"What??"


"Aduh, kok nggak bangunin dari tadi sih.."

__ADS_1


Tanpa basa basi lagi Nadine langsung berlari ke kamar mandi. Ia hanya takut calon mertuanya nanti akan merasa ilfeel padanya karena ia bangun agak siang. Bagaimana pun juga Nadine adalah anak gadis, sudah seharusnya ia bangun lebih pagi, membantu memasak, juga membersihkan rumah, seperti kebiasaan yg selalu dilakukannya dulu saat masih bersama orang tuanya.


Sedangkan Sam, ia hanya tersenyum gemas melihat tingkah Nadine. Ia sengaja bangun lebih pagi, masuk ke kamar Nadine, lalu ikut berbaring di sampingnya.


__ADS_2