
Pelangi terbangun, dia masih berada di rumah sakit. Namun bedanya kini Pelangi yang diinfus, karena kaget melihat infus di tangannya, Pelangi langsung duduk. Tante Aisyah yang sadar melihat Pelangi yang sudah duduk di atas kasurnya pun bertanya.
"Kenapa sayang??" tanya tante Aisyah.
"Tante kok aku di infus??" tanya Pelangi bingung.
"Iya sayang, tadi kamu pingsan." Jawab tante Aisyah.
Pelangi terdiam sesaat dan setelahnya dia ingat apa yang sudah terjadi.
"Tante maaf ya, saya jadi merepotkan. Saya sudah tidak apa-apa kok tante, infusnya di buka saja." Pinta Pelangi.
"Sebentar ya sayang." Ucap tante Aisyah.
"Terimakasih tante, maaf tante saya jadi merepotkan." Ucap Pelangi merasa bersalah.
"Tidak sayang, sama sekali tidak merepotkan." Jawab tante Aisyah.
__ADS_1
Tante Aisyah pergi memanggil suster untuk membukakan infus Pelangi. Setelah itu Pelangi masih di haruskan istirahat karena memang kondisi fisik Pelangi melemah kurang vitamin dan sedikit cairan. Di ruangan itu tante Aisyah dan Pelangi mengobrol.
"Tante, bolehkah tante ceritakan segalanya tentang Bintang pada Pelangi??" tanya Pelangi.
"Boleh sayang, tante akan ceritakan semuanya. Tante mulai dari dia kecil kalau begitu." Jawab tante Aisyah.
Tante Aisyah mulai menceritakan sedikit tentang kehidupan Bintang.
"Sewaktu kecil Bintang dikenal sebagai sosok yang ceria. Namun keceriaannya tidak lama pertama dia harus kehilangan sosok ayah dalam sebuah kecelakaan tunggal saat dia remaja. Namun sekarang dia percaya bahwa kecelakaan itu disengaja. Beberapa bulan setelah kepergian ayahnya, ibunya mengalami sakit keras dan akhirnya di diagnosa punya kanker di ususnya, karena kanker sudah stadium akhir. Ibunya harus menjalankan kemoterapi, namun di kemoterapi ketiga ibunya tidak sanggup dan pergi untuk selamanya."
Tante Aisyah berhenti di kata itu, terdiam sebentar. Pelangi tau ini adalah cerita terberat bagi tante Aisyah karena dia harus kehilangan orang tersayang dalam waktu berdekatan. Tante Aisyah melanjutkan ceritanya.
Pelangi menghela nafasnya, dia bingung harus bereaksi apa. Namun satu hal yang kemudian bersemi di hatinya, dia ingin merawat Bintang apapun yang akan terjadi kedepannya. Tapi Pelangi tetap berharap Bintang dapat sadar kembali.
Saat mereka saling termenung tante Aisyah bertanya.
"Kamu tinggal dengan siapa Pelangi??"
__ADS_1
"Saya tinggal sendiri tante dengan kucing saya." Jawab Pelangi.
"Maukah kamu tinggal dengan tante, tante merasa sangat sepi di rumah. Kamu sendiri, tante sendiri kayaknya seru kalau kita tinggal bareng." Pinta tante Aisyah.
Pelangi yang memang sejak awal sudah tersentuh dengan cerita tante Aisyah tanpa berfikir dia mengiyakan usulan tante Aisyah untuk tinggal bersama.
Sejak saat itu Pelangi tinggal bersama tante Aisyah, karena Pelangi selalu bolak balik rumah sakit. Tante Aisyah memberikan satu mobil serta supir untuk Pelangi pergi kemana pun.
Tante Aisyah memberikan fasilitas itu karena tante Aisyah harus bekerja dan mengurus perusahaannya. Kini Pelangi yang menggantikan tante Aisyah untuk mengontrol keadaan Bintang.
Setiap pagi sebelum pergi ke kampus Pelangi menyempatkan diri untuk mengunjungi Bintang, begitu juga sebelum dia pergi bekerja. Namun sesudah pulang kerja Pelangi tidak pernah tidur di rumah tante Aisyah, semua kegiatan dia lakukan di rumah sakit ruang tunggu untuk keluarga pasien di ruang ICU.
Ya benar ruang tunggu khusus pasien VIP berbeda, Pelangi dapat satu kamar lengkap dengan kasur karena itu dia nyaman berada disana dan tidak ingin pulang ke rumah.
Walaupun begitu, Pelangi tidak pernah tidur dengan pulas, dia selalu terjaga setiap kali ada panggilan untuk Pelangi masuk melihat keadaan Bintang.
Akankah Bintang kembali sadar??
__ADS_1
Akankah kebahagiaan berpihak pada Pelangi??
Bersambung..