
Di tempat yg berbeda,
"Daddy, kakak cantik itu mommy nya Zee kan? Iya kan?". Celoteh gadis kecil yg tengah memandangi wanita terlelap di atas brankar rumah sakit.
"Zee suka sama kakak cantik itu?".
"Iya, kakak cantik mirip mommy. Dia pasti mommy nya Zee."
"Permisi tuan, pesawatnya sudah siap. Nona sudah bisa di pindahkan sekarang." Sahut salah seorang pria berseragam pengawal.
"Baiklah, pindahkan sekarang. Dan kalian harus sangat hati hati jangan sampai dia terluka lagi."
"Siap tuan."
Wanita tidur itu pun di bawa pergi dengan pesawat, mereka berniat membawanya untuk melakukan pengobatan terbaik di luar negeri, karena si wanita mengalami pendarahan di kepala yg cukup serius akibat benturan keras yg terjadi beberapa waktu lalu.
*****
Sam sudah mengerahkan banyak orang, melapor pada pihak berwajib, juga mengelilingi seluruh tempat yg biasa Nadine kunjungi.
__ADS_1
Sudah hampir 10 jam sejak gadis itu menghilang tanpa kabar, jejaknya tak di temukan dimana pun, dan sialnya di sepanjang jalan menuju rumah Nadine tidak ada satu cctv pun yg berfungsi dengan baik.
Sedangkan keluarga Sam, mereka semua juga turut cemas, mereka terpaksa menghubungi pihak hotel dan para kerabat yg lain untuk menunda pertunangan itu.
"Nadine kamu dimana nak? Semoga kamu baik baik saja ya sayang." Gumam mama Sam sambil berjalan mondar mandir di ruang keluarga.
"Apa mungkin dia ada masalah dengan kakak lalu kabur?". Sahut Aldo adik bungsu Sam.
"Iya semoga saja begitu, yg aku takutkan Nadine di culik, lalu.."
"Husstt!! Jangan ngomong sembarangan Qi!". Tukas Reinand papa Sam.
Saat ini keluarga besar Sam memang tengah berkumpul, berencana menikmati pesta pertunangan yg awalnya akan berlangsung beberapa jam lagi. Namun naas, semua rencana dan niat itu harus pupus karena sang mempelai wanita tiba tiba menghilang entah kemana.
*****
"Sudah tuan, saya barusan dari rumah sakit X. Disana ada pasien korban kecelakaan yg mirip dengan nona Nadine. Namun 10 menit yg lalu ada pria yg membawanya pergi dengan pesawat pribadi. Dan identitas pria itu pun misterius, saya tidak bisa melacaknya, wajahnya juga tidak terlihat jelas di cctv karena memakai kaca mata hitam."
"Baiklah, biar aku sendiri yg bicara sama pihak rumah sakit."
Mendengar kabar itu Sam langsung bergegas menuju rumah sakit X, berharap bisa menemukan jejak dan informasi tentang Nadine disana.
__ADS_1
"Selamat sore, ada yg bisa saya bantu?". Sapa salah seorang suster rumah sakit yg melihat Sam berjalan kebingungan.
"Ah ya, apa gadis ini tadi sempat di rawat disini?". Jawab Sam sambil menunjukkan foto Nadine.
Wanita itu memandangi gambar Nadine dengan cermat, berusaha mengingat ingat wajah cantik dalam foto itu.
"Ya ya saya ingat, tadi pagi ada seorang wanita korban kecelakaan yg dibawa kemari. Kebetulan pada saat itu saya lah yg membantu dokter menanganinya." Ujar suster itu antusias.
"Lalu dimana dia sekarang?".
"Satu jam yg lalu ada pria yg membawanya pergi, nona itu mengalami pendarahan serius di kepala, jadi dokter menyarankan untuk melakukan pengobatan yg lebih baik di Singapura." Terang si suster.
Tubuh Sam luruh dan terduduk seketika, bagaimana mungkin Nadine bisa mengalami kecelakaan. Sebenarnya apa yg sudah terjadi?
"Tuan, anda tidak apa apa?".
"Bisakah saya mengetahui identitas pria itu? Gadis itu tunangan saya. Dia menghilang tanpa kabar sejak tadi pagi."
"Maaf tuan, saya tidak bisa memberikan informasi itu."
"Saya mohon, dia tunangan saya. Saya harus tau dimana dia berada. Saya mohon tolong saya sus."
__ADS_1
Sam terus memohon pada wanita itu. Ia bahkan sudah tak bisa menahan air matanya, ia menangis, sangat cemas dan khawatir dengan kondisi Nadine yg entah dimana sekarang.
"Baiklah, mari ikut saya."