
Teo menggandeng Anandita untuk masuk kedalam rumah. Wajah keduanya nampak berseri-seri. Terutama Anandita, ketakutan seolah sirna. Kebahagiaan yang nyata kini benar-benar datang.
Tadi....
Kecupan manis yang Teo darat, 'kan di bibir lembab Anandita ia sudahi. Mengusap lembut kedua pipi sang istri penuh cinta. Memandangnya sekilas tanpa ingin melihat di mana mereka berdiri. Hamparan taman menjadi saksi ciuman hangat itu terjadi.
"Love you, Anandita," Ucap Teo penuh kelembutan. Mengangguk berteman senyuman kebahagiaan. Menyakinkan sang istri kalau dirinya tak main-main atau sekedar ingin menyenangkan hati, setelah tadi mendengar Anandita berkata jujur di depan Daniel.
Jelas Anandita tersenyum dengan derai air mata. Memeluk Teo erat. Mencurahkan perasaan tak percaya.
Selama ini aku menunggu. Sekarang kamu mengatakan itu kak.
"Tolong jaga hatimu untuk ku, Dita," Bisik Teo sembari mengecup puncak kepala sang istri yang mana betah menangis dan mungkin akan membasahi jas miliknya.
.
.
Kini rasa cinta di antara keduanya semakin besar. Teo begitu lembut memperlakukan Anandita. Menyanjungnya setiap hari. Menjalin hubungan lebih intim dan romantis.
Teo memastikan tak ada lagi nama Adelia dalam hatinya yang dulu begitu kokoh mempertahankan namanya. Mengabaikan Anandita istrinya sendiri. Tapi itu dulu, Sekarang Teo amat sangat mencintai sang istri yang begitu luar biasa sabarnya.
Sudah dua Minggu setelah pengakuan cinta itu berlalu. Teo dan Anandita benar-benar di mabuk cinta, setiap hari Teo amat sangat memanjakan adik Noah itu. Ingin mengganti semua rasa sakit dengan sejuta kenangan indah.
Anandita sendiri sekarang sudah menjadi model yang cukup di perhitungkan. Berkat Daniel semua mimpinya bisa terwujud.
Sekedar informasi. Daniel dan Anandita mulai bersahabat. Bekerja bersama sebagai rekan profesional.
Pertanyaannya, apakah Teo marah?
Pada awalnya iya, tapi Teo tidak ingin terus curiga dan akan menghambat karir sang istri. Mungkin Daniel adalah dewa penolong bagi isterinya, walaupun pada awalnya di penuhi drama. Teo sadar kehadiran Daniel yang begitu mendadak muncul dalam kisah rumah tangganya, adalah sebuah jalan untuknya melihat cinta Anandita yang tulus dan suci. Maka dari itu Teo percaya kalau semua yang terjadi sudah di atur sang maha pencipta.
.
.
Pagi itu. Kediaman Teo yang ada di Surabaya nampak ramai. Jelas karena dua hari yang lalu. Keluarga dari Jakarta datang.
Seperti yang di katakan Anandita. Kalau sang kakak akan datang berserta kedua mertuanya. Tak lupa juga Gavin ikut meramaikan suasana bersama Adela dan Gina, si bayi cantik yang kini menambah keharmonisan keluarga kecil Gavin.
Adel datang? Itu adalah ancaman yang nyata bagi Anandita. Bagaimana kalau perasaan Teo terhadap Adel akan kembali berbunga? Itu tidak baik bagi hubungan mereka yang baru terjalin!
Tapi tidak, Adel percaya kepada Teo seperti Teo percaya kepadanya. Gerak-gerik Teo selama Adel menginap di rumah tak membuat Anandita curiga atau cemburu. Teo menunjukkan sikap yang tak pernah Anandita bayangkan. Setiap harinya Teo amat manja dan menempel bak perangko. Dan itu di depan mata semua keluarga termasuk Adel.
Aku benar-benar di mabuk cinta olehnya.
Teo tak mengada-ada. Apa yang di lakukan adalah hal yang wajar. Memanggil Anandita sayang salah satunya. Tidak ada niatnya untuk membuat Adel cemburu karena sekali lagi, hatinya menegaskan Nama Anandita sudah mendarah daging.
Begitu juga yang di rasakan Adel. Dirinya merasa senang ketika melihat Teo menjadi budak cinta. Malah Adel melihat Teo yang baru. Sorot mata ketika memandang Anandita nampak lain. Penuh cinta dan sayang. Lain ketika dulu melihat dirinya.
__ADS_1
.
.
Sore itu. Teo membawa semua keluarga untuk menikmati liburan di pantai. Mengingat esok pagi Mereka harus kembali ke Jakarta.
Pantai indah dengan hamparan pasir menjulang panjang. Membawa seliweran angin yang menyejukkan tubuh.
Baby Ayres nampak cerita bermain pasir bersama kedua orangtuanya. Gavin dan Adel ikut menemani Baby Ayres sembari mengajak Gina untuk lebih mengenal alam. Iya, walaupun Gina malah anteng tidur di pelukan Adel.
Sedangkan Tuan Rizal dan Nyonya Tari memilih bersantai di kursi yang menghadap ke hamparan laut yang indah dan mempesona.
"Lihat mereka?" Ucap Tuan Rizal, menunjuk ke arah sisi pantai. Dimana Teo dan Anandita tengah berduaan.
