Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 46


__ADS_3

Akhirnya mereka sampai di puncak, syukurnya hari ini cerah jadi di puncak tidak ada kabut. Pemandangan indah itu berhasil membuat Pelangi teriak kegirangan.


"Wah indah banget, cantik banget kak Gea wah.." Ucap Pelangi berulang karena inilah pertama kalinya dia melihat pemandangan seindah itu.


"Cantik banget kan, hari ini kita beruntung gak kabut jadinya indah banget." Ucap Gea.


Pelangi dan Gea saling tatap dan kemudian sama-sama menganggukkan kepala. Ternyata mereka memang sudah merencanakan ingin berfoto sampai puas di puncak.


Pelangi dan Gea meminta Okky untuk memfoto kan mereka berdua. Setelah Gea dan Pelangi berfoto berdua, tiba-tiba Gea menarik Okky ke sisi Pelangi.


"Kalian belum ada foto kan, foto dong berdua mumpung bagus ini." Ucap Gea.


Okky canggung berdiri di samping Pelangi, mereka berdiri seperti berjarak.


"Gimana sih foto kayak musuhan, lebih dekat lagi kek." Ucap Gea.


Pelangi melihat ke arah Okky, melihat Okky tidak ada inisiatifnya Pelangi langsung memeluk lengan Okky sontak Okky kaget melihat ke arah Pelangi.


Okky tersenyum dan kemudian merangkul tubuh Pelangi yang kecil, tampak keduanya sangat bahagia dan serasi di foto itu. Ternyata tidak hanya Gea yang merasa begitu, teman-teman yang lain mengatakan juga bahwa Okky dan Pelangi serasi bersama.


Karena malu, Okky dan Pelangi hanya tertawa menanggapi teman-temannya. Okky memang sudah lama sekali tidak pacaran, Okky tidak pernah dekat dengan wanita mana pun setelah dia putus saat kuliah di akhir semester.


Bahkan terkadang teman-teman dokternya sengaja mengenalkan pasien dari kalangan artis, model untuk datang ke praktek Okky berharap Okky tertarik dengan salah satu pasiennya.


Sayang, Okky selalu membaca niat itu. Membuatnya tidak ada rasa dengan wanita yang sengaja di pertemukan dengannya. Hingga akhirnya Okky menemukan Pelangi, gadis biasa namun memiliki keistimewaan di mata Okky.


Karena itulah teman-teman dokternya pada kaget melihat Okky bisa sedekat itu dengan Pelangi. Namun teman-temannya juga bersyukur akhirnya ada sosok yang bisa meluluhkan dinginnya hati Okky.


Setelah puas berfoto, mereka mendirikan tenda bersama-sama, mencari kayu untuk membuat api unggun dan untuk masak. Di gunung ini para pendaki diizinkan untuk camp satu malam di puncak dan diizinkan pula membuat api unggun karena dinginnya udara malam di puncak.


Setelah semua selesai, mereka makan bersama di api unggun. Semakin malam udara dingin di puncak semakin menusuk, tiba-tiba kabut mulai datang perlahan diiringi dengan gerimis.


"Wah hujan, emang ya cuaca di gunung ini gak bisa di prediksi banget." Gerutu Toni.


"Kayaknya kita harus masuk nih adek-adek. Kabutnya makin tebal, sebentar lagi kelihatannya bakal hujan deras." Ucap pak Agus.


Mereka semua pun langsung menuruti perkataan pak Agus masuk ke dalam tenda masing-masing, namun api unggun sengaja tidak mereka matikan. Karena pak Agus mengatakan biar hujan saja yang memadamkan apinya.


Begitu beranjak dari api unggun dingin yang menusuk mulai terasa di kulit Pelangi.


"Kak Gea, kakak gak kedinginan??" tanya Pelangi.

__ADS_1


"Gak terlalu sih dek, agak hangat di tenda soalnya." Jawab Gea.


Pelangi bingung kenapa dia merasa sangat menggigil seperti ini. Pelangi menarik selimut tebalnya sampai ke wajahnya, malam ini Pelangi tidur bersama Gea tidak lagi bersama Okky.


...----------------...


Akhirnya Pelangi dan Gea tertidur, Pelangi terbangun melihat jamnya ternyata sudah jam sebelas malam. Pelangi merasa sangat kedinginan saat itu, Pelangi membuka sedikit selimutnya untuk membangunkan Gea karena dia sudah menggigil.


Malam itu tiba-tiba Pelangi merasa semuanya gelap, Pelangi hanya mendengarkan suara teriakan Gea namun tidak bisa melihat apapun.


"Pelangi.. Pelangi.. sadar, kamu kenapa??" Gea memukul wajah Pelangi.


Gea panik melihat Pelangi menggigil sangat hebat.


