
Beberapa hari di tinggal Sam, RHD grup tiba tiba mengalami sedikit masalah, karena itu mau tidak mau ia harus segera kembali hari itu juga. Dan untuk proses pencarian Nadine, Sam terpaksa menyerahkannya pada pihak berwajib yg juga akan di bantu oleh anak buah suruhan Levin adik iparnya.
Begitu sampai di kota kelahiran, Sam langsung bergegas ke kantor tanpa pulang ke rumah. Sebisa mungkin ia akan menyelesaikan semua masalah itu dengan cepat, agar ia pun bisa kembali mengelilingi dunia untuk mencari keberadaan Nadine, dimana pun ia berada.
"Siang pak, maaf saya tidak bisa mengendalikan situasi saat ini. Para investor itu ingin anda sendiri yg hadir, mereka juga mengancam akan mengakhiri kontrak jika anda tetap bersikeras tidak mau menemui mereka." Tutur salah satu sekertaris Sam.
"Baiklah, atur segera pertemuannya. Usahakan hari ini juga semua masalah itu selesai."
"Baik pak, kalau begitu saya permisi."
Sam merasa sangat pusing, masalah satu belum selesai, sudah muncul masalah lain. Ia sama sekali tidak bisa fokus bekerja, pikirannya terus teralihkan pada Nadine yg kini entah ada dimana, dan bagaimana kondisinya.
"Siang Sam." Sapa seorang wanita yg tiba tiba masuk ruangan Sam tanpa mengetuk pintu.
__ADS_1
"Kau.. Ada apa Jes?". Jawab Sam malas. Menatap sekilas wanita itu lalu kembali fokus pada dokumen dokumennya.
"Aku turut sedih atas hilangnya sekertarismu. Kau pasti lelah berhari hari mencarinya. Kebetulan hari ini aku masak banyak, jadi begitu aku dengar kau kembali, aku langsung kesini, kau belum makan kan? Aku siapkan ya."
Tanpa menunggu jawaban Sam, wanita bernama Jessica itu langsung menyiapkan bekal yg di bawanya. Menyodorkannya bersamaan dengan segelas minuman tepat di depan pria yg tengah sibuk itu.
"Maaf Jes, tapi aku tidak lapar. Lebih baik bawa saja kembali, atau berikan pada orang lain." Tolak Sam lembut berusaha tak menyinggung perasaan Jessica.
"Ayolah Sam.. Kau boleh saja sedih, tapi jangan siksa dirimu seperti ini. Jika kau sakit, kau mungkin tidak bisa mencari wanita itu lagi." Bujuk Jessica.
"Baiklah, akan ku makan sendiri. Tapi untuk sekarang lebih baik kau pulang, aku sedang sibuk dan ingin sendirian dan terima kasih atas makanannya."
"Tapi Sam.."
__ADS_1
"Jes.. Ku mohon!."
"Huh.. Baiklah, yg penting kau mau makan. Kalau gitu aku pergi dulu. Jaga kesehatanmu." Ucap Jessica pasrah, lalu segera pergi dari ruangan Sam dengan perasaan kesal.
*****
Mansion mewah bergaya eropa, dengan furniture dan perabotan yg pastinya juga bernilai puluhan juta. Nampak disana Nadine dan seorang gadis kecil yg masih terlelap. Saling berbagi selimut dan berpelukan hangat layaknya pasangan ibu dan anak.
Karena lelapnya, kedua manusia itu tak menyadari jika sedari tadi sudah ada sepasang mata yg tengah menatap ke arah mereka. Tatapannya sayu, seperti tatapan rindu yg tersimpan bertahun tahun pada seorang wanita yg telah melahirkan seorang putri untuknya.
Andai itu kamu sayang, rasanya pasti akan lebih bahagia dari ini. Gumam pria itu, sambil melangkahkan kakinya perlahan ke arah tempat tidur.
Sesampainya disana, ia langsung duduk di tepi ranjang. Mengelus puncak kepala putri kecilnya, sambil sesekali mencuri pandang ke arah wanita dewasa di sampingnya.
__ADS_1
Apa aku salah jika menahanmu disini demi Zee? Bagaimana pun juga aku adalah seorang ayah, meski aku hebat dalam segala hal, aku tetap tidak bisa memberinya kasih sayang seorang ibu. Tapi apa kau akan bersedia jika kami memintamu tetap tinggal?