Nyonya Tari mengangguk sambil tersenyum bahagia. "Teo sekarang sudah berubah kan, Pa?"
Pertanyaan itu mendapat anggukan kecil dari Tuan Rizal. Matanya bergantian melirik Keluarga Noah dan Gavin. Setelahnya kembali menatap Teo dan Anandita yang jauh dari jaraknya saat ini.
"Mereka yang dulu sekarang jauh lebih baik, Papa hanya berharap persahabatan mereka akan terus terjalin sampai anak mereka besar nantinya."
"Tapi kapan ya, Teo dan Anandita memberikan cucu untuk kita?" Mata Nyonya Tari melirik sang suami yang hanya menjawab dengan gelengan kepala di susul gerakan kedua bahu.
.
.
"Kak, mandi pasir mau yah?" Anandita dan Teo bermain pasir di tepi pantai berdua saja. Ini adalah bulan madu mereka yang pertama.
"Indah bukan?" Tanya Teo memuji.
"Iya, indah, tapi boleh ya Dita-
"Kakak senang melihat laut."
Anandita mengendus. Marah karena Teo dengan sengaja mengabaikan kehadirannya.
"Kakak nyebelin!" Seketika berdiri meninggalkan Teo. Tapi gerak cepat Teo menarik Anandita untuk kembali ke posisi.
"Ngambek!" Menggoda dengan melumuri wajah Anandita dengan pasir.
"Kakak ih." Rengek Anandita tak terima. Moodnya benar-benar gampang berubah jika berurusan dengan Teo. Anandita tak bisa marah entah kenapa?
Senyum merekah Anandita perlihatkan. Begitu asik melumuri tubuh dan wajah Teo dengan pasir. Persisi seperti apa yang Teo lakukan kepadanya.
"Pasir ini sama sekali tidak membuat kamu jadi jelek! Dita heran." Celotehan Anandita yang manja membuat Teo tertawa girang.
"Jelas, karena aku adalah Teo Tantala." Ucap Teo bangga. menarik Anandita untuk di kecupannya. Tubuh bermandikan pasir tidak bisa menggangu aktifitas intim itu.
__ADS_1
"Kapan aku menjadi seorang Ayah?" Kecupan mesra berakhir. Teo tiba-tiba mengatakan itu?
Anandita tersenyum penuh arti ketika Teo mengatakannya..
"Tunggu dua tahun lagi. Kakak akan menjadi seorang ayah." Balas Anandita sembari menyemburkan air laut ke wajah Teo.
Teo yang awalnya terkejut karena ternyata dirinya akan menjadi ayah dalam waktu dua tahun lagi. Dengan bahagia mengangguk. Kemudian membalas menyemburkan air laut ke wajah Anandita yang sama kotorannya.
"Tak apa aku akan menunggu. Sekarang rasakan ini" Semburan air laut menyapa wajah Anandita.
Anandita menjerit dan terus mencipratkan air asin ke wajah Teo. Keduanya malah bermain siram air laut dengan tawa dan kata Ampun tanpa berniat berhenti.
Aku akan menunggu hari itu tiba, hari dimana aku menjadi seorang ayah seperti mereka.
Batin Teo. Melirik kearah kedua sahabatnya yang begitu bahagia bersama keluarga kecil mereka.
*Sabarlah kak. Dita akan mewujudkan impian itu. Setelah kontrak Dita selesai Dita akan berhenti menjadi Model. Dita akan sepenuhnya menjadi istri dan ibu yang baik nantinya.
Dita juga ingin mewujudkan impian Mbak Tata.. Aku sudah terlanjur*.
Tiba-tiba Anandita mengingat Mbak Tata sang pelayan yang ada di rumah. Janji membelikan sebuah mobil untuk ketiga pelayan akan di kabulkan. Itu adalah janji yang harus di tepati. Mungkin doa Mbak Tata pada waktu itu di dengar Tuhan.
"Kak, I love you." Ucap Anandita.
Teo tersenyum. " Love you to." balas Teo sambil menarik Anandita.
Keduanya saling tatap dan saling memejamkan mata. Kepala mereka perlahan miring! Hingga tautan itu kembali di lakukan.
.....Tamat.....
Terimakasih atas dukungannya.. Kisah mereka selesai sudah. Cinta itu misteri! Hidup tetap harus di jalani. Pepatah yang sering kita dengar bukan?
Mungkin ada pelajaran dari kisah mereka.
Mengejar sesuatu adalah hal yang baik. Menginginkan sesuatu juga bukan hal yang salah. Asalkan kita kuat menerima kenyataan ketika semua tak berjalan mulus.
Seperti Anandita yang berjuang mendapatkan cinta seorang Teo Tantala. Laki-laki yang di anggapnya sumber kehidupan dirinya. Kesabarannya berbuah manis. Teo kini luluh dan benar-benar mencintainya.
.
.
Mengumumkan...
Ketiga pembaca ini berhak mendapatkan hadiah dari saya. Mohon untuk mengirimkan nomor telepon melalui chat pribadi ya, aku tunggu sampai jam 10 pagi. Kalau tak ada respon maka hadiahnya akan hangus.
Hadiah akan saya kirim sesuai urutan ya.
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih. Mari bertemu di karya saya yang lain....