Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 28


__ADS_3

Tepat jam 6 pagi Pelangi tersentak dan terbangun karena dia merasa dia ketiduran dan terlalu terlelap.


"Astaga aku ketiduran, seharusnya kan jagain Bintang." Gerutu Pelangi kesal pada dirinya sendiri.


Pelangi membasuh wajahnya, dan kemudian duduk di samping tempat tidur Bintang. Pelangi memandangi wajah Bintang.


"Tenang banget tidurnya, kayaknya udah mau sehat ya. Senyum lagi." Batin Pelangi yang juga ikut tersenyum melihat wajah Bintang yang tidur dengan tenang.


Pelangi memegang tangan Bintang, betapa terkejutnya Pelangi tangan itu dingin seperti es. Jantung Pelangi mulai berdetak dengan kencang. Pelangi membuka selimut Bintang, Pelangi terus melihat perut Bintang. Pelangi ingin memastikan bahwa firasatnya salah, nafas Pelangi mulai berat Pelangi sama sekali tidak melihat perut Bintang bergerak lagi.


Dengan gemetar Pelangi menempelkan telinganya di dada Bintang yang sudah terasa sangat dingin. Hening, Pelangi tidak mendengar sedikit pun bunyi detak jantungnya. Pelangi mencoba membangunkan Bintang.


"Bintang, Bintang, bangun.." Ucap Pelangi lirih.


Berulang kali Pelangi memanggil Bintang, mengguncang tubuhnya Bintang tidak bangun lagi. Karena panik Pelangi langsung berteriak membuat tante Aisyah kaget dan terbangun. Pelangi teriak sambil menangis menyuruh Bintang untuk bangun.


"Bangun Bintang, bangun, bangun. Aku bilang bangun Bintang." Teriak Pelangi.


Tante Aisyah yang memang sudah memiliki feeling dari kemarin mendekati keponakannya itu. Memegang tangan Bintang dan kemudian memencet tombol darurat. Dokter datang mengecek keadaan Bintang, mendeteksi dan mengejutkan jantung Bintang. Namun tetap saja, Bintang tidak lagi bangun.


Setelah semua dilakukan dokter, dokter pun mengumumkan kematian Bintang pada hari ini di jam 5 pagi. Kematian Bintang sudah di anggap cukup lama karena sekujur tubuhnya yang sudah sangat dingin seperti es.


Pelangi yang tadinya histeris teriak menyuruh Bintang bangun pun kini terdiam. Pelangi duduk di sofa kamar, menyaksikan dokter dan suster mempersiapkan Bintang untuk di bawa ke kamar mayat. Untuk di mandikan sebelum di kuburkan.


Melihat Pelangi yang terdiam dengan air mata yang terus mengalir deras, tante Aisyah memeluk Pelangi sambil menangis. Pelangi saat itu seperti tidak bernyawa, dia tidak berkutik sedikit pun. Walaupun dia tau tante Aisyah pasti sangat kehilangan Bintang keponakan satu-satunya. Namun Pelangi tidak bertenaga untuk menenangkan tante Aisyah.


Bahkan saat tante Aisyah memeluknya, Pelangi hanya bisa menangis sambil menatap kosong ke arah tempat tidur pasien yang digunakan Bintang.


Akhirnya mereka beberes, Pelangi ikut bersama tante Aisyah untuk mengantarkan Bintang ke peristirahatan terakhirnya. Begitu mereka sampai di rumah tante Aisyah, disana sudah ramai keluarga besar Bintang dan teman mereka di cafe. Tante Aisyah sudah memberitahu manager cafe mengenai kepergian Bintang, karenanya mereka ada disana.

__ADS_1


Acara doa pun dilakukan, semua acara hampir selesai. Bintang akhirnya pun di kebumikan di samping makan kedua orangtuanya. Setelah semua tamu pulang, kini hanya tersisa teman-teman cafe dan Pelangi di pemakaman.


Selama acara sampai selesai pemakaman Pelangi hanya diam dengan air mata yang terus mengalir. Tatapan kosong, Pelangi benar-benar tidak tau apa yang harus dia katakan dan lakukan hingga pada akhirnya di pemakaman semua kenangan indah bersama Bintang terlintas begitu saja. Di saat itu Pelangi kembali histeris menangis dan berkata.


"Mana janji kamu, ingin membawaku kepada kebahagiaan. Seharusnya kamu bilang ingin membuatku bahagia bukan membawaku. Sekarang apa yang harus ku lakukan Bintang, apa, mama meninggalkanku, ayah meninggalkan ku, kini kamu juga meninggalkanku. Tidak adakah rasa iba di hati kalian padaku, tidakkah Tuhan melihat kesedihanku selama ini. Tapi kenapa Tuhan malah merenggutmu dariku, tidak adakah rasa iba untukku."


