
Malam itu Bintang dan Pelangi yang tidak bisa tidur, mengobrol sampai pukul 4 pagi. Mereka mengobrol hal-hal absurd, dari hal penting sampai hal yang tidak penting sama sekali. Namun anehnya Ayu dan Dimas yang tidur di tengah-tengah mereka sama sekali tidak terbangun. Mereka tidur sangat pulas.
Mata Pelangi dan Bintang pun mulai berat, tanpa mereka sadari, mereka berdua akhirnya tertidur. Dari semua hal yang di ceritakan Bintang ada satu hal yang dirahasiakan Bintang kepada Pelangi. Yaitu mengenai penyakitnya sendiri, Bintang memang sengaja menyembunyikannya. Yang tau betul soal keadaannya hanya bibinya dan dirinya sendiri.
Bintang terkena tumor di bagian ususnya, dahulu tumor itu tidaklah ganas. Bintang pernah berhasil operasi pengangkatan tumor di ususnya saat di masih SMA. Namun sayang, kini tumor itu kembali dan kini sudah menjadi tumor aktif yang ganas.
Entah apa yang salah, entah apa pemicunya namun sebenarnya Bintang butuh di Kemoterapi. Tapi Bintang belum mau melakukannya, dia tau efek Kemoterapi akan seperti apa. Karena dulu almarhumah ibunya pun kena penyakit yang sama dan berakhir pergi saat dia menjalani kemoterapi.
Sudah 6 bulan setelah dia divonis dia tidak kembali lagi ke rumah sakit untuk menjalani proses kemoterapi. Sejujurnya Bintang takut, bahkan sangat takut. Dia masih ingin menikmati masa mudanya walaupun hanya sebentar, dia masih ingin makan segalanya walaupun dia sudah dalam kondisi kritis.
Bintang melakukan kesepakatan dengan bibinya untuk melakukan Kemoterapi setelah dia puas menikmati segalanya. Dia akan ke rumah sakit jika sakit yang dirasakannya sudah tidak tertahan itulah kesepakatan mereka.
Bibi Aisyah tidak bisa melakukan apapun untuk memaksa Bintang, karena bibinya tau ini adalah hidup Bintang. Ini tentang hidup dan matinya, sebaik-baiknya bibi Aisyah memberi saran yang menentukan hidupnya sendiri adalah Bintang.
Bibi Aisyah sengaja memberikan kebebasan untuk hidup ponakannya itu, karena dia sendiri sudah menyaksikan bagaimana kakaknya berusaha agar tetap hidup namun tetap direnggut nyawanya karena penyakitnya itu. Bagi bibi Aisyah tidak ada jaminan Bintang akan hidup lebih panjang jika menjalani kemoterapi, oleh karenanya bibi Aisyah hanya bisa menasehati dan menjaga Bintang dengan kepercayaannya terhadap Bintang atas hidupnya sendiri.
Bintang memohon kepada Tuhan untuk di sisa usianya agar dapat memberikan kebahagiaan, keceriaan, dan energi positif untuk seseorang. Bintang ingin bermanfaat bagi seseorang sekali sebelum dia pergi dari dunia ini. Tuhan menjawab doanya dengan mempertemukan dirinya dengan Pelangi.
Seorang gadis yang hampir tidak pernah tersenyum, menyendiri di bawah pohon rindang. Sering memiliki tatapan kosong, itulah Pelangi dalam pandangan Bintang awalnya. Pertama melihatnya dari jauh Bintang hanya terdiam menatapnya, pikirannya kosong. Namun saat kedua kali Bintang melihat Pelangi, dalam hatinya seperti ada seseorang yang membisikkan kepadanya untuk memberikan kebahagiaan kepada gadis yang dia pandang.
Kini Pelangi menganggap Tuhan memberikan kesempatan padanya untuk membahagiakan gadis ini, entah takdir atau memang Bintang jatuh cinta pada pandangan pertama. Kini dia berhasil berada di sisi gadis yang ingin dia berikan kebahagiaan serta energi yang positif seperti doanya kepada Tuhan.
Seorang pria yang memiliki nama asli Damarlangit yang mengaku sebagai Bintang pada Pelangi berjanji untuk membahagiakan Pelangi. Walaupun terkadang ada ketakutan terbesar dalam dirinya ketika dia harus pergi tanpa berpamitan, namun Bintang hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar ketika dia hendak pergi. Dia dapat berpamitan dengan Pelanginya.
