Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 41


__ADS_3

Setelah lima hari olahraga bersama Okky, berat badan Pelangi berkurang 4kg membuatnya semakin terlihat kecil. Hari ini Okky membawa Pelangi konseling di rumah sakit sebelum pergi mendaki.


Awalnya sih di bilang konseling oleh Okky, namun ternyata cek kesehatan lengkap. Pelangi heran saat Okky membawanya ke ruangan dokter umum untuk cek kesehatan lengkap.


"Aku sehat Ky, kok cek kesehatan sih??" tanyaku.


"Tapi kita mau mendaki 3 hari, ya aku harus pastikan dulu kamu benar-benar sehat." Jawab Okky.


Pelangi hanya bisa pasrah dengan rangkaian cek kesehatan, sampai cek darah segala. Hasilnya akan keluar 4 jam lagi, jadi mereka menunggu hasil tes kesehatan Pelangi di ruangan Okky sambil konseling.


Di dalam ruangan Pelangi banyak mengajukan pertanyaan dengan Okky.


"Kamu kok gak bilang sih kita mau cek kesehatan??".


"Kalau aku bilang yang ada kamu nolak, bener gak??".


"Hmm sok tau kamu, terus kenapa kamu gak cek kesehatan??" .


"Aku udah cek kesehatan setiap bulan."


"Jaga kesehatan banget kamu ya."


"Iyalah rainbow, kalau aku sakit yang ngurus panti gak ada. Dan kamu pasti kangen konseling bareng aku."


"Enggak tuh, sekarang buktinya aku sedang bosan."


"Yakin bosan??" Okky menggoda Pelangi.


"Apaan sih gak jelas banget." Gerutu Pelangi.


Biasanya sesi konseling Okky tanya jawab yang serius, namun karena ini Pelangi. Okky tidak mau terlalu menekannya sejak tau semua cerita Pelangi melalui ayahnya. Karena memang Pelangi belum terlalu terbuka kepada Okky.


Perlahan Pelangi mulai menceritakan kesesakan di hatinya, yaitu Bintang rasa yang dominan di hatinya. Sedikit Pelangi juga mulai menceritakan hal buruk yang dulu dia alami dan pernah dia lakukan.


Setelah bercerita panjang lebar, Pelangi menunggu Okky di ruang tunggu pasien. Karena memang hari ini Okky harus menemui beberapa pasien di ruangannya.


Pelangi menunggu sambil nonton film, ngemil bahkan dia sudah menonton dua film sampai tamat. Sampai akhirnya praktek Okky selesai dan mereka menemui dokter yang mengecek Keselek Pelangi untuk melihat hasilnya.


Syukurnya hasil kesehatan Pelangi sangat baik, hanya dia harus makan lebih banyak untuk menaikkan berat badannya 2 kg lagi agar normal.


"Berarti aku bisa ikut mendaki kan Ky??" tanya Pelangi saat mereka melihat hasil tes kesehatan Pelangi kembali di dalam mobil.


"Hmm iya bisa." Jawab Okky yang masih terus melihat hasil kesehatan Pelangi dengan teliti.

__ADS_1


"Ya Tuhan nih orang teliti banget sih. Jelas-jelas tadi udah di jelaskan sama dokter masih aja gak percaya." Gerutu Pelangi.


"Bukan gak percaya rainbow kita harus cek dua kali semua hal. Karena manusia bisa salah kapan aja, mengerti." Ucap Okky.


"Iya dok, iya saya mengerti." Jawab Pelangi.


Ponsel Okky berdering. Okky berbicara cukup lama di telepon, Pelangi yang tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan memilih melihat jalanan dan berakhir dalam lamunan.


"Kita berangkat malam ini rainbow, agar besok pagi bisa mulai mendaki." Ucap Okky yang terdengar sayup-sayup di telinga Pelangi yang sedang melamun.


Sebenarnya Pelangi mendengar apa yang Okky ucapkan, namun Pelangi tidak meresponnya sama sekali.


Okky yang tau tidak di dengarkan Pelangi memukul lengan Pelangi untuk menyadarkannya.


"Rainbow.." Ucap Okky.


"Iya Ky, kenapa ada apa??" tanya Pelangi yang kaget.


"Makanya jangan ngelamun aja, bilangin orang entar kesambet. Sendirinya udah kesambet." Ucap Okky.


Pelangi hanya tersenyum kepada Okky.


