Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 68


__ADS_3

Akhirnya mereka selesai makan malam, Okky dan Pelangi membersihkan piring bersama. Setelahnya mereka duduk kembali di meja makan yang sudah di hias dengan sangat cantik oleh Okky, Pelangi mengabadikan setiap momen malam itu dan menyimpannya di ponselnya.


Mereka melanjutkan ngobrol sambil minum jus jeruk bersama. Di saat-saat seperti itu, Okky mengungkapkan perasaannya kepada Pelangi.


"Pelangi, ada yang mau aku ungkapkan padamu. Tapi aku mohon sebelum aku selesai bicara jangan menyelaku, jika kamu menyelaku aku tidak akan ada keberanian untuk melanjutkannya kembali, oke.." Ucap Okky sembari tersenyum.


Pelangi tertawa kecil, "baiklah, apa yang mau kamu katakan Ky??" tanya Pelangi.


Okky menarik nafasnya, menatap mata Pelangi dan tersenyum ke arah Pelangi.


"Mysti Pelangi, awal bertemu denganmu aku kebingungan. Bingung dengan apa yang kamu lakukan sehingga mendorongku untuk menggapaimu sekedar ingin bertanya apa yang sedang kamu rasakan. Tapi, semakin mengenalmu dan terus bersamamu membuatku merasakan hal yang berbeda, hal yang selalu ku tepis tapi tidak bisa ku abaikan. Perasaanku padamu, aku menyukaimu, tidak sekedar menyukaimu aku sudah menyayangimu. Aku tidak akan berjanji, jika bersamaku kamu tidak merasa sedih atau marah. Tapi aku berjanji akan sebisaku membahagiakanmu, membuat rasa sedih atau marah akan sulit kamu ingat karena aku akan memperbanyak momen bahagia bersamamu. Izinkan aku mencoba menjadi bagian dalam hidupmu, apa kamu mau memberiku kesempatan berharga itu??"


Pelangi menatap mata Okky, tanpa terasa air matanya mengalir. Pelangi langsung mengingat mimpinya dan perkataan Bintang di dalam mimpinya. Dalam hati Pelangi berkata.


"Apa ini yang kamu maksud Bintang.."


Okky kaget melihat Pelangi menangis, Okky langsung berdiri dan menghampiri Pelangi. Okky sedikit berjongkok di hadapan Pelangi yang sedang berusaha menghapus air matanya.


"Kenapa Pelangi, apa ucapanku ada yang menyakitimu??" tanya Okky dengan sangat berhati-hati.


Pelangi menggelengkan kepalanya, karena tidak ingin membuat Pelangi semakin sedih dengan pertanyaan-pertanyaan di kepalanya. Okky memilih memeluk erat Pelangi, Okky memeluk dan mencoba menenangkan Pelangi.


Disaat itu Pelangi pun berkata, "aku merasa tidak pantas menerima hati dokter. Aku seseorang yang sakit Ky, aku juga tidak memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Aku merasa tidak pantas bersanding denganmu sementara banyak wanita lain yang lebih pantas berada di sampingmu."


Okky mendengar perkataan Pelangi pun ingin marah, namun dia menahannya dengan memeluk erat Pelangi, menghembuskan nafasnya secara perlahan lalu berkata.

__ADS_1


"Aku menyayangimu dengan hatiku Pelangi, jadi kamu cukup menggunakan hatimu untuk menerimaku bukan tentang siapa kamu. Tapi tentang isi hatimu." Jawab Okky dengan lembut.


Pelangi menerima pelukan Okky, Pelangi pun membalas pelukannya dengan memeluk Okky begitu erat.


"Jika hanya hatiku yang kamu inginkan, maka akan aku beri seluruhnya." Ucap Pelangi.


Pelangi menerima perasaan Okky, Pelangi juga berkata untuk Bintang di dalam hatinya.


"Aku akan bahagia Bintang, aku akan bahagia, jadi bahagialah untukku di surga."


Kini mereka saling memeluk dan saling menenangkan. Setelah tenang, mereka saling melepas pelukan dan saling bertatapan.


Tak lama setelah saling menatap, mereka tertawa bersama, masih tidak menyangka mereka berdua berakhir di titik itu.


Pelangi berhasil memenangkan hati Okky, begitu juga dengan Okky yang berhasil memenangkan serta meyakinkan hati Pelangi. Kini status keduanya sudah berubah, kini mereka sepasang kekasih bukan lagi seorang dokter dan pasiennya.


Karena sudah larut malam Okky mengantar Pelangi pulang. Okky tidak masuk ke dalam rumah Pelangi, Okky hanya mengantar Pelangi sampai depan rumahnya karena sudah larut malam. Okky takut mengganggu istirahat kedua orangtua Pelangi.


Pelangi membuka pintu rumah, Pelangi masuk, keadaan rumah sudah sepi namun lampu dapur masih menyala yang menandakan masih ada orang di dapur. Pelangi menghampiri ke meja makan disana masih ada ibu dan ayahnya.


"Kenapa ibu dan ayah belum tidur??" tanya Pelangi sambil duduk di samping ibunya.


"Ayah masih mau nunggu kamu pulang. Ayah juga mau ajak kamu besok ke rumah sakit lihat mama kamu. Apa kamu mau ikut, sudah waktunya sepertinya kamu harus menyapa mama." Ucap Bram ayah Pelangi.


Pelangi diam beberapa saat, namun Pelangi juga ingin bertemu dengan ibu kandungnya yang sudah la tidak dia lihat.

__ADS_1


"Baik ayah, besok kita pergi jam berapa??" tanya Pelangi.


"Besok kita pergi jam 10 pagi saja, jangan lupa bersiap kamu ya sayang." Ucap Bram mengingatkan.


"Iya yah, kalau begitu Pelangi permisi ya ke kamar. Ibu Pelangi duluan ya ke kamar." Ucap Pelangi berpamitan dengan ibu dan ayahnya.


"Iya sayang, jangan lupa bebersih." Ucap ibu Mira mengingatkan.


Pelangi tersenyum, kemudian langsung berdiri dan bergegas masuk ke kamarnya. Pelangi melihat Shiren sudah tidur dengan nyenyak. Pelangi bebersih setelahnya menghubungi Okky sebelum tidur.


Mereka mengobrol sedikit, Pelangi juga menceritakan ajakan ayahnya untuk besok mengunjungi mamanya. Okky pun berniat untuk ikut besok bersama Pelangi dan keluarga. Setelah mengobrol sedikit, mereka pun memutuskan untuk beristirahat agar besok memiliki tenaga yang cukup.


Bersambung..


Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan :


*Like


*Komen


*Vote


*Tambahkan favorit


* Kalau teman-teman suka tolong beri hadiah untuk author ya, terimakasih semoga rejeki teman-teman selalu berlimpah.

__ADS_1


Love you all ❤️.


__ADS_2