Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 40


__ADS_3

Setelah Pelangi selesai mandi, Pelangi langsung keluar dan menepuk pundak Okky yang berdiri tegap membelakangi pintu kamar mandi.


"Ky aku udah selesai, mandi sana." Ucap Pelangi.


Okky kaget saat di tepuk oleh Pelangi.


"Ya Tuhan Pelangi, ngagetin aja kamu tu." Ucap Okky.


"Makanya jangan bengong Ky, entar kesambet." Jawab Pelangi.


Okky langsung masuk ke kamar mandi, di kamar mandi Okky melihat sarung yang tadi dia berikan Pelangi masih dalam keadaan kering tidak basah sama sekali.


" Tu anak gak pake apa-apa tadi mandi, ah gak mungkin." Batin Okky.


Okky teriak dari kamar mandi.


"Rainbow, kamu mandi gak pake sarungnya??" tanya Okky.


"Enggak Ky, aku pake bajuku." Jawab Pelangi.


"Oh iya.." Ucap Okky.


"Kirain tuh anak nekat." Batin Okky.


"Tuh dokter kenapa sih, hari ini aneh banget." Gerutu Pelangi.


Okky mandi dengan cepat.


Setelah mereka selesai mandi, mereka sarapan di panti sebelum memulai kegiatan mereka.


Seperti biasa mereka membantu para pengasuh di panti dengan bermain dengan anak-anak, makan bersama dengan anak-anak. Sampai menemani mereka tidur siang. Setelah setengah hari bekerja, Okky mengajak Pelangi untuk makan bersama.


"Rainbow, kamu mau makan apa?? ada tempat gak yang pengen kamu kunjungi??" tanya Okky.


"Ada Ky, ke sebuah bukit makan disana. Kamu mau gak kesana?? Makannya aku yang traktir deh, tadi ayah kasih aku uang jajan soalnya." Ucap Pelangi.

__ADS_1


"Boleh ayo, tapi aku aja ya yang traktir. Kamu traktir aku dari gajimu nanti dong, masa dari uang ayah." Ucap Okky.


"Oke kalau gitu mau kamu, jadi hari ini kamu lagi yang traktir aku??" tanya Pelangi.


"Iyalah, kan kamu belum gajian." Jawab Okky.


"Iya sih." Ucap Pelangi.


Mereka pun masuk ke dalam mobil menuju tempat yang di tunjukkan oleh Pelangi. Ya benar, tempat dimana Bintang membawanya. Tempat dimana Pelangi tertawa bersama dengan Bintang, makan bersama dan jatuh hati saat menatapnya di dalam tenda.


Tempat penuh kenangan indah bagi Pelangi untuk mengenang Bintang. Walaupun Pelangi tidak yakin dia bisa kuat atau tidak menahan air matanya. Namun dia mau mengenang Bintang sekaligus membuat Kenangan baru untuk dirinya sendiri, dengan orang baru yang membuatnya sedikit demi sedikit nyaman.


Begitu mereka sampai, Okky merasa sangat nyaman dengan udara disana. Okky juga terpesona dengan keindahan alam yang dia lihat.


"Wah, dari mana si rainbow tau tempat bagus begini. Lumayan jauh lagi, ternyata dia pergi jauh juga kalau main ya." Batin Okky.


Mereka masuk memesan makanan yang di panggang. Namun mereka tidak memesan tenda, karena selain tenda memang ada tempat duduk yang di sediakan dengan beratapkan terpal. Mereka duduk disana sambil menunggu pesanan makanan mereka datang.


"Kamu tau dari mana tempat ini??" tanya Okky.


Okky terdiam mendengar nama Bintang, ingin bertanya lebih jauh tapi takut membuat Pelangi menjadi sedih kembali. Namun Pelangi malah bercerita dengan Okky tanpa di minta, sepertinya Pelangi memang ingin membaginya agar dapat samar secara perlahan.


"Bintang, dia membawaku kemari. Menghiburku dengan uang hasil kerjanya di cafe, memberiku makanan enak dan tempat yang nyaman. Disini bersamanya aku tertawa bersama, disini juga pertama kalinya aku menatap matanya dengan jelas dalam waktu yang cukup lama. Aku jatuh cinta padanya, bahkan sampe saat ini aku masih mengingat rasa saat itu." Ucap Pelangi dengan senyuman.


"Kamu tau gak Ky, dia orang yang aneh. Dia tidak bisa makan terlalu banyak tapi dia suka memesan makanan dengan porsi besar. Alhasil kami menghabiskan makanan yang dia pesan dengan usaha yang keras." Pelangi bercerita sambil sesekali tertawa.


"Sepertinya dia anak yang asik ya.." Ucap Okky.


"Lebih tepatnya aneh Ky, dia aneh sampai membuatku susah melupakannya." Jawab Pelangi.


Makanan mereka datang, mereka ngobrol sambil makan makanan mereka.


"Bagaimana Ky, enak tidak??" tanya Pelangi.


"Wah ini sih enak banget rainbow." Jawab Okky.

__ADS_1


"Berarti lidahku tidak salah, kalau ini memang enak sekali." Ucap Pelangi.


"Kamu tau gak Ky kenapa aku mengajak kamu kesini??" tanya Pelangi.


"Tidak, kenapa kamu ajak aku kemari" tanya Okky kembali.


"Aku mau pamer pada Bintang, kalau aku sudah punya teman baru. Gak kalah asik dengannya, katanya kalau memandang langit seperti ini dia juga sedang melihat kita bukan??" Ucap Pelangi.


"Hmm sepertinya, sekarang aku merasakan hawa panas. Sepertinya dia ingin marah padaku karena menjadi temanmu tanpa izin darinya." Ucap Okky.


Pelangi tersenyum melirik ke arah Okky.


"Biarkan saja, dia juga pergi tanpa pamit denganku. Ini balasan untuknya." Jawab Pelangi.


Air mata Pelangi jatuh dengan sendirinya, Okky yang sadar akan hal itu melirik Pelangi dan menghapus air matanya.


"Eh, sorry ya Ky aku masih seperti ini. Tapi aku sudah bisa tersenyum membahasnya bukankah artinya aku sudah lebih baik??" Ucap Pelangi.


"Iya kamu sudah jauh lebih baik, karena kamu sangat menyayanginya. Kamu ingin mewujudkan pesannya padamu kan." Ucap Okky.


"Iya Ky, aku ingin jadi bahagia agar dia tidak jadi hantu penasaran karena pesannya tidak ku laksanakan." Jawab Pelangi sambil menghapus air matanya yang masih menetes sesekali.


Pelangi meletakkan makanannya dan tiba-tiba berteriak.


"Bintang, lihat ini aku sudah punya teman baru. Aku harap kamu iri sampai ingin memukulku sekarang. Agar balas dendamku tersampaikan padamu yang pergi sesuka hati." Teriak Pelangi.


Jelas membuat beberapa mata tertuju pada Pelangi. Namun beberapa memandang Pelangi dengan tatapan sendu, seperti tau apa yang di luapkan Pelangi.


Namun hal itu ternyata juga membuat Okky melakukannya.


"Bintang, lihat aku akan membuatnya bahagia sampai kamu cemburu. Katanya ini balas dendamnya untukmu." Teriak Okky.


Teriakan Okky berhasil membuat Pelangi tertawa, mereka tertawa bersama dan kembali menghabiskan makanan mereka.


Bersambung..

__ADS_1


Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya, semoga teman-teman selalu diberikan kesehatan ya..


__ADS_2