"Kita ntar malam berangkat ya, Karena ini juga udah sore. Kamu ikut aku pulang dulu ya, supaya setelahnya kita ke rumah kamu dan langsung pergi. Karena kalau ke rumah kamu aku gak enak gak ngobrol sama ayah kamu. Jadi kita pergi dari rumah kamu saja." Ucap Okky.


Okky membawa Pelangi pulang ke rumahnya.


...----------------...


Sesampainya di rumah Okky, Pelangi bengong melihat besarnya rumah itu dengan interior yang sudah pasti mahal semua.


"Wah besar banget rumah kamu." Ucap Pelangi kagum.


"Iyakan, besar banget. Apa aku jual aja ya beli yang lebih kecil." Jawab Okky.


"Janganlah bagus banget gini desainnya. Kamu disini tinggal sama siapa, kok sepi banget." Ucap Pelangi.


Sambil beberes mondar mandi Okky menjawab pertanyaan Pelangi. Spontan Pelangi mengikuti Okky dari belakang, sambil terus bicara.


"Aku tinggal sendiri." Jawab Okky.


"Hah?? di rumah segede ini kamu tinggal sendiri, gak takut Ky??" tanya Pelangi.


"Enggak sih, udah biasa soalnya." Jawab Okky.

__ADS_1


"Orangtua kamu kemana??" tanya Pelangi semakin kepo.


"Kerja mereka di luar negeri." Jawab Okky.


"Oh begitu." Ucap Pelangi.


Tanpa sadar Pelangi mengikuti Okky dari belakang sampai di kamar Okky. Pelangi masih melihat kesana kemari sangking kagumnya dengan rumah yang jauh dari rumah nenek dan ayahnya walaupun rumah ayahnya termasuk cukup besar.


"Kamu gak kesepian Ky??" tanya Pelangi.


"Aku lebih banyak menghabiskan waktu di panti dan rumah sakit rainbow. Jadi gak terlalu sepi kurasa, seperti sekarang aku hanya pulang untuk mengambil pakaian." Jawab Okky.


"Iya sih, kamu kan dokter populer di rumah sakit ya. Aku jadi ngerasa semua pasien kamu gak beneran sakit atau depresi deh. Kali aja karena mau ketemu dan dekat dengan kamu. Kamu kan ganteng, kaya, siapa coba yang gamau sama kamu. Impian semua gadis." Ucap Pelangi mengomel.


Baru kali ini ada yang sejujur Pelangi, membuat Okky kaget dan terus tersenyum mendengar semua ucapan Pelangi yang ngasal.


"Nah itu kamu tau." Ucap Okky.


"Idih narsis." Jawab Pelangi.


"Kamu kok ikutin aku terus sih, sampe ke kamarku lagi." Ucap Okky.


Pelangi tersadar.


"Oh iya ya, maaf ya Ky. Jujur aku takut rumah kamu besar banget. Takut aku diam sendirian di satu ruangan." Jawab Pelangi dengan jujur.


Okky tersenyum karena memang dia sendiri saja ogah berdiam terlalu lama di rumahnya apalagi orang lain. Setelah mengambil baju dan memasukkannya ke tas, Okky membalikkan badannya untuk mengambil barang lain di kamar mandi pribadinya.


Namun dengan bersamaan Okky yang membalikkan badan, Pelangi tiba-tiba berdiri. Sehingga mereka hampir saling menabrak, Pelangi yang kaget mencoba menghindari Okky.


Namun Pelangi kehilangan keseimbangannya, Pelangi terhuyung ke belakang. Okky dengan spontan ingin menarik tangan Pelangi, namun yang terjadi malah sebaliknya.


Mereka berdua terjatuh ke atas kasur. Pelangi terhuyung ke belakang sementara Okky yang mencoba menggapai tangan Pelangi kehilangan keseimbangan dan akhirnya juga ikut terjatuh.


Tubuh Okky hampir menimpa tubuh Pelangi yang kecil, syukurnya Okky berhasil menahan tubuhnya tidak sampai menimpa Pelangi.


Kini Okky dan Pelangi saling bertatap mata, seketika semua terasa hening. Pelangi kaget dan membulatkan matanya, bagaimana tidak dia hanya berada sejengkal di bawah Okky.


Okky yang kaget terdiam, dia hanya bisa mendengar suara detak jantungnya saat ini. 3 menit mereka saling tatap akhirnya tersadar, Pelangi mencoba bangkit namun Okky belum sempat menghindar.


Akhirnya kepala mereka saling terbentur dan mengubah suasana saat itu yang tadinya cukup menegangkan. Kini mereka saling merintih kesakitan sambil mengusap dahi mereka yang saling terbentur.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2