
Pagi ini Pelangi bangun cukup pagi dari biasanya, dia mendengar suara memasak di dapur. Pelangi ke dapur dan melihat ayah dan ibunya memasak berdua di dapur.
Ayah dan ibunya yang tau Pelangi membuka pintu kamarnya, langsung menyapa Pelangi.
"Good morning putri ayah, tumben cepat sekali bangunnya." Ucap Bram.
"Iya yah, dengar suara ibu masak, tadi malam Pelangi tidur nyenyak sekali jadi sudah tidak ngantuk lagi." Jawab Pelangi.
"Duduk dulu nak, biar ibu buatkan tehnya ya." Ucap Mira.
Pelangi langsung berlari kecil mendekati ibunya dan memegang lengan ibunya.
"Tidak usah bu, Pelangi sudah besar Pelangi buat sendiri saja. Ibu dan ayah sudah buat teh??" tanya Pelangi.
"Belum nak." Jawab Mira.
"Pelangi sekalian buatkan ya untuk ibu dan ayah." Ucap Pelangi.
"Terimakasih sayang.." Ucap Bram.
Karena Pelangi sudah bangun dan membantu ibunya, Bram memutuskan duduk di meja makan mengamati dua bidadari kesayangannya.
Setelah Pelangi selesai membuat teh, Pelangi duduk di hadapan ayahnya, menatap ayahnya.
"Ayah, ada yang Pelangi ingin tanya mengenai mama." Ucap Pelangi.
"Apa itu nak??" tanya Bram.
"Kenapa mama bisa masuk ke rumah sakit jiwa??" tanya Pelangi.
Bram menatap Pelangi dan menghela nafasnya. Bram meminum teh buatan Pelangi sebelum menjelaskan lebih jauh mengenai ibu kandung Pelangi.
"Ayah dapat telepon dari pak RT lingkungan rumah kita dulu, mereka menemukan mama di luar rumah dengan luka dan wajah ketakutan, namun sering bicara sendiri. Jadi mereka telepon ayah minta persetujuan untuk membawa mama ke rumah sakit, akhirnya ayah datang kesana dan membawa mama ke rumah sakit. Mama selalu berontak jika di ingin di bantu warga sekitar namun aneh begitu ayah datang mama sama sekali gak berontak dan nurut sama ayah. Mama sudah di rumah sakit itu kurang lebih sepuluh atau sembilan tahun." Ucap Bram.
"Yah, sebenarnya Pelangi kemaren pergi ke rumah sakit lihat mama bareng Okky."
Pelangi menghentikan ucapannya sejenak.
"Pelangi lihat mama gendong boneka dan bicara sendiri, tertawa sendiri."
__ADS_1
Air mata mulai menetes di pipi Pelangi, Pelangi terdiam dan kini dia tidak bisa menahan isak tangisnya. Bram yang tau putrinya itu menangis langsung berdiri menghampiri Pelangi dan memeluknya.
"Ayah, Pelangi merasa bersalah selama ini benci sama mama."
"Sayang itu wajar, gakpapa, semua butuh proses, ayah ngerti perasaan kamu. Mulai sekarang kita perbaiki lagi ya hubungan kamu dengan mama. Kita kunjungi mama, semoga mama bisa sembuh ya sayang. Jangan benci lagi sama mama, maafin mama ya nak.."
"Yah, maaf juga ya. Dulu Pelangi benci juga sama ayah sama bu Mira. Maafin Pelangi ya udah benci sama semuanya."
"Gakpapa sayang, semua itu kan sudah berlalu. Kita mulai hidup baru ya nak, kita mulai semuanya dari awal lagi."
Bram berusaha menenangkan Pelangi, setelah Pelangi cukup tenang, Mira ibu tirinya juga sudah selesai memasak. Mereka akhirnya makan bersama, Pelangi tenang juga karena Mira sudah memeluknya.
