Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 22


__ADS_3

Pagi harinya Pelangi bangun dengan pakaian yang semalam dia kenakan. Pelangi merasa tubuhnya sangat lelah, Pelangi bangkit dari tempat tidurnya keluar kamar dan memberikan makan kitty.


Hari ini Pelangi memutuskan untuk tidak masuk kampus, karena itu dia bangun jam 10 pagi hari ini. Pelangi berjalan ingin membuka pintu rumah, Pelangi menendang gelas yang berada di lantai.


Pelangi kaget dan berhenti berjalan untuk melihat gelas yang dia tendang. karena kejadian kemaren begitu singkat, Pelangi sempat berfikir dia hanya bermimpi. Namun gelas yang dia tendang menandakan bahwa kemaren dia tidak bermimpi.


Pelangi memegang kepalanya yang memang terasa sangat berat. Pelangi mengambil gelas yang dia tendang tadi dan kemudian membuka pintu rumahnya. Setelahnya Pelangi ke dapur untuk meletakkan gelas yang dia pegang.


Pelangi termenung di dapur, dia duduk di meja makan yang cukup luas disana. Pelangi bingung kenapa dia jadi seperti ini, padahal dulu saat dia di pukul oleh ayah tiri dan ibunya dia tidak merasakan perasaan sepi yang begitu dalamnya.


Pelangi hanya merasakan sakit di sekujur tubuhnya, serta amarah yang sampai saat ini dia tidak bisa ungkapkan. Ya benar, Pelangi menyimpan perasaan dendam kepada ayah tiri dan ibu kandungnya. Bagi Pelangi kini ibu kandungnya sudah mati, sejak dia pergi dari rumah. Yang tersisa baginya hanya ayah kandungnya, itu pun tidak ada rasa kasih serta sayang di hati Pelangi terhadap ayah kandungnya sendiri.


Pelangi sama sekali tidak selera untuk makan, dia terus memikirkan Bintang, sampai tidak sadar dari semalam dia juga belum makan malam. Pelangi langsung mandi dengan air hangat, setelahnya tidur kembali.


Sekitar 2 jam tidur, Pelangi terbangun akibat haus dan lapar yang sangat dia rasakan. Dengan tubuh yang rasanya mulai panas karena sama sekali belum minum, dan kepala yang pusing. Pelangi memakai jaketnya keluar rumah, pergi ke supermarket terdekat yang tak jauh dari rumahnya.


Di supermarket itu juga tersedia berbagai macam makanan yang sudah matang, Pelangi memutuskan untuk makan dan minum disana. Sangat banyak makanan yang di habiskan Pelangi saat itu, Pelangi makan sambil merasakan kesal dan sedih di hatinya. Dengan menggebu-gebu Pelangi makan dan menghabiskan 15 porsi makanan yang ada di sana dari makanan berat sampai makanan ringan.


Karyawan di supermarket itu yang semuanya memang sudah kenal dengan Pelangi, mereka semua bengong melihat sikap Pelangi.


"Mysti, are you okey??" tanya Fajar salah satu karyawan disana.


Pelangi hanya menganggukkan kepalanya. Karena Fajar merasa Pelangi sangat aneh, Fajar memutuskan duduk di hadapan Pelangi. Karyawan disana kurang lebih sudah sangat tau mengenai kisah tragis Pelangi. Karena itu mereka selalu memperlakukan Pelangi dengan sebaik-baiknya.


Pelangi sadar, sikap mereka semua atas dasar kasian. Namun Pelangi selalu menekankan dirinya pantas di kasihani. Karena itu dia selalu menerima kebaikan setiap orang yang kasian padanya dengan rasa syukur karena masih ada manusia di dunia ini yang mau memandangnya. Walaupun atas dasar karena kasihan akan kisah hidup Pelangi.


Bagi Pelangi sekarang hanya satu orang yang memandangnya berbeda, yaitu Bintang yang tidak tau kisah hidupnya. Namun mau berteman dengannya dan terasa sangat tulus. Oleh karenanya Pelangi sangat merasa sepi tanpa hadir Bintang.


"Mysti kamu gak makan berapa lama hah?? makanan sebanyak ini kamu habiskan sendirian." Ucap Fajar.


"Dari kemaren." Jawab Pelangi sambil minum jus terakhirnya.