Sela langsung memeluk Pelangi dengan erat, dan mencoba menenangkan Pelangi. Setelah Pelangi menangis begitu hebatnya, akhirnya Pelangi berhasil di bawa pulang dengan teman-teman cafenya ke rumah tante Aisyah.


Pelangi menolak untuk tinggal bersama tante Aisyah, hingga akhirnya sela memutuskan tinggal di rumah Pelangi. Karena memang sela hanya ngekos, sedangkan di rumah Pelangi Sela dapat tinggal gratis.


Karena keputusan Sela itu, akhirnya tante Aisyah mengizinkan Pelangi untuk pulang ke rumahnya dan tinggal bersama Sela.


...----------------...


Seminggu berlalu sejak kepergian Bintang, Pelangi menjadi lebih pendiam dari pada biasanya. Saat bersama Sela Pelangi bisa mengobrol dan mendengarkan setiap keluh kesah sela. Namun disaat malam dan hendak tidur. Pelangi selalu menangis dan memanggil nama Bintang di dalam tidurnya.


Karena terlalu merindukan Bintang, Pelangi beberapa kali bermimpi Bintang hadir di taman bunga seperti mimpinya dahulu. Namun anehnya dalam mimpi itu Pelangi melihat Bintang dari jauh sedangkan dia sedang di gandeng dengan seorang lelaki yang tidak dia kenal.


Hari ini Pelangi tidak bekerja karena tubuhnya yang terus merasa mual. Ya benar, Pelangi di duga stres berat karena kepergian Bintang. Karenanya, atasan Bintang masih memaklumi hal tersebut.


Karena Sela tau Pelangi sedang tidak sehat, Sela membawa beberapa teman kerjanya serta makanan dan minuman untuk mereka berkumpul di rumah Pelangi. Syukurnya kedatangan mereka di sambut hangat oleh Pelangi.


"Mysti apa kabar, masih sakit kamu??" tanya Hendra salah satu rekan kerja Pelangi.


"Sehat kak, cuma gak enak badan aja." Jawab Pelangi.


Hendra yang paling dewasa disana, dia dianggap abang yang baik oleh setiap rekan kerjanya.


"Mysti kapan masuk kerja lagi??" tanya Roy rekan kerja Pelangi.

__ADS_1


"Besok udah mau masuk kok akunya." Jawab Pelangi.


"Bener ya besok masuk kerja lagi." Ucap Roy.


"Iya Roy." Jawab Pelangi sambil tersenyum.


Mereka semua sadar keadaan Pelangi sangat tidak baik. Dia terlihat sangat pucat, mata sembab, bibir pecah-pecah, tubuh yang semakin kurus, dan terlihat sangat lemah. Di tambah lagi, dia jauh dari keluarganya, mereka sangat tau rasanya. Seberapa banyak pun teman jika keluarga tidak ada di pihak kita rasanya dunia tidak ada artinya.


Sela setiap malam selalu tidur bersama Pelangi, alasan Sela selalu karena dia mimpi buruk. Padahal dia sangat takut Pelangi temannya itu melakukan hal aneh karena merasa sangat terpuruk.


Setiap malam juga sela tau bahwa Pelangi masih sering menangis dalam tidurnya. Bahkan terkadang mengingau menyebut nama Bintang, terkadang tertawa dan menyebut nama Bintang.


Sela sudah menceritakan semuanya di tempat kerja, karenanya mereka semua memutuskan untuk berkunjung sekedar menemani Pelangi, agar dia dapat melupakan atau meluapkan kesedihannya yang sangat dalam.


"Mysti, kita ke rumah sakit aja ya." Ajak Sela yang sudah terlalu khawatir dengan keadaan Pelangi.


"Gak usah kak, sebentar lagi sembuh kok kak tenang aja." Jawab Pelangi.


"Kamu mau liburan?? mau kemana gitu, biar kita liburan bareng." Usul Sela.


Pelangi tersenyum.


"Aku tau kakak khawatir banget kan sama keadaanku, kak aku udah pernah melewati yang lebih parah dari ini. Dan akhirnya aku bisa bangkit kembali. Aku hanya butuh waktu kak, kakak jangan terlalu mikirin aku ya. Aku gamau pekerjaan kakak terganggu." Ucap Pelangi.


"Iya Mysti, tapi please cerita ke kita kalau kamu lagi merasa sangat berat. Kita semua siap jadi tempat curhat kamu." Ucap Sela mengingatkan.


"Iya kak, terimakasih." Jawab Pelangi.


Mereka pun makan bersama di rumah Pelangi, karena Pelangi tau mereka semua sangatlah khawatir. Malam ini Pelangi makan cukup banyak di depan mereka, Pelangi hanya gak ingin membuat semua orang jadi kepikiran kepada dirinya seorang. Pelangi tidak ingin menyusahkan orang baik yang ada di sekelilingnya.

__ADS_1


Akankah Pelangi bisa bangkit kembali??


Bersambung..


__ADS_2