Berhenti Di Kamu

Berhenti Di Kamu
Ep.71


__ADS_3

Malam hari yg sunyi dan tenang. Karena terlalu lelah, Nadine yg tadinya sedang menidurkan Zee tanpa sadar ikut tertidur disana. Sangat lelap dan pulas, hingga tak menyadari tepat tengah malam ada seseorang yg mengendap endap masuk, menggendong tubuh Nadine, lalu membawanya pergi ke kamar yg lain.


Dengan perlahan dan sangat hati hati pria itu meletakkan Nadine di ranjang king size miliknya. Membenarkan posisi tidurnya, lalu ikut berbaring dan memeluknya dari belakang.


"Hehe.. Maaf iblis kecil, malam ini mommymu milikku." Gumamnya pelan sambil tersenyum jahat mengingat nakalnya Zee yg terus saja menempel pada Nadine.


Pria itu terus menatap kagum pada Nadine. Ia merasa gadis itu terlihat cantik bahkan saat tidur. Bulu matanya lentik, hidungnya mancung, juga bibirnya yg mungil dengan warna merah alami, membuat siapapun yg melihatnya akan tergoda ingin merasakan.


Kekaguman itu perlahan membuat dirinya lepas kendali, dengan cepat ia merubah posisi tidur mereka. Membuat Nadine beralih menghadapnya dengan jarak yg tinggal beberapa centi saja. Kemudian di kecupnya seluruh wajah Nadine, mulai dari kening, kedua matanya, hidungnya, pipinya, dan yg terakhir bibirnya, dimana hal itu membuatnya semakin ingin lebih.


Perlahan tapi pasti kecupan yg tadinya hanya sekilas, berubah menjadi sebuah *******. Ia terus menyesap dan menggigit pelan bibir mungil itu. Meski tak ada respon dan balasan dari Nadine, pria itu terus melakukannya.


Setelah puas dengan bibir manis Nadine, kecupan itu pun turun ke leher, dihirupnya berkali kali leher jenjang itu, merasakan sensasi lembut dan wanginya leher sang istri yg baru saja ia nikahi. Lidahnya menari nari disana, memberikan beberapa tanda kemerahan yg nampak sangat jelas di beberapa bagiannya. Dan hal itu tentu saja sukses membuat Nadine melenguh tanpa sadar, namun ia memilih untuk mengacuhkannya, dan kembali tertidur lelap karena berpikir bahwa saat ini ia hanya sedang bermimpi.


"Sayang, bisakah aku melanjutkannya?". Bisik pria itu tepat di telinga Nadine, sambil sesekali meniupnya.


Nadine yg merasa terganggu pun berusaha mendorong tubuh pria itu, kini matanya terasa sangat berat, tubuhnya lelah setelah perjalanan jauh, ia hanya butuh tidur dan beristirahat untuk beberapa jam kedepan.


"Baiklah karena kamu diam, akan ku anggap sebagai iya. Tidurlah tidak apa apa, akan ku lakukan sendiri." Ucap pria itu lagi lalu segera memulai aksinya.


Dan benar saja, malam itu Nadine benar benar telah menjadi miliknya. Meski ia harus bermain sendiri karena Nadine setengah tidur, itu tak menjadi masalah. Yg terpenting kini Nadine sudah sah menjadi istrinya, miliknya, dan tak lama lagi akan menjadi ibu dari anak anaknya.

__ADS_1


"Terima kasih sudah memberiku kehormatan menjadi pria pertamamu."


*****


Entah mengapa kicauan burung pagi ini terdengar sangat merdu, menari dan bernyanyi riang mengelilingi rumah mewah keluarga Sam. Sinar mentari yg mulai meninggi perlahan masuk melalui celah celah kecil jendela yg tertutup tirai putih.


Merasakan sesuatu yg berat menindih pinggang rampingnya, membuat tidur Nadine terusik. Ia mengerjapkan matanya berkali kali, mengumpulkan nyawa yg tadinya masih nyaman di alam mimpi. Begitu sadar, hal pertama yg nampak di netranya adalah wajah tampan Sam, pria yg belum genap satu hari lalu menikahinya dengan tiba tiba.


Sesaat Nadine terpana melihat pemandangan itu, pria itu sungguh tampan, membuatnya kagum hingga tanpa sadar mengusap lembut pipi dan hidungnya.


"Kenapa berhenti?". Tegur Sam sambil menahan tangan Nadine tetap diwajahnya.


"Sejak kamu diam diam mengagumi wajah tampanku." Jawabnya dengan nada menggoda.


"Huhh dasar narsis, sudahlah aku mau mandi."


Alangkah terkejutnya Nadine saat ia akan beranjak dari ranjang, ia mendapati tubuhnya polos, tak mengenakan sehelai benangpun. Juga merasakan nyeri dan sakit di beberapa bagian tubuhnya.


"Kyaaa.... Apa yg terjadi denganku?". Teriak Nadine spontan lalu menarik selimut dan menutupi tubuhnya sendiri.


"Apa kamu mau aku ingatkan lagi?". Ujar Sam dengan seringaian khas miliknya.

__ADS_1


"Ja jadi tadi malam, bukan mimpi?".


"Baiklah lebih baik kita ulangi, agar kamu bisa mengingatnya selamanya."


Dan ya tanpa aba aba Sam pun kembali melancarkan aksinya, menarik paksa selimut Nadine dan melakukan hal yg sama seperti malam itu.


"Yaakkk.. Pelan pelan!! Itu sakit."


"Maaf, aku akan lebih lembut."


"Ahhh.. Itu masih sakit, ku bilang pelan pelan!!."


"Haish.. Dasar cerewet."



**Tbc.


🌚🌚🌚


Jomblo jangan baper 😅😅😅**

__ADS_1


__ADS_2