Suatu hari ini, Bintang sudah meyakinkan dirinya untuk memberitahu Pelangi mengenai penyakitnya. Namun nanti ketika dia memang tidak bisa lagi memilih untuk tidak menjalankan kemoterapi.
__ADS_1
...----------------...
Pagi pun tiba, Ayu dan Dimas membangunkan Pelangi untuk permisi pulang. Syukurnya hari ini adalah hari sabtu, jadi Pelangi dan Bintang tidak masuk kuliah. Pelangi langsung bangun dan mengantarkan Ayu dan Dimas sampai ke rumahnya sebagai tanda terimakasih Pelangi pada bu RT yang sudah memberi izin anak-anaknya menemani Pelangi.
Pelangi tidak menutup pintu rumahnya, Pelangi sengaja membuka rumahnya karena Bintang masih tertidur dengan pulas. Jarak rumah Pelangi dan bu RT hanya berjarak 4 rumah dari rumah Pelangi.
Begitu sampai di rumah bu RT pelangi langsung masuk bersama Ayu dan Dimas. Pelangi menemui bu RT dan berterimakasih.
"Bu permisi." Ucap Pelangi.
"Masuk neng.." Jawab bu RT dari dapur.
Pelangi memberi salam kepada bu RT sembari mengatakan, "Terimakasih ya bu sudah izinkan adek-adek menginap di rumah saya, maaf jika saya merepotkan.." Ucap Pelangi.
"Iya bu, saya permisi pulang dulu ya bu.." Ucap Pelangi.
"Iya neng.." Jawab bu RT.
Begitu Pelangi sampai di rumah, Bintang sudah duduk di dekat pintu rumah Pelangi.
"Sudah bangun kamu, kok di depan pintu??" tanya Pelangi.
"Kamu kok gak bangunkan aku sih??" Bintang malah bertanya kembali pada Pelangi.
"Kalau orang nanya itu di jawab dulu, baru nanya balik.." Ucap Pelangi.
__ADS_1
"Hmm iya iya, soalnya tadi gadak orang aku kan gak tau kamu kemana, jadi ya aku nungguin kamu di depan pintu." Jawab Bintang.
"Tadi aku baru dari rumah bu RT anterin Ayu dan Dimas. Aku gak bangunin kamu, karena kamu tidur seperti batu tidak bergerak." Ucap Pelangi.
"Ya masa aku tidur gerak-gerak, nanti kamu kira aku kesurupan bukan tidur. Kalau tidur ya diam saja, kalau bergerak terus itu sawan namanya.." Ucap Bintang.
Mendengar perkataan Bintang, Pelangi malah tertawa.
"Ya udah aku cuci wajah sebentar, kita sarapan dulu sebelum kamu pulang. Jangan menolak, menurut saja." Ucap Pelangi.
"Iya, iya, bawel banget." Gerutu Bintang.
Pelangi langsung masuk ke dalam, sementara Bintang menunggu Pelangi duduk di depan pintu. Begitulah Bintang sangat canggung jika hanya berdua di rumah Pelangi. Bagaimana tidak, gadis itu adalah seseorang yang ingin dia jaga.
Setelah beberapa menit Pelangi pun menghampiri Bintang yang berada di depan pintu.
"Kamu cuci wajah dulu sana, baru kita pergi dan kamu pulang. Aku memberi makan kitty dulu." Ucap Pelangi.
Tanpa menjawab Bintang langsung menuruti perkataan Pelangi. Setelah mereka berdua selesai, mereka sarapan tidak jauh dari rumah Pelangi. Setelah itu Bintang langsung pulang, dan mereka berjanji bertemu lagi di cafe saat bekerja nanti.
Pelangi mulai nyaman akan adanya kehadiran Bintang di hidupnya, Pelangi mulai menaruh hati sedikit demi sedikit kepada Bintang. Lelaki pertama yang mau bertegur sapa dengannya, menjadi teman dekat pertama baginya. Perlahan kehidupan Pelangi mulai bahagia, mulai mendapatkan cahayanya.
Bersambung..
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya teman-teman, dengan like dan komen. Terimakasih sudah membaca cerita saya, yuk singgah di cerita saya yang lainnya ada horor dan kisah mengenai rumah tangga. Terimakasih semuanya, Love you all 🥰❤️.
__ADS_1