Bintang Untuk Pelangi

Bintang Untuk Pelangi
Episode 44


__ADS_3

Mereka istirahat di pos dua cukup lama dari jam satu siang sampai jam empat sore. Mereka tidak akan camp di pos dua, mereka akan camp saat sudah pukul 9 malam agar cepat sampai ke puncak. Karena mereka juga berencana satu malam camp di puncak.


Mereka jalan mulai lambat mengikuti langkah Pelangi yang memang semakin melemah. Namun berkat tongkat milik Okky, Pelangi sedikit terbantu untuk berjalan.


Biasanya pendaki hanya menghabiskan waktu tiga jam paling lama untuk sampai ke pos tiga. Namun mereka empat jam untuk sampai ke pos tiga. Rasanya saat itu Pelangi hampir nyerah karena hari juga sudah sangat gelap.


Namun Pelangi tidak menyangka, ternyata malam di hutan tidak segelap yang dia bayangkan, karena cahaya rembulan yang menemani pendakian mereka. Beberapa kali Pelangi melihat ke langit, kini mereka berjalan untuk menemukan tempat yang pas untuk camp istirahat di malam hari.


"Indah banget kan malam hari di gunung, dari tadi aku lihat kamu lihat ke langit terus." Ucap Okky yang memang berjalan di belakang Pelangi.


"Iya Ky, indah banget. Aku pikir selama ini malam di gunung itu gelap banget karena banyak hutan gitu, ternyata gak terlalu ya." Ucap Pelangi.


"Kali ini kebetulan aja terang bulannya, biasanya juga gelap banget kok." Ucap Okky kembali.


"Oh begitu, tapi disini gadak hantu kan??" tanya Pelangi.


Membuat rombongan mereka berhenti tiba-tiba dan yang di depan semua melihat ke arah Pelangi.


"Kenapa kak??" tanya Pelangi heran.


"Jangan ngomong gitu lagi ya Pelangi, jadi serem nih." Ucap Gea.

__ADS_1


"Eh, maaf ya kak. Aku gak bakal ngomong gitu lagi kok." Jawab Pelangi.


Pelangi melihat ke belakang, melihat Okky. Okky menahan tawanya melihat Pelangi di tegur oleh Gea. Pelangi yang tau Okky menertawakannya, memanyunkan bibirnya dan kembali berjalan melihat ke depan.


Akhirnya mereka menemukan tempat yang pas untuk camp, mereka mendirikan tenda disana. Mereka membagi tim, para lelaki mendirikan tenda sedangkan para wanita memasak untuk makan malam.


Tak lama tenda pun berdiri, sama dengan selesainya makan malam dan teh hangat yang di buat oleh Gea dan Pelangi. Malam ini mereka makan dengan sangat lahap dan cepat, Karena memang sudah lelah mereka tidak banyak bicara.


Okky sesekali melirik ke arah Pelangi, entah mengapa Okky merasa Pelangi sedang menahan sesuatu. Pelangi makan dan terus menundukkan kepalanya, setelah selesai makan. Gea, Pelangi mencuci piring di dekat aliran mata air yang bisa digunakan untuk para pendaki.


Karena lumayan gelap Okky menyusul mereka dan menemani mereka disana. Pelangi pun hanya diam saja tidak menegur Okky sama sekali, membuat Okky jadi sedikit khawatir. Namun Okky tetap berusaha berfikir positif bahwa Pelangi kelelahan.


Gea dan Pelangi satu tenda, dan tadi mereka juga berganti pakaian bersama. Karena penasaran Okky bertanya pada Gea.


"Gea, Pelangi udah tidur??" tanya Okky.


"Belum, tadi waktu aku tinggal dia masih susun bajunya. Tapi dia emang diam aja dari tadi, gak ngobrol sama sekali sama aku. Ku lihat wajahnya kayak capek banget jadi ku biarkan dia istirahat di tenda." Jawab Gea.


"Oh gitu." Ucap Okky, namun Okky sangat mengenal Pelangi dia tidak akan bersikap seperti ini kalau bukan karena ada sesuatu yang dia pendam.


Namun Okky juga bingung, alasan apa yang dia gunakan untuk mengecek Pelangi di tenda. Okky takut teman-temannya salah paham akan hubungan mereka berdua.

__ADS_1


Sayup-sayup mereka mendengar suara isak tangis. Mereka semua diam spontan melihat ke arah tenda Gea dan Pelangi.


"Kalian dengar kan??" tanya Toni memastikan.


Mereka semua menganggukkan kepala, perlahan isak tangis itu semakin jelas terdengar oleh mereka. Okky pun berdiri dan menghampiri tenda Pelangi, saat mau membuka tenda Pelangi Okky semakin jelas mendengar suara tangisan dari dalam tenda.


Okky membuka tendanya dan mendapati Pelangi sedang terisak menangis memegang buku diary miliknya. Sudah pasti Okky tau apa penyebabnya. Tanpa bertanya Okky langsung memeluk Pelangi.


"Menangislah, nangis sepuasnya, jangan malu, aku ada disini." Ucap Okky sambil mengelus kepala Pelangi yang sedang dia peluk dengan erat.


Tangisan Pelangi pecah, Pelangi semakin kuat menangis dan memeluk Okky. Otomatis buku diary yang di pegangnga terlepas dari tangannya.


Pelangi mencengkram dengan erat jaket yang Okky pakai, seperti mencurahkan rasa sakit di dalam hatinya, Pelangi sedikit teriak kecil dalam pelukan Okky. Okky yang merasakan hal itu pun ikut menangis memeluk Pelangi.


Okky semakin kuat memeluk Pelangi mengusap punggung gadis itu dengan lembut namun cepat, agar Pelangi bisa menyadarkan dirinya. Okky sangat takut jika Pelangi tiba-tiba jatuh pingsan jika terus berlarut merasakan sesak sedihnya.


Apa ya yang membuat Pelangi menangis sampai seperti itu?? apakah ada hubungannya dengan mistis..


Ikuti terus kisahnya ya teman-teman, terimakasih untuk semua teman-teman yang setia membaca cerita saya.


Jangan lupa like, komen, lovenya ya teman-teman. Terimakasih, love you all 🥰.

__ADS_1


__ADS_2