Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 57


__ADS_3

Akhirnya giliran Pelangi untuk konsultasi pun tiba, Pelangi masuk ruangan pukul sebelas siang. Memang sengaja Okky memasukkan Pelangi ke daftar pasien terakhirnya. Setelah konsultasi rencana Okky mau mengajak Pelangi makan siang bersama.


Begitu masuk ke dalam, Pelangi melihat Okky dengan jas putihnya. Pelangi melihat sosok Okky berbeda sekarang, Pelangi terpesona untuk kedua kalinya kepada Okky.


"Silahkan duduk ibu Pelangi." Ucap Okky formal.


"Baik dok, terimakasih." Jawab Pelangi formal.


Kemudian mereka saling tatap dan kemudian saling tertawa bersama. Setelahnya suster yang mendampingi Okky pun keluar dari ruangan.


Okky mulai bertanya kepada Pelangi mengapa perasaannya gelisah, apa yang membuat Pelangi gelisah. Okky meminta Pelangi menceritakan semua yang dia rasakan dan yang mengganjal di hatinya. Dengan perlahan Pelangi menceritakan semuanya pada Okky.


"Semalam ayah bertanya padaku apakah aku mau bertemu dengan mama. Ayah baru memberitahuku semalam bahwa mama berada di rumah sakit jiwa, hilang ingatan. Aku terkejut karena tidak menyangka mama akan berada disana, dan aku merasa bersalah karena selama ini tidak pernah memikirkan dan ingin tau mama dimana, bagaimana keadaan mama. jujur, aku ingin bertemu dengan mama tapi yang selalu ku ingat tentang mama, hanya selalu mama yang memukulku, meneriaki aku."


Pelangi terdiam sejenak, menarik nafasnya karena memang air matanya sudah mengalir dan suaranya mulai serak. Pada saat seperti ini Okky sebagai dokter hanya bisa mendengar apa yang akan di ceritakan oleh Pelangi.


"Pelan-pelan saja, minum dulu sesi kita masih panjang karena kamu pasien terakhir jadi jangan buru-buru Pelangi." Okky mencoba mengarahkan agar Pelangi tenang.


Pelangi pun melanjutkan keluh kesahnya kepada Okky.


"Aku takut ketika aku pergi kesana melihat mama, aku akan takut melihat mama. Aku akan mengingat semua yang mama lakukan padaku, tapi di satu sisi aku juga sangat ingin melihat keadaan mama di rumah sakit. Aku merasa buruk sebagai anak, karena tidak perduli dengan keadaan mama. Aku hanya memikirkan perasaanku tanpa sadar mama juga sama tersiksanya sepertiku. Aku harus bagaimana, apakah aku bisa bertemu dengan mama."


"Kamu mau mencoba pergi bersamaku?? kita lihat dengan perlahan. Dari jauh dan sampai kamu siap melihat ibu kamu, setelahnya kita jumpai ibu kamu."


Aku langsung menatap Okky.


"Kamu tau dimana ibu di rawat??" tanyaku.

__ADS_1


"Tau, seniorku dokter mama kamu. Tapi aku tidak memberitahu kepada kamu karena itu bukan hak ku untuk memberitahu ke kamu. Tapi aku punya akses jika kamu mau melihat ibu kamu secara perlahan."


Pelangi mengerti mengapa Okky tidak memberitahunya, Okky juga mengetahui ibu Pelangi berada di sana saat ayah Pelangi menceritakan semuanya kepada Okky. Okky juga tau mengapa ibu Pelangi berada disana namun Okky memilih tidak memberitahu Pelangi karena bagi Okky lebih baik Pelangi tau dari ayahnya.


"Kamu mau pergi bersamaku melihat mama?? tapi jangan kasih tau ayah kalau aku mengunjungi mama secara perlahan."


"Baiklah, kapan kamu mau kita pergi melihat mama kamu??"


"Apakah hari ini bisa??"


"Bisa tapi kita makan siang dulu ya."


"Baiklah.."


Okky menyelesaikan sesi konsultasinya dan pergi menutup prakteknya. Karena memang satu hari Okky paling banyak hanya bisa membuka sesi konsultasi 4-5 orang saja. Kebetulan hari ini hanya 4 orang bersama Pelangi.


Mereka pergi makan siang bersama, selama makan siang Pelangi lebih banyak diam. Okky yang mengerti keadaan Pelangi hanya mencoba memberikan waktu untuk Pelangi mempersiapkan diri melihat ibu kandungnya.


Setelah berbincang sedikit, dokter Anthony yang menangani ibunya mengajak Pelangi untuk bertemu ibunya. Pelangi pun meminta untuk melihat ibunya dulu dari jauh, karena Pelangi memang belum mau mendekati ibunya.


Begitu melihat ibunya yang menggendong boneka serta bicara sendiri entah mengapa hati Pelangi terasa sangat sakit. Sampai dia seperti sesak nafas dan spontan memegang dadanya. Pelangi hampir terduduk, namun Okky langsung menahan tubuh Pelangi.


Okky langsung memeluk tubuh Pelangi yang mungil dengan erat, Pelangi menangis cukup histeris dalam pelukan Okky. Pelangi tidak menyangka bahwa ibu yang dulu di matanya begitu cantik, bercahaya, yang berubah menjadi kejam, kini menjadi begitu lemah tak berdaya.


Pelangi sedikit menyalahkan dirinya, mengapa saat kabur dia tidak membawa ibunya pergi bersamanya. Jika dia membawanya pasti ibunya tidak seperti ini. Namun semua sudah terjadi, pelangi saat itu pun harus menyelamatkan dirinya dari ibu dan ayah tirinya.


Semua yang terjadi sudah menjadi suratan takdir, tidak ada yang perlu di sesali. Namun kepedihan hati Pelangi muncul mengingat ayah tirinya yang menghancurkan hidup mereka sampai seperti ini.

__ADS_1


Melihat Pelangi cukup histeris, Okky menjauhkan Pelangi dari ibunya. Okky langsung membawa Pelangi ke ruangan dokter yang ada disana untuk menenangkan Pelangi.


Cukup lama Okky bisa menenangkan Pelangi, Pelangi sudah mulai bisa bicara setelah satu jam menangis.


"Kita pulang??" tanya Okky.


Pelangi menganggukkan kepalanya, Okky langsung permisi dan berterimakasih kepada dokter Anthony. Tanpa banyak bicara Okky membawa Pelangi ke mobil.


"Kita jangan pulang ke rumah ya Ky, ke rumah kamu dulu aja. Aku mau istirahat di rumah kamu boleh?? aku gak mau ayah tau." Pinta Pelangi.


"Tentu saja boleh."


Akhirnya mereka pergi ke rumah Okky, sesampainya di rumah Okky. Pelangi langsung merebahkan dirinya di sofa ruang tengah milik Okky. Pelangi memejamkan mata sambil menangis, Okky hanya bisa menemani dan mengelus kepala Pelangi.


Bagaimana pun luka yang di rasakan Pelangi, kemarahan yang di pendamnya pastilah sangat menyakitkan baginya. Oleh karenanya Okky tidak bisa berkata apapun untuk menenangkan Pelangi.


Bersambung...


Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya. Dukung cerita saya dengan :


*Like


*Komen


*Vote


*Tambahkan favorit

__ADS_1


* Kalau teman-teman suka tolong beri hadiah untuk author ya, terimakasih semoga rejeki teman-teman selalu berlimpah.


Love you all ❤️.


__ADS_2