Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 32


__ADS_3

Setelah puas menangis, Pelangi menenangkan dirinya. Kini Okky duduk tepat di hadapan Pelangi dan lebih dekat dari sebelumnya. Pelangi yang sudah menenangkan diri bertanya pada Okky.


"Oia kamu bilang, kamu ada pekerjaan untuk saya pekerjaan apa??" tanya Pelangi.


"Emangnya kamu udah siap memulai lembaran baru??" tanya Okky.


"Siap gak siap, bukankah harus di mulai?? Untuk hilang dari dunia ini sangat sulit, ku putuskan untuk menikmatinya saja sekarang. Tapi aku ingin hidup lebih baik dari kemarin apakah bisa.." Ucap Pelangi sembari menghela nafas panjang.


"Bisa, jika kamu memperbaikinya dari awal. Dari awal banget." Jawab Okky.


"Maksudnya gimana??" tanya Pelangi.


"Yah misalnya hubungan-hubungan kamu dengan orang-orang terdekat kamu. Hubungan yang sudah rusak, sebaiknya kamu perbaiki." Ucap Okky.


"Maksud kamu seperti bertemu dengan ibuku kembali??" tanya Pelangi.


"Iya seperti itu, tapi itu harus dari hatimu bukan karena terpaksa atau apapun. Pokoknya hanya karena kamu ingin." Jawab Okky.


"Aku sudah memikirkannya, tapi aku ingin menemui ayah sebelum bekerja dengan kamu. Kalau ibu, aku belum bisa bertemu ibu, aku takut." Ucap Pelangi sambil menunduk.


"Kalau memang kamu ingin bertemu ayahmu aku akan mengantar kamu. Pelan-pelan saja Pelangi semua butuh proses bukan tidak bisa langsung instan dan cepat." Ucap Okky.


"Tapi apa aku boleh tau, pekerjaan apa yang harus aku lakukan??" tanya Pelangi.


"Sepulang bertemu ayah kamu, aku akan membawamu ke tempat kerja kamu dan menceritakan semuanya. Kalau kamu keberatan kamu bisa menolak kok. Kalau kamu menolak aku hanya akan berteman denganmu dan membawamu pulang ke ayah kamu. Tapi kalai kamu mau, kamu bisa tinggal disana." Ucap Okky.


Pelangi pun semakin penasaran, pekerjaan apa yang ingin di tawarkan Okky untuknya.


"Oke, baiklah kalau begitu." Ucap Pelangi.


" Jadi kapan kamu bisa bertemu dengan ayah kamu??" tanya Okky.


"Besok, aku akan menemuinya besok. Sepertinya kabarku hilang sudah terdengar olehnya." Ucap Pelangi.


"Baiklah, besok aku ikut bersama kamu." Ucap Okky.


Walaupun perasaan Pelangi tidak yakin ayahnya akan mencarinya, namun kali ini perasaan itu cukup kuat meyakinkan Pelangi untuk mengunjungi ayahnya.

__ADS_1


Mereka sudah membuat kesepakatan, besok Pelangi akan mengunjungi ayahnya dan mengurus pemberhentian kuliahnya. Pelangi tidak tau ayahnya setuju atau tidak, yang pasti Pelangi tidak ingin kuliah lagi.


Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba suster masuk dan memberitahu hal penting kepada Okky.


"Dok, ada pihak kepolisian mencari anak yang bernama Mysti Pelangi. Ciri-cirinya anak yang di cari hampir mirip dengan pasien dokter." Ucap suster itu.


Pelangi yang mendengar percakapan itu pun langsung berdiri dan mendekati suster itu.


"Suster nama saya Mysti Pelangi. Apa saya boleh tau siapa saja yang mencari saya selain polisi??" tanya Pelangi.


"Ada satu pria yang tidak pakai seragam polisi, dia tinggi, kulitnya coklat pakai kacamata." Ucap Suster tersebut.


Pelangi yakin bahwa itu ayahnya.


"Boleh saya menemuinya, sepertinya saya mengenalnya." Ucap Pelangi.


"Kamu yakin??" tanya Okky.


"Iya aku yakin." Ucap Pelangi.


Akhirnya Okky menemui pihak polisi dan lelaki itu, membawa mereka ke ruangan dimana Pelangi di rawat. Dari dalam kamar Pelangi mendengar suara langkah kaki yang begitu cepat dan sayup-sayup terdengar suara yang dia kenal. Ya benar, suara ayahnya.


"Ya Tuhan terimakasih anakku baik-baik saja." Ucap Bram ayah Pelangi.


Bram melepaskan pelukannya dan meminta Pelangi untuk duduk di sofa di kamar itu. Mereka berdua pun kini duduk saling berhadapan.


"Kenapa ayah mencariku dengan membawa polisi??" tanya Pelangi.