"Okky.. Okky.. Okky.. tolong, Pelangi." Teriak histeris Gea dari dalam tenda.


Tak lama dari dia berteriak, Okky, Agus, Toni, Andre sudah berdiri di luar tenda. Dengan cepat Okky membuka tenda.


"Kenapa Ge, kenapa??" tanya Okky panik sudah melihat Pelangi menggigil hebat.


"Hipo Pelangi kayaknya hipo." Gea histeris.


Okky yang memang seorang dokter psikologi memiliki karakter lebih tenang dari semua teman-temannya. Okky memerintahkan Gea keluar tenda dan membuatkan teh hangat secepat mungkin, karena Okky ingin mengecek apakah ada baju Pelangi yang basah.


Okky yang sibuk memeriksa dengan cepat baju Pelangi menemukan bahwa celana Pelangi sudah basah. Namun dia tidak menggantinya, Pelangi tidur dengan celana yang basah.


"Gea, Gea, sini sebentar buka semua baju Pelangi peluk dia buruan." Perintah Okky tegas.


"Gue gak bisa Ky, Gue panik lu aja, kita percaya sama lu." Ucap Gea sambil bergetar.


Tanpa berpikir akhirnya Okky menutup tenda, dia membuka celana Pelangi yang basah menggantinya dengan sarung kering. Okky juga membuka baju Pelangi, di pakaikannya kaos Gea yang dapat di capai Okky dengan cepat.


Karena Okky tau cara cepat mengembalikan kesadaran Pelangi yang hampir hilang, Okky langsung membuka bajunya. Okky masuk ke dalam sarung dan memeluk Pelangi dengan sangat erat. Okky juga menambah selimut mereka agar keadaan Pelangi cepat pulih.


"Maafkan aku Pelangi, cuma ini yang bisa aku lakukan untukmu. Jadi tolong kembalilah sadar, ku mohon." Batin Okky yang melihat bibir Pelangi mulai membiru.


Okky semakin kuat memeluk Pelangi, akhirnya tubuh mereka berdua pun terasa panas. Okky sangat bersyukur karena Pelangi sudah tidak menggigil lagi, Pelangi yang lemas bertanya.


"Kenapa kita jadi seperti ini, apa dokter sudah melihat semuanya??" tanya Pelangi.


"Aku tidak melihat apapun, mataku hanya fokus menatap matamu mengerti." Jawab Okky.

__ADS_1


"Tapi aku melihat dada dokter sangat bagus dan perut kamu." Ucap Pelangi samil menyentuh dada Okky dan perutnya.


"Gea, Gea, tolong kamu masuk, antarkan minuman hangat untuk Pelangi dia sudah sadar." Ucap Okky.


Okky membantu Pelangi duduk dan memeluknya dari belakang. Okky tidak melepaskan sarung dan selimut mereka, sebelum Pelangi minum air hangat.


Gea datang membuka tenda dan memberikan teh hangat Pelangi. Tadinya Gea mau meninggalkan mereka, namun melihat keadaan Pelangi dalam dekapan Okky sangat kuat tidak memungkin dia minum sendiri.


Akhirnya Gea masuk dan menyuapi Pelangi teh hangat sampai tehnya habis.


"Kamu tidur kok pakai celana basah si dek." Ucap Gea.


"Aku pikir gak masalah kak, jadi aku pake aja." Jawab Pelangi lemas.


"Lain kali gak boleh gitu. Di gunung kamu harus hangat dengan keadaan kering mengerti, itu bisa membahayakan nyawamu loh tadi." Ucap Gea.


"Iya kak, maafkan aku. Aku udah buat kakak-kakak semua khawatir dan repot." Ucap Pelangi.


"Ini biasa terjadi, karena ini pertama kalinya bagi kamu kan. Udahlah lupain anggap aja ini pengalaman yang paling berharga ya. Dan satu lagi baru kamu wanita yang di peluk seperti ini oleh dokter tampan rumah sakit kami. Jadi bersenang-senanglah oke." Ucap Gea yang sudah menyelesaikan tugas dan kembali keluar menutup tenda.


"Heh Gea, siapa yang suruh lu keluar. Bantu Pelangi pake celananya hei." Teriak Okky.


"Lu keluar dulu baru gue bantu Pelangi, buruan." Ucap Gea.


Okky menghela nafas kasar dan menuruti perkataan Gea.


Setelah ini apa yang akan terjadi ya??


Bersambung..


Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan :


*Like


*Komen


*Vote


*Tambahkan favorit


* Kalau teman-teman suka tolong beri hadiah untuk author ya, terimakasih semoga rejeki teman-teman selalu berlimpah.

__ADS_1


Love you all ❤️.


__ADS_2