Pagi itu mereka makan bersama dengan perasaan yang bercampur aduk, sedih, bahagia bercampur jadi satu pagi itu. Setelah selesai makan pagi bersama, Pelangi bersiap untuk pergi ke panti menunggu jemputan dari Okky.
Tak lama Okky datang, mengetuk pintu rumah mereka dan berbincang dengan ayah Pelangi. Pelangi yang mendengar suara Okky langsung bersiap, berpamitan dengan bu Mira dan menghampiri ayah dan Okky.
Mereka pun berpamitan dengan keduanya. Di dalam mobil Okky mengajak Pelangi untuk makan malam berdua akhir pekan ini.
"Rainbow, Sabtu nanti kamu ada acara gak??" tanya Okky.
"Kenapa emangnya Ky??" tanya Pelangi kembali.
"Aku mau ajak kamu dinner, atau nonton, sabtu nanti." Ucap Okky.
"Kalau mau makan sate nanti aja pulang dari panti, masa nahan sampai sabtu. Nanti kalau sabtu mau makan lagi, kita makan lagi oke." Ucap Okky.
"Bener ya Ky, nanti makan sate."
"Iya rainbow."
Akhirnya mereka sampai di panti, Okky hanya mengantar Pelangi sampai depan panti saja. Dari gerbang Pelangi berjalan sendiri, Pelangi berpamitan dengan Okky dan kemudian langsung pergi masuk ke panti.
...----------------...
Seperti biasa kegiatan Pelangi di panti membuat Pelangi sangat bahagia, dia selalu tertawa lepas saat bersama anak-anak di panti.
Pukul lima sore Pelangi menyelesaikan pekerjaannya, Pelangi ke kantor kepala pengurus untuk menunggu Okky. Begitu sampai di kantor kepala panti bu Ida, Pelangi kaget karena Okky sudah berada disana berbicara dengan bu Ida.
Pelangi duduk di samping Okky, melihat keduanya saling bicara. Tak lama setelahnya, Okky mengakhiri pembicaraan mereka dan mengajak Pelangi untuk pulang.
__ADS_1
Di dalam mobil Pelangi bertanya kepada Okky karena penasaran apa yang sedang di bahas bu Ida dan Okky.
"Tadi ngobrol apa sama bu Ida Ky??" tanya Okky.
"Kamu nanya??" Ucap Okky membuat Pelangi tertawa namun kesal.
"Ih apaan sih, gak jelas banget deh." Pelangi menatap aneh sambil tersenyum ke arah Okky.
Okky tertawa melihat ekspresi Pelangi.
"Kita cari dulu ya satenya, nanti kita ngobrol sambil makan ya sayang." Ucap Okky.
"Sayang, sayang.." Gerutu Pelangi.
"Iya sayang..." Ucap Okky menggoda Pelangi.
Pelangi hanya menggelengkan kepalanya sambil melirik Okky. Pelangi menganggap Okky sedang kerasukan setan aneh sekarang.
Setelah berkeliling mereka menemukan tempat sate yang biasa mereka singgahi, mereka makan disana. Okky dan Pelangi makan sambil ngobrol random, semua bisa mereka obrolin jika sedang bersama.
Bahkan orang lewat aja bisa jadi bahan untuk mereka ngobrol, begitulah keduanya jika sedang bersama. Semakin hari mereka semakin dekat, semakin terlihat perasaan satu dengan yang lain.
Sepertinya tidak ada lagi yang mereka sembunyikan, mereka saling menunjukkan rasa nyaman dan rasa suka mereka.
Apakah mereka akan ke jenjang yang lebih serius?? atau Okky hanya sekadar suka dan kagum akan sosok Pelangi.
Ikuti Kisahnya terus ya teman-teman.
Bersambung...
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan :
*Like
*Komen
*Vote
*Tambahkan favorit
__ADS_1
* Kalau teman-teman suka tolong beri hadiah untuk author ya, terimakasih semoga rejeki teman-teman selalu berlimpah.
Love you all ❤️.