"Ayah mimpi buruk dan pergi ke rumah nenek, sampai di rumah nenek kamu tidak ada disana, ayah tunggu satu malam disana kamu gak kunjung pulang. Paginya ayah tanya sama tetangga sampai di minimarket tempat biasa kamu makan. Mereka hanya memberitahukan ayah tempat kamu bekerja, Ayah kesana dan kata mereka kamu menitipkan kucing kamu dan belum kembali. Ayah bingung langsung ke kantor polisi dan melapor, di tambah lagi ayah dapat kabar bahwa ada anak gadis tenggelam dan diselamatkan oleh seorang dokter dari rumah sakit ini. Ayah khawatir itu kamu makanya ayah datang ke rumah sakit ini. Tapi mengapa kamu berada disini Mysti??" Ucap ayah Pelangi.


Pelangi diam dan menunduk.


"Aku pikir ayah tidak akan pernah mencariku." Ucap Pelangi lirih.


"Mysti ayah tau, ayah adalah orangtua yang buruk. Tapi rasa cinta dan sayang ayah padamu sangat besar. Ayah tau, ayah sudah ceroboh membiarkan kamu hidup sendirian. Kamu harus tau, ayah sangat menyayangimu Mysti." Ucap ayah Pelangi.


"Dugaan ayah benar, anak gadis yang tenggelam di laut itu aku. Tapi aku yang menginginkannya namun Tuhan tidak memberiku kesempatan." Ucap Pelangi.

__ADS_1


Bram begitu terkejut, jelas saja dia langsung meneteskan air matanya dan memeluk Pelangi putrinya.


"Maafkan ayah nak, maafkan ayah. Maafkan ayah sudah mengabaikan mu, dengan bodoh ayah berpikir uang ayah bisa membuatmu bahagia. Kenapa kamu berpikir seperti ini Mysti, maafkan ayah." Ucap lirih Bram sambil menangis.


Pertama kalinya untuk Pelangi merasakan kembali hangatnya pelukan sang ayah, kini mereka menangis bersama. Dokter Okky meminta semua orang menunggu di luar dan memberi ruang untuk mereka saling bicara.


...----------------...


"Mysti apa ada yang sakit nak??" tanya sang ayah.


"Tidak ayah, aku sudah baik-baik saja berkat dokter Okky yang menolongku." Jawab Pelangi.


"Syukurlah, pulang bersama ayah ya nak. Tinggal bersama ayah, adik tiri kamu semuanya sudah di luar negeri. Mereka sudah sekolah disana, sekarang tinggal ayah dan ibu tirimu di rumah. Kamu bisa dengan nyaman tinggal di rumah ayah, maukan nak??" tanya ayah Pelangi.


"Tapi ayah, Pelangi tidak mau kuliah lagi. Dokter Okky menawarkan Pelangi pekerjaan apa boleh Pelangi bekerja saja dengan dokter Okky. Pelangi tidak ingin kuliah lagi ayah." Ucap Pelangi.


Bram sangat paham putri kecilnya ini banyak mengalami hal buruk serta guncangan yang hebat dalam hidup. Oleh karenanya Bram tidak pernah memaksakan kehendaknya pada Pelangi. Begitu juga saat Pelangi ingin tinggal seorang diri di rumah neneknya.


Sebenarnya berat bagi Bram melepas putri kecilnya itu, namun Bram takut Pelangi merasa terkekang tidak nyaman dan merasa terkurung di rumahnya bersama adik-adik tirinya. Karena itu ayah Pelangi selalu menyetujui apapun yang putrinya inginkan.


Tapi kali ini Bram jadi lebih berhati-hati, karena dia hampir saja kehilangan permata berharganya untuk kedua kalinya.


"Kalau mengenai kuliah ayah serahkan pada kamu nak, tapi boleh ayah ngobrol dengan domter Okky terlebih dahulu. Ayah akan memutuskannya setelah ngobrol dengan dokter Okky. Apakah boleh nak??" tanya Bram ayah Pelangi.


Pelangi kaget serta bahagia, dia merasakan benar-benar memiliki seorang ayah sekarang.


"Baiklah ayah." Ucap Pelangi.


"Terimakasih sayang." Ucap Bram mencium kening putrinya.


Pelangi pun ikut tersenyum melihat senyum ayahnya kembali, setelah sekian lama dia tidak pernah lagi melihat ayahnya tersenyum.


Banyak waktu yang Pelangi habiskan hanya untuk mengenang luka di hatinya. Sampai dia lupa cara memperbaiki sebuah hubungan yang ternyata bisa terjalin lebih indah.


Hari ini saat melihat wajah ayahnya yang penuh rasa khawatir, penuh air mata dan senyuman khas ayahnya. Pelangi bersyukur di dalam hati, sudah diberikan kesempatan untuk memulai hidup baru.


Kini Pelangi ingi memulai hidup barunya, lembaran barunya yang memang sudah kusut, namun Pelangi ingin mencoba mengisi kertas kusut itu dengan tulisan yang indah.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2