
Sampainya Pelangi di rumah, Pelangi langsung memberi makan kucing peliharaannya dan mandi. Hari ini Pelangi juga melewatkan makan malamnya, jantungnya yang berdegup kencang membuat Pelangi tidak berselera makan.
Pelangi semakin memikirkan sosok lelaki yang bernama Bintang itu. Setelah selesai bebersih, Pelangi merebahkan tubuhnya di kasur. Pelangi memikirkan Bintang, karena dia merasa tidak asing dengan wajah Bintang.
Seketika terbesit lelaki di mimpi Pelangi dengan wajah yang persis dengan Bintang, dari rambut sampai senyumannya. Jantung Pelangi seperti mau berhenti rasanya, ternyata sosok Bintang sangat mirip dengan sosok lelaki yang di mimpinya.
"Hah, gak mungkin, gak mungkin.." Batin Pelangi mencoba menjernihkan isi pikirannya.
Pelangi merasa dia mulai berhalusinasi, Pelangi yakin dia hanya salah ingat wajah karena terus berharap lelaki yang di mimpinya menjadi nyata.
"Aku harus ketemu lagi sama dia, aku harus pastikan kalau memang aku hanya berhalusinasi." Batin Pelangi, berdialog dengan isi pikirannya.
"Ya Tuhan, gejala apa ini. Kenapa aku mulai berhalusinasi seperti ini. Ah, Tuhan aku tidak gila kan.." Batin Pelangi yang membuat bulu kuduknya merinding.
Karena pikiran Pelangi yang mulai kacau, Pelangi memutuskan untuk langsung tidur, agar isi kepalanya kembali normal. Pelangi merasa sepertinya dirinya kelelahan, oleh karenanya tubuh dan isi pikirannya menjadi aneh bin ajaib.
Pelangi tertidur dengan pulas, setelah berpetualang dengan pikirannya sendiri.
Karena tidak makan malam, Pelangi merasakan lapar yang luar biasa. Pelangi terbangun dan ternyata masih pukul 2 dini hari. Pelangi yang tidak ada takutnya pada apapun, bangun menyeduh teh dan memasak mie instan.
Setelah selesai masak, Pelangi menghidupkan televisinya, Pelangi nonton sambil makan. Namun tetap saja dalam pikirannya selalu terbesit wajah Bintang.
Setelah selesai makan, Pelangi tidak dapat kembali tidur karena sangat merasa kenyang. Pelangi memutuskan duduk di ruang tengah sambil memikirkan kembali wajah Bintang dan wajah sosok lelaki di mimpinya.
Pelangi ingin sekali memimpikan sosok lelaki itu, Pelangi hanya ingin memastikan bahwa Pelangi salah mengingat wajah sosok di mimpinya. Pelangi akhirnya pun menunggu dan terus menunggu sosok itu kembali ke dalam mimpinya.
...----------------...
__ADS_1
Satu minggu pun berlalu, selama itu Pelangi tidak pernah bertemu dengan Bintang atau memimpikan sosok lelaki yang diidamkannya dalam mimpi.
Awalnya Pelangi terus mencari dan menunggu Bintang muncul di hadapannya, namun Bintang atau pun mimpinya tak kunjung datang.
Sampai pada akhirnya Pelangi melupakannya dan menganggap itu hanya suatu kebetulan saja, Pelangi tidak ingin memikirkan hal yang tidak terlalu penting baginya. Pelangi berhasil melupakan kejadian-kejadian tersebut.
Pelangi duduk di bawah pohon besar di dekat danau di kampusnya. Tempat favorit Pelangi, walaupun banyak cerita horor yang terjadi di tempat itu. Namun Pelangi tidak pernah takut atau pun meyakini hal tersebut. Karena memang Pelangi anak yang dingin dan pemberani.
Tidak ada yang di takuti Pelangi, kecuali ayah tirinya yang kejam. Pelangi duduk sambil mengerjakan tugasnya yang lumayan menumpuk. Pelangi tidak sempat jika mengerjakannya di rumah, karena baginya rumah hanya tempat istirahat untuk tidur.
"Serius amat ngerjainnya, udahla santai aja nikmati masa indah perkuliahan ini. Cepat tamat juga percuma kan, susah nyari pekerjaan." Ucap seorang lelaki di samping Pelangi.
Suara itu sangat familiar bagi Pelangi, Pelangi melihat ke sumber suara yang datang dari sebelah kanannya. Benar saja, dia Bintang.
"Ngapain kamu disini??" tanya Pelangi.
"Ini kan tempat umum, aku juga berkuliah disini makanya bisa ada disini." Jawab Bintang.
"Akan ku pikirkan." Jawab Pelangi sambil kembali ke tugasnya.
"Baiklah, aku tunggu jawaban kamu." Ucap Bintang.
"Pelangi." Panggil Bintang.
"Hmm.." Jawab Pelangi.
"Kamu jurusan apa??" tanya Bintang.
__ADS_1
"Komunikasi." Jawab Pelangi.
"Aku ekonomi." Ucap Bintang.
"Hmm iya," jawab Pelangi.
"Kamu kenapa suka sendirian?? aku selalu lihat kamu sendirian." Tanya Bintang.
"Gak punya teman soalnya." Jawab Pelangi singkat.
"Karena kamu gak buka hatimu.." Ucap Bintang.
Pelangi masih diam, tidak bergeming.
"Jangan selalu sendirian, bertemanlah supaya kamu merasakan sedikit indahnya dunia. Warna dalam hidup itu penting, aku pamit sampai bertemu lagi Pelangi.." Ucap Bintang namun di akhir dia berbisik.
"Pandai mengomel ternyata," ucap Pelangi lirih.
Karena merasa sedikit kaget dan risih Pelangi melihat ke arah Bintang yang pamit padanya. Entah mengapa, Pelangi ikut tersenyum saat melihat Bintang tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"Dasar, kenapa kamu seceria itu. Aku juga ingin secerah itu," Gerutu Pelangi dalam lamunannya melihat kepergian Bintang.
Pelangi kembali menyelesaikan tugasnya, namun sambil terus tersenyum karena mengingat senyuman Bintang. Aneh, namun hanya sekedar senyuman Bintang dapat menghibur Pelangi.
"Baiklah jika kita bertemu lagi, kita berteman. Karena kamu yang memintaku." Batin Pelangi dalam hati sambil mengerjakan tugasnya dengan tersenyum.
Tanpa Pelangi sadari, Bintang selalu melihatnya dari jauh dan sambil tersenyum juga.
__ADS_1
Bersambung..
Jangan lupa singgah ke novelku yang lain ya teman-teman ❤️.