Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 66


__ADS_3

Keesokan harinya Okky sudah bangun lebih dulu dari Pelangi, Okky duduk di teras minum teh sambil berbincang bersama Ibnu abang Pelangi, dan Bram ayah Pelangi.


Pelangi terbangun dan kaget melihat Okky sudah tidak berada di sampingnya. Pelangi langsung membereskan kamar dan setelahnya mencari Okky di dapur. Namun di dapur Pelangi hanya bertemu dengan ibu dan adik tirinya. Pelangi pun bertanya kepada ibu tirinya mengenai keberadaan Okky.


"Bu, Okky sudah pulang ya??"


"Belum nak, itu Okky lagi duduk di teras sama ayah dan masmu."


"Aku pikir sudah pulang, nyenyak banget aku tidurnya tadi malam bu."


"Iyalah nyenyak orang tidurnya sama pujaan hati." Ucap Shiren spontan sambil tertawa tipis.


"Ren, kita tuh gak pacaran tau." Ucap Pelangi yang mencoba menepis dugaan Shiren.


"Belum kan kak, sebentar lagi juga jadian." Goda Shiren


Pelangi tersenyum dan berkata, "Idih, kamu itu."


Pelangi langsung pergi meninggalkan dapur menuju teras untuk mengecek Okky. Namun Pelangi tidak berjalan benar-benar sampai ke depan, Pelangi hanya mengintip dari dalam rumah. Melihat Okky berada di teras bersama ayah dan masnya Pelangi tidak ingin mengganggunya.


Pelangi memutuskan untuk kembali ke dapur membantu adik dan ibunya memasak sarapan untuk mereka semua. Setelah mereka selesai memasak Shiren memanggil semuanya untuk berkumpul di meja makan.


Pagi itu mereka semua makan bersama, setelah selesai makan bersama Okky pamit untuk pulang ke rumahnya. Okky pamit ke ibu dan ayah Pelangi. Tidak lupa juga berterimakasih kepada semuanya sudah mengizinkannya menginap dan merawatnya di rumah mereka.


Pelangi mengantarkan Okky sampai di teras rumah. Pelangi sebenarnya khawatir melepaskan Okky menyetir sendirian, namun Okky meyakinkan Pelangi.


"Yakin sudah bisa nyetir sendiri Ky, biar di anterin aja sama Shiren." Ucap Pelangi yang khawatir.


"Yakin rainbow, gausah khawatir begitu ah. Aku udah baik-baik aja, nanti malam jadikan kita dinner??" tanya Okky.


"Minggu depan aja Ky, kamu itu baru aja mendingan masa mau dinner. Kalau sakit lagi gimana Ky."


Okky sedikit sedih, namun dia tidak ingin berdebat dengan Pelangi hari ini. Okky pun menuruti perkataan Pelangi, Okky berpamitan dengan Pelangi.

__ADS_1


Di perjalanan menuju rumahnya Okky memikirkan bagaimana caranya agar dia tetap makan malam bersama Pelangi malam ini. Saat melihat supermarket Okky pun singgah, Okky mendapat ide untuk membuat dinner malam ini di rumahnya.


Okky membeli bahan-bahan makanan dan minuman untuk mereka dinner malam ini. Setelah berbelanja Okky tiba di rumah jam sebelas siang. Okky istirahat sebentar dengan membersihkan diri.


Sebelum mempersiapkan dinner di rumahnya, Okky meminta izin terlebih dahulu kepada ayah Pelangi. Okky juga meminta restu untuk menyatakan perasaannya kepada putrinya Pelangi. Bram dengan senang hati memberi restu dan izin kepada Okky.


Setelah mendapat restu Okky meminta bantuan temannya yang memang memiliki usaha untuk dekorasi pernikahan. Okky meminta bantuan agar team temannya mendekorasi rumahnya agar terlihat romantis. Dengan senang hati teman Okky langsung menuju rumah Okky, mereka sangat bahagia mendengar Okky yang akhirnya ingin menyudahi kesendiriannya.


Disaat rumahnya di dekorasi, Okky memasak menyediakan makan malam untuk mereka berdua. Tepat jam lima sore semuanya selesai, makanan pun selesai namun belum di hidangkan oleh Okky takut makanannya akan dingin.


Semua team yang mendekorasi rumah Okky berpamitan untuk pulang, begitu juga dengan temannya Okky yang tak lupa memberi semangat kepada temannya yang akan menyatakan perasaannya.


"Bro, semangat ya bro. Gua yakin lu pasti akan di terima, jangan kaku-kaku amat santai bro ingat santai Oke." Ucap teman Okky.


"Thank you bro, doain lancar ya bro." Jawab Okky.


Teman Okky tersenyum dan setelahnya pergi meninggalkan rumah Okky. Sebelum bersiap Okky menelepon Pelangi.


Drrrttt.... drrrttttt...


"Halo, rainbow nanti malam jam tujuh bisa ke rumah gak??" tanya Okky.


"Halo Ky, kenapa, kamu sakit lagi??" tanya Pelangi kembali.


"Enggak rainbow cuma aku sedikit pusing lupa beli obat. Tapi jangan sekarang ya, teman cowokku lagi di rumah jenguk aku. Kamu datang jam tujuh aja ya sekalian bawa obatnya, aku minta tolong." Ucap Okky.


"Baik Ky, nanti kalau aku otw aku bilang ya ke kamu. Aku bersiap dulu kalau gitu." Jawab Pelangi.


"Oke, terimakasih rainbow." Ucap Okky sedikit berbohong, setelah Pelangi memutuskan sambungan teleponnya Okky langsung bersiap bebersih.


Akhirnya Jam tujuh pun tiba, Okky menunggu Pelangi di ruang tengah. Jam tujuh lewat lima belas menit Pelangi pun tiba dengan membunyikan bel rumah Okky. Okky sedikit berlari menuju pintu dan membukanya untuk Pelangi.


Namun Okky tidak mengizinkan Pelangi langsung masuk, Okky menutup mata Pelangi.

__ADS_1


"Sebentar jangan masuk dulu." Ucap Okky sembari menutup mata Pelangi.


Pelangi yang bingung langsung menahan tangan Okky dan bertanya, "untuk apa Ky, mataku di tutup begini??".


"Aku ada surprise untuk kamu, pokoknya nurut aja kali ini." Jawab Okky.


Pelangi pergi ke rumah Okky di antarkan oleh ayahnya, karena memang ayahnya sudah tau apa yang sedang di rencanakan Okky.


Pelangi yang kebingungan namun tidak bisa melawan Okky akhirnya menuruti permintaan Okky dengan menutup matanya.


"Jangan aneh-aneh ya Ky, awas lo." Ucap Pelangi yang khawatir.


"Kamu itu ya khawatirnya tingkat dewa. Semua di khawatirkan, heran deh." Gerutu Okky.


"Biarin.."Jawab Pelangi.


Okky pun menuntun Pelangi sampai di awal dekorasi. Okky membuka penutup mata Pelangi dengan perlahan.


Bersambung..


Apakah Pelangi akan menerima perasaan Okky?? ikuti kisah selanjutnya ya teman-teman.


Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan :


*Like


*Komen


*Vote


*Tambahkan favorit


* Kalau teman-teman suka tolong beri hadiah untuk author ya, terimakasih semoga rejeki teman-teman selalu berlimpah.

__ADS_1


Love you all ❤️.


__ADS_2