
Akhirnya acara selesai tepat pukul setengah enam sore, Pelangi dan Okky serta pengurus panti dan karyawan kafe membantu bebersih sebelum pulang. Tamu yang lainnya sudah pulang, hanya tinggal mereka. Akhirnya mereka selesai beberes pukul setengah delapan malam.
Pelangi pulang bersama ayah dan ibunya, mereka sengaja menunggu Pelangi pulang untuk pulang bersama. Sedangkan Okky pulang namun tidak ke rumah, Okky pulang ke rumah sakit seperti biasanya.
Sesampainya di dalam mobil ayah Pelangi berkata kepada Pelangi.
"Pelangi, penasaran tidak sama mama sekarang gimana??"
Deq, jantung Pelangi rasanya seperti mau berhenti.
"Kenapa ayah tiba-tiba bicarakan mama??" tanya Pelangi dingin.
"Tidak apa, ayah hanya ingin memberitahu kamu satu hal. Bahwa sebenarnya mama masih hidup dan sekarang di rawat di rumah sakit jiwa."
Pelangi terdiam dan memandangi ayahnya dari belakang.
"Ayah mengatakan itu ingin tau apa Pelangi mau mengunjungi mama. Sekarang mama sudah jauh lebih baik kesehatan jiwanya walaupun dia tidak mengingat apapun."
"Mama hilang ingatan yah??"
"Hmm iya, dia hanya mengingat saat kamu kecil. Dia selalu menimang boneka di rumah sakit itu."
"Apa ayah selalu ke sana??"
"Tidak, dokter selalu memberitahu ayah mengenai perkembangannya. Kalau kamu sudah siap bertemu mama katakan pada ayah ya."
Pelangi terdiam, Pelangi mengingat bagaimana baiknya ibu kandungnya sewaktu dia kecil dan mengingat kembali bagaimana ayah tiri dan ibunya juga menyiksanya. Ingatan itu muncul secara bersamaan membuat Pelangi semakin frustasi ketika mengingatnya.
Selama perjalanan mereka pada akhirnya banyak diam, Pelangi berfikir akan bertanya dulu kepada Okky sebelum menemui ibunya. Pelangi hanya tidak ingin traumanya kembali saat melihat ibunya.
__ADS_1
Sebenarnya Pelangi ingin bertanya kepada ayah mengapa dan bagaimana bisa ibunya masuk ke sana. Namun mendengar kata "mama" yang menuju ke ibu kandungnya saja membuat pikirannya sendiri kacau.
Pelangi memilih menenangkan diri terlebih dahulu sebelum bertanya lebih lanjut kepada ayahnya. Sampainya di rumah Pelangi bebersih dan berbaring di kasurnya.
Saat dia berbaring ponsel Pelangi pun berdering. Pelangi melihat nama di layar ponselnya, ya benar itu sebuah panggilan dari Okky. Pelangi langsung menjawabnya.
"Halo Ky, sudah sampai rumah??"
"Halo, sudah tapi aku tidak di rumah. Aku tidur di rumah sakit, kamu bagaimana sudah dari tadi sampai di rumah??"
"Hmm kira-kira sudah 20 menit yang lalu."
"Kamu kenapa, kok suaranya begitu lemas banget. Apa ada masalah??"
"Sedikit, besok aku konsultasi ya ke rumah sakit. Perasaanku kembali khawatir aku jadi gelisah."
"Ya sudah datanglah besok jam 10 ya, aku siapkan konsultasi untuk kamu jam 10. Sekarang istirahatlah biar aku temani, aku video call saja ya."
"Ya bolehlah, sebentar biar aku video call."
Okky langsung mengganti panggilannya menjadi video call, melihat wajah Pelangi yang sendu membuat Okky ingin sekali memeluknya. Okky mengisyaratkan Pelangi untuk tidur, Pelangi pun tidur sambil video call dengan Okky.
Saat tidur di temani seperti itu entah mengapa perasaan Pelangi jadi jauh lebih baik dan lebih tenang, dua puluh menit berlalu hingga akhirnya Pelangi tertidur.
Melihat Pelangi tertidur, Okky meletakkan ponselnya namun tidak dia matikan. Dan akhirnya mereka tertidur dengan ponsel yang saling menyala.
Keesokan paginya karena terbiasa bangun jam lima pagi, Okky sudah terbangun. Okky terkejut saat ponselnya masih menyala dan memperlihatkan Pelangi yang tertidur dengan pulas.
Okky tersenyum saat meraih handphonenya, namun begitu jelas melihat Okky terkejut saat melihat baju Pelangi sedikit tersingkap. Dengan cepat Okky mematikan panggilannya. Jantung Okky berdetak dengan sangat cepat.
__ADS_1
Okky langsung melihat ke arah kasur di atas, karena Okky takut ada dokter lain yang masuk dan melihat itu. Syukurnya malam itu Okky tidur sendiri di rumah sakit. Sejak saat itu Okky memutuskan untuk tidur di rumah agar bisa menemani Pelangi tidur tanpa dilihat oleh orang lain.
Sebelum bersiap untuk kerja, Okky mengirim pesan kepada Pelangi. Setelahnya dia melanjutkan bebersih dan keliling rumah sakit dan menyiapkan berkas untuk pasien yang sudah membuat janji padanya untuk konsultasi hari ini.
"Good morning rainbow, jangan lupa makan ya. Aku tunggu di rumah sakit jam sepuluh, have a nice day rainbow.." Isi pesan singkat Okky untuk Pelangi.
Tepat jam delapan pagi Pelangi terbangun dari tidurnya. Pelangi membaca satu pesan dari Okky, Pelangi tersenyum sangat bahagia saat membaca pesan itu. Pelangi pun membalas pesan Okky.
"Good morning too Ky, kamu juga jangan lupa makan ya. Semangat kerjanya, sampai jumpa di rumah sakit."
Setelahnya Pelangi langsung bersiap membantu ibunya di dapur, membersihkan rumah dan setelahnya bersiap untuk pergi ke rumah sakit jam sepuluh pagi.
Karena hari ini Pelangi akan konsultasi, Pelangi siang pergi panti. Pelangi pun mengabari kepala panti jika dia akan datang terlambat karena harus pergi ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Pelangi menunggu giliran konsultasinya. Karena masih ada pasien lainnya di dalam, Pelangi menunggu di ruang tunggu pasien.
Bersambung..
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan :
*Like
*Komen
*Vote
*Tambahkan favorit
* Kalau teman-teman suka tolong beri hadiah untuk author ya, terimakasih semoga rejeki teman-teman selalu berlimpah.
__ADS_1
Love you all ❤️.