
Hari ini cafe sepi, bagaimana tidak penarik pelanggan tidak masuk kerja hari ini. Banyak yang menanyakan Bintang pada Pelangi, karena semua rekan kerja mereka tau bahwa Pelangi dan Bintang satu fakultas walaupun beda jurusan.
Namun tidak ada jawaban, karena Pelangi pun tidak mendapatkan kabar apapun dari Bintang. Seperti biasanya Pelangi pulang malam, namun kali ini Pelangi mulai merasakan perbedaan saat dia bersama Bintang dan saat dia sendirian.
Malam ini dia pulang sendirian, Pelangi yang mulai terbiasa dengan kehadiran Bintang. Membuatnya sedikit bergantung akan kehadiran Bintang. Malam ini Pelangi merasa di sangat kesepian.
"Kamu kemana sih, kalau gak masuk bilang kek. Kan aku jadi ngerasa sepi gini." Gerutu Pelangi sambil berjalan menuju rumahnya.
Hari ini Pelangi menjadi kurang bersemangat, begitu sampai di rumah Pelangi memberi makan kitty. Setelahnya langsung masuk ke kamarnya untuk tidur. Ada perasaan kesal bercampur sepi dan rindu yang Pelangi rasakan, padahal Pelangi baru menemui Bintang pagi ini. Namun sudah merasa sangat sepi saat Bintang menghilang begitu saja dari pandangannya.
Pelangi berharap besok ketika dia membuka matanya, dia mendapatkan kabar dari Bintang. Pelangi pun memutuskan untuk tidur lebih cepat dari biasanya malam ini.
Keesokan harinya begitu Pelangi terbangun dari tidurnya dia langsung menggapai ponselnya untuk melihat ada atau tidaknya pesan dari Bintang. Pelangi kecewa di pagi hari yang cerah, karena tidak ada satu pesan pun dari Bintang.
Pelangi mulai menghubungi nomor Bintang lagi, namun tidak kunjung aktif. Barulah Pelangi tersadar, bahwa dia adalah teman yang buruk. Karena Pelangi sama sekali tidak tau apa-apa tentang Bintang. Bahkan untuk tau keadaannya saja sangat sulit didapatkan Pelangi, Pelangi hanya punya satu nomor yang kini tidak bisa diandalkan.
"Dasar g**l*k Pelangi, selama ini ngapain aja sih berteman sama Bintang. Nyari kabar satu orang aja gak bisa." Gerutu Pelangi pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Pelangi kecewa pada dirinya sendiri yang tidak tau apapun mengenai temannya itu. Pelangi mulai gelisah, bahwa ada yang tidak beres dan terjadi pada Bintang.
Namun Pelangi juga memikirkan hal lain yang pernah terjadi, saat pertama kali mengenal Bintang. Dia pernah tidak muncul dalam waktu yang sangat lama. Pelangi mulai berusaha untuk berfikir positif, mungkin Bintang sedang ada urusan yang mendesak sehingga membuatnya tak kunjung datang seperti waktu itu.
Karena hari ini hari libur kuliah, Pelangi membersihkan rumahnya sambil menunggu waktu dia akan pergi bekerja. Setiap sudut di dalam rumah Pelangi, dia bongkar dan bersihkan.
Begitu membongkar setiap sudut rumahnya, Pelangi begitu syok kepada dirinya sendiri yang bisa tinggal di rumah yang abunya sudah melekat lumayan kuat. Karena sudah sangat lama Pelangi tidak bebersih, hari ini Pelangi membersihkan seluruh ruangan dengan tenaga yang benar-benar besar.
Sehingga membuatnya lemas terkulai begitu selesai membersihkan rumahnya sendiri. Bagaimana tidak, Dari awal Pelangi tinggal disana dia tidak pernah membersihkan rumahnya sendiri. Jika menyapu dia hanya akan asal sapu saja, dan asal pel saja yang penting saat kakinya berpijak di lantai tidak kotor.
Karena sudah merasa sangat kelelahan Pelangi memutuskan untuk membuat jadwalnya bebersih. Seminggu sekali dia akan bebersih membongkar isi rumahnya, di saat itu dia akan pakai cuti mingguannya.
...----------------...
Dari halte Pelangi sudah bisa melihat keadaan di cafe, hari ini pun cafe sepi. Pelangi sudah tau bahwa hari ini pun ternyata Bintang tidak kerja lagi. Kalau Bintang masuk kerja pasti cafe sudah sangat ramai.
Pelangi langsung masuk dengan jalan menunduk, Pelangi langsung mengganti pakaiannya. Hari ini Pelangi memang tidak bersemangat.
__ADS_1
"Mysti, Bintang gak masuk lagi??" tanya Sela.
"Enggak kayaknya kak, emang dia gadak izin ke cafe ya??" tanya Pelangi kembali.
"Enggak ada, kalau ada mah saya gak tanya sama kamu Mysti." Jawab Sela.
Pelangi hanya tersenyum, mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. Karena cafe tidak begitu ramai, cafe pun cepat tutup malam ini. Pelangi jadi bisa pulang jam 7 malam.
Di perjalanan pulang, Pelangi duduk di sudut dekat jendela angkutan umum. Pelangi melihat keluar sambil memikirkan Bintang, Pelangi merindukan Bintang.
Sementara yang di tunggu-tunggu sedang terbaring tidak sadarkan diri di rumah sakit, berperang melawan kematian agar tetap hidup.
Sebelumnya Pelangi tidak pernah seperti ini, dari kecil dia selalu sendirian namun baru kali ini dalam hidupnya dia merasakan sepi yang begitu menyiksanya. Tanpa dia sadari kehadiran Bintang memiliki pengaruh yang sangat besar akan dirinya.
Sambil meratap air mata Pelangi pun mengalir di pipinya, untuk pertama kalinya dia menangis yang baginya tanpa alasan yang jelas.
Namun satu yang ada di pikirannya, Pelangi mulai mengkhawatirkan keadaan Bintang. Dengan tekad yang kuat, Pelangi akan mencari Bintang besok di kampusnya. Walaupun Pelangi juga belum mengetahui Bintang masuk jurusan yang mana, namun Pelangi berniat mencarinya di info kemahasiswaan di fakultasnya.
__ADS_1
Pelangi sangat frustasi karena mendapati dirinya tidak mengetahui apapun mengenai Bintang.
Bersambung..