"Kenapa gak makan dari kemaren?? gadak uang?? kan kita udah bilang datang aja ke supermarket kalau gak ada uang." Ucap Fajar.


"Ada kok kak, kakak lupa aku kerja. Kemaren gak nafsu makan aja." Jawab Pelangi.

__ADS_1


"Kenapa?? ada masalah?? cerita kalau ada masalah." Ucap Fajar.


"Gadak kakak, aku cuma capek kerja aja. Yaudah deh aku pamit dulu ya mau pergi kerja soalnya." Ucap Pelangi dan kemudian berdiri langsung berjalan ke arah rumahnya.


"Hati-hati." teriak Fajar.


Fajar pun masuk ke dalam supermarket untuk kembali bekerja.


"Kenapa si Mysti??" tanya rekan kerja lainnya.


"Gatau, kesurupan kayaknya." Jawab Fajar.


"Hus kamu tu ya gak boleh ngasal ngomong gitu." Ucap rekan kerja Fajar.


Fajar tersenyum.


...----------------...


Pelangi akhirnya sampai di cafe tempatnya bekerja, Pelangi langsung mengganti pakaiannya di lokernya. Setelahnya Pelangi duduk di kursi kasirnya.


Di tengah jam kerjanya, Pelangi di hampiri oleh manager cafenya. Pelangi pun kaget melihatnya, karena tidak pernah manager menghampiri mereka, selalu mereka yang menghampiri manager mereka.


"Pelangi itu ada yang cari kamu, dia duduk di ujung sana." Ucap manager Pelangi.


"Siapa pak??" tanya Pelangi.


"Ibu Aisyah." Ucap pak manager.


"Terimakasih pak." Jawab Pelangi.


Walaupun Pelangi tidak mengenali nama tersebut, setidaknya Pelangi lega karena itu bukan nama ibunya. Pelangi sengaja memperlambat jalannya, sambil mengamati wanita yang ingin dia temui dari jauh. Setelah memastikan dan cukup yakin itu bukan ibunya, Pelangi mempercepat jalannya.


"Selamat sore bu, ada yang bisa saya bantu??" tanya Pelangi.


"Kamu Pelangi??" tanya wanita itu.

__ADS_1


"Iya bu benar, ada perlu apa ya bu??" tanya Pelangi.


"Silahkan duduk, saya akan jelaskan semuanya pada kamu." Ucap wanita itu sambil tersenyum.


Pelangi pun duduk di hadapan wanita tersebut.


Wanita itu menyodorkan satu foto yang berhasil membuat Pelangi terdiam.


"Kamu mengenali lelaki itu??" tanya wanita itu.


"I-iya." Jawab Pelangi sedikit gugup.


"Jangan gugup begitu Pelangi, saya bukan orang jahat loh." Ucap wanita tersebut.


"Apa lelaki itu pernah bercerita tentang saya sang wanita karir yang tidak menikah??" tanya wanita itu.


Pelangi langsung menatap wanita itu dan tersenyum, karena Pelangi kini sudah tau bahwa wanita di depannya adalah bibi Bintang yang pernah Bintang ceritakan padanya.


"Perkenalkan saya Aisyah, adik kandung dari mama Bintang." Ucap Wanita itu.


"Salam kenal tante." Jawab Pelangi.


"Kenapa tante datang kemari?? Bintangnya mana??" tanya Pelangi polos.


"Karena itu tante kemari, tante mau membawa kamu ke suatu tempat untuk bertemu Bintang. Apa kamu ada waktu dan bersedia??" tanya tante Aisyah.


"Tapi saya masih kerja tante." Jawab Pelangi.


"Saya sudah meminta izin pada atasan kamu, apa kamu pergi dengan saya hari ini??" tanya tante Aisyah.


Pelangi diam dan berpikir, sedikit lama menatap mata tante Aisyah. Meyakinkan dirinya dan kemudian memutuskan untuk mempercayai tante Aisyah.


"Saya mau tante." Ucap Pelangi.


Tante Aisyah pun berdiri dan mengajak Pelangi untuk permisi sebelum pergi bersamanya. Manager yang tau siapa tante Aisyah langsung memberi izin untuk Pelangi pergi bersamanya.

__ADS_1


Namun ada yang aneh saat Pelangi datang ke cafe, semua rekan kerjanya memandang Pelangi dengan sendu, seperti ada yang disembunyikan dari Pelangi.


Bersambung..


__ADS_2