
Setelah Pelangi menyelesaikan tugasnya, Pelangi langsung mengantar tugasnya ke kantor dosen ditemani oleh Bintang. Pelangi yang memang belum makan apapun, mengajak Bintang untuk makan bersama di cafe tempat mereka bekerja sambil menunggu jam kerja mereka.
Pelangi makan di cafe tempat mereka bekerja bersama dengan Bintang, namun anehnya Bintang tidak memesan apapun. Bintang mengatakan dia sedang tidak ingin makan dan minum apapun.
Walau Pelangi sedikit bingung, namun karena dia sudah sangat lapar. Pelangi mengurungkan niatnya untuk bertanya, Pelangi memilih menikmati makanannya.
"Banyak juga kamu makan ya.." Ucap Bintang.
"Biar sehat, karena kerja butuh tenaga yang banyak. Kalau aku sakit, aku gak bisa cari uang untuk makan." Jawab Pelangi.
"Hmm iya deh, jadi gimana?? kita berteman sekarang??" tanya Bintang.
"Iya berteman." Jawab Pelangi singkat.
"Oh iya, mana nomor ponsel kamu?? kan kita sekarang sudah berteman." Ucap Pelangi sambil menanyakan nomor ponsel Bintang.
"Nomor ponsel kamu aja tulis sini, aku gak bawa ponsel. Nanti aku aja yang akan telepon kamu." Jawab Bintang.
Pelangi menatap mata lelaki itu, baru Pelangi menyadari bahwa mata lelaki yang selama ini bersamanya berwarna coklat yang hampir kemerahan.
__ADS_1
Karena fokus Pelangi terganggu, Pelangi tanpa sadar berkata.
"Mata kamu bagus ya, warna merah kecoklatan. Kamu bukan asli orang Indonesia kan?? kamu campuran kan??" tanya Pelangi mulai penasaran.
"Enggak kok, aku Indonesia asli enggak campuran." Jawab Bintang.
"Bohong." Ucap Pelangi sambil sedikit menyipitkan matanya.
"Ya sudah kalau kamu gak percaya, mana sini nomor ponsel kamu??" tanya Bintang kembali.
Masih terus melirik mata Bintang, Pelangi menuliskan nomor ponselnya di kertas dan memberikannya pada Bintang.
Mereka yang tersadar pun dengan cepat langsung berdiri dan menuju loker mereka masing-masing. Seperti biasanya, cafe di penuhi dengan para wanita yang mengantri hanya untuk melihat Bintang tersenyum.
Pelangi yang sudah mulai terbiasa dengan pemandangan itu terkadang tertawa bahkan tersenyum sendiri saat Bintang di godai oleh para gadis dan ibu-ibu.
Hari ini pekerjaan mereka juga berjalan dengan lancar dan baik, mereka kembali pulang bersama lagi. Hari ini pun Bintang berkeras untuk mengantarkan Pelangi sampai ke rumahnya.
"Kamu gausah antar aku, ini masih belum terlalu malam Bintang. Kamu pulang aja, aku bisa sendiri kok." Ucap Pelangi yang sedari tadi sudah mengomel karena hal itu.
__ADS_1
"Duh kamu juga hobi ngomel ya ternyata." Gumam Bintang yang terus tetap mengikuti Pelangi menunggu angkutan umum.
Alhasil bujukan dan omelan Pelangi tidak berhasil membuat Bintang untuk pulang ke rumahnya. Akhirnya Bintang mengantar Pelangi tepat sampai di depan rumahnya.
"Karena kamu udah sampai disini dan belum terlalu malam juga. Aku Undang kamu untuk minum teh bersama dirumahku, ayo masuk." Ucap Pelangi.
"Gausah Pelangi, aku pulang aja ya. Kamu tinggal sendirian nanti apa kata tetangga kamu." Jawab Bintang.
"Udah masuk aja, pintu gak akan aku tutup kok." Ucap Pelangi sambil mendorong punggung Bintang untuk masuk ke rumahnya.
Dengan berat hati, Bintang masuk ke rumah Pelangi mereka duduk tepat di dekat pintu. Mereka duduk di lantai, namun kali ini pun Bintang tidak menyentuh bahkan meminum teh yang di buat Pelangi untuknya.
Mereka mengobrol dan bercanda sudah hampir 1 jam namun teh Bintang sama sekali tidak di minumnya. Pelangi yang mulai heran dan aneh pun akhirnya bertanya pada Bintang.
Kira-kira kenapa Bintang tidak minum dan makan ya saat bersama Pelangi??
Bersambung...
Maaf ya teman-teman baru bisa upload karena author masih sakit. Kedepannya mungkin akan upload terlambat, semoga teman-teman semua sabar selalu menunggu author upload ya. Terimakasih 🥰.
